ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Nasi yang besar


__ADS_3

Nasi yang besar


****************


Belum sampai ke wajah Ais, Jay sudah menahanya.


" Orang tua seperti apa kalian, tidak bisa menilai anaknya, dan mendidik anaknya menjadi perampok ?" kata Jay yang membuat semua kaget.


" Jay, , , kenapa kau jadi ikut pembangkang seperti Ais . . ?" kata pak Idris.


" Aku hanya membela adiku yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya !"


" Sampai dia bilang kalau dia tidak ongin di lahirkan dari keluarga ini, di mana otak kalian ?" kata Jay dengan mata berkaca - kaca.


" Setiap bulan dia mengirim uang untuk kalian agar mendapat pengakuan sebagai anak dari kalian . . .!". ungkap Jay sedang Ais masih memeluk Jay.


" Uang apa ?" tanya pak Idris.


" Tanya pada anakmu itu ?" kata Jay sambil menunjuk Nurma yang ketakutan di tatap Jay.


Nurma menggeleng.


" Memang Nurma yang membantu keuangan setiap bulannya, dia menjatah satu juta setengah karena ATM kami di mintak oleh Nurma " Cerida pak Idris.


" Kemana yang tiga juta setengahnya Nurma ?" bentak Jay.


" Kau tidak hanya merebut hak adikmu, tapi juga sudah merebut hak orang tuamu kau wanita serakah, kau wanita iblis ?" bentak Jay emosi sudah di ujung ubun - ubun.


" Sudah bang. . ! Ais pusing ?" rengek Ais di pelukan Jay.


" Biar Ais, biar orang tua kita mikir, betapa berharganya berlian seperti kamu, di bandingkan kerikil tajam jalanan ?" kata Jay


" Kau ingin hidup dengan Abi, karena ingin hidup enak kan ?" tanya Jay nengintimidasi Nurma. " Sedang kau, dulu kau menghina Abi, karena dia miskin, dan tidak merestuinya dengan Ais, kenapa sekarang Nurma yang kau ajukan untuk jadi istri Abi, apa karena Abi sukes ?" tanya Jay sambil menunjuk orang tuanya.


" Kau tahu kesuksesan Abi itu karena peran penting seorang istri, yaitu Ais, belum tentu kalau Abi hidup dengan Nurma bisa sesukses ini !"


Dan asal ayah tahu menikahi kakak atau adik kandung istri itu hukumnya haram

__ADS_1


seperti yang dalam al quran pak yang artinya


Al-Qur'an secara tegas melarang menikahi saudara istri (ipar). Dalam konteks ini, keharaman wanita-wanita tertentu untuk dinikahi, Allah swt. berfirman, dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau (QS. an-Nisaa [4]: 23).


" Kalau kalian tidak percaya ini buktinya ?" kata Jay sambil mengulurkan bukti tansaksi di ponsel Ais ke orang tuanya.


Tapi tiba - tiba Ais pingsan di pelukan Jay, Jay langsung memanggil Abi, dan beberes dan langsung tancap gas.


Pak Idris dan buk Naya masih mematung di tempat memikirkan omongan Jay.


" Ais kau kau ?" kata Bu Naya terputus putus.


" Sabar buk ?" kata pak Idris pada suaminya.


" Apa Ais, mau menerima maaf kita pak ? dia sari dulu, hanya ingin di akui kalau dia anak kita, hingga memberikan bafkah kita tiap bulan ?" kata buk Naya.


" Entahlah buk ?" kata Pak Idris.


" Ku kira kalau Nurma menikah dengan Abi, dia bisa membantu perekonomian kita ? Ternyata yang mengasih uang kita tiap bulan Ais buk, kita sudah salah paham buk ?" kata keduanya yang masih menatung di tempat sedangkan Nurna akan jalan ke kamarnya.


" Dasar anak kurang ajar, , , ! masih gampang kamu bicara begitu setelah kau menjelek - jekekan adikmu dan memanfaatkanya ?" kata pak Idris.


" Kata bapak Ais bukan adiku, dan bukan anak bapak ?" kata Nurma.


" Aku menyesal membesarkan kamu Nurma, kalau tahu sikap kamu seperti itu ?" kata pak Idris.


" Ya ini sikap Nurma dari dul. . !" kata Nurma terputus.


Plaaaak. . !


Tamparan pak Idris mendarat di pipi Nurma, belum sampai mengobati tamparan dari Ais dan hidung yang tersungkur gara - gara Ais, di tambah lagi di tampar pak Idis.


" Bapak hahat, bapak sudah menampar Nurma " Kata Nurma.


" Ais lebih sakit dari pada luka mu, karena luka yang kau buat ?" bentak buk Naya.


" Mana ATM bapak ?" pinta pak Idris.

__ADS_1


" Nih " kata Nurma sambil melempar kartu ATMnya " Lagian juga sudah kosong, dan Ais tidak mungkin kirim uang lagi " kata Nurma sinis.


" Dasar anak, tidak bisa sopan santun !" bentak Pak Idris, mau menampar Nurma lagi, tapi di tahan oleh buk Naya.


****************


Sedang Jay masih fokus menyetir mobil, dan Abi menjaga Ais sambil mengoleskan minyak kayu putih di hidungnya.


" bagai mana Bi ?" tanya Jay.


" Belum siuman juga bang ?" jawab Abi.


" Kita langsung bawa ke rumah sakit !" kata Jay.


Sesampainya di rumah sakit, Ais langsung di tangani dokter, Buk Dwi yang mendengar Abi dan Ais sudah sampai di daerahnya langsung menuju ke rumah sakit, di mana Ais di rawat dengan di antar Reza.


" Bagai mana Bi, kok bisa Ais seperti ini ?" tanya buk Dwi dengan kwatir.


" Ceritanya panjang buk !" jawab Abi.


" Buk anak - anak belum makan nasi, tadi hanya Abi belikan roti buk ?" kata Abi.


" Ya sudah anak - anak mana, biar ibu yang urus nereka ?" kata buk Dwi.


" Nanti kalau Ais sudah sadar, kabari ibu ?" sambung buk Dwi.


Jay tang masih dalam ruangan Ais.


" Ais, adik abang, kau wanita kuat, jangan kau bikin panik abang ?" kata Jay pada Ais yang masih belum sasarkan diri.


" Pak Abi dan pak Jay ? ini makanan yang di kirim buk Dwi untuk bapak, pesan buk Dwi jangan sampai pak Abi dan pak Jay, ikutan sakit " terang pengasuh anak - anak.


" Ya trima kasih " Jawab Jay.


Jay dan Abi makan seperti di paksakan di sofa, dekat Ais, sambil memandang Ais.


" Nasi ini serasa besar, seperti tidak tertelan !" Kata Abi sambil memandang Ais.

__ADS_1


__ADS_2