ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Full


__ADS_3

" Kak Abi kangen dengan senyumu dek, senyum lah buat kak Abi " kata Abi.


" Kak Abi janji tidak akan meninggalkan Ais yang cacat ini, kak Abi janji tidak akan melirik wanita lain " tangis Ais di pelukan Abi.


" Kak Abi janji, kak Abi hanya untukmu dan abak - anak kita " kata Abi.


" Walaupun, Ais sudah tidak pandai di beberapa bidang terutama ranjang, untuk memuaskan kak Abi ?" tanya Ais. Abi mengangguk.


" Yang kak Abi mau istri kak Abi kembali ceria seperti dulu " kata Abi.


" Fisik bukan ukuran, dulu aku menikahimu karena allah, jadi apapun pada dirimu dek kak Abi akan terima !" kata Abi. Ais masih sesenggukan di pelukan Abi


Esok paginya, Ais sudah boleh di bawa pulang. Abi bahagia, hingga mencium wajah Ais di depan orang banyak


" Sudah siap dek ?" tanya Abi.


Bu Dwi yang ikut, akan memasangkan sandal di kaki Ais tapi ke duluan Abi menggendong Ais, ala bridge styl.


Ais menenggelamkan wajahnya di dada Abi, sampai ke mobil, seolah seperti ratu, di buka kanya pintu mobil oleh Roy.


Sesudah mengantar Ais Roy langsung pulang


Sesampainya di rumah, mendengar ocehan, Zha dan Arif yang masih debat.


" Mama !" teriak Ega dan Intan, menghentikan hasil debat Arif dan Zha, dan langsung menyongsong Ais di depan dekorasi yang telah mereka rancang sendiri.


Ais yang ada dalam gendongan Abi, merasa bahagia, ke datanganya, di sambut dengan bahagia semua, terutama sang buah hatinya.


Semua anaknya memeluk dengan penuh haru, tanpa terkecuali Arif.


" Bik kalau bibi mati, siapa yang akan membela Arif, Zha tambah nakal ?" kata Arif dalam tangisanya.


Plak. . !


Mira menonyor anaknya, yang ngomong seenaknya.


" Ngomong se enaknya !" kata Mira.


" Dan satu lagi, kalau bibi mati ke senengan om Abi, nanti tambah lagi rivalku untuk menaklukan hati wanita !" kata Arif.


" Kau baca puisi, atau nyumpahin aku mati be go ?" kata Ais menonyor kening Arif dengan jari telunjuknya.


" Salah kata kataku ?" tanya Arif.


" Walaupun aku tidak sehebat Any susanti untuk merangkai kata, walaupun tulisanya dalam novel masih acak acakan, yang menginspirasi, tapi aku yakin dia tertawa melihat puisiku, ke usilanku !" kata Arif.


" Jangan ngehalu terus, mendingan bikin susu buat bibi mu !" kata Jay.


" Okey pak bos !" jawab Arif seketika berdiri, sambil memberi hormat pada ayahnya.

__ADS_1


" Kalau bukan anak laki - laki satu - satunya, sudah aku buang kamu ke tengah laut !" kata Jay, gereget melihat tingkah Arif.


" Putra kita mana kak ?" tanya Ais.


" Bunda. . !" panggil Vino yang sekarang kurus kering.


" Kenapa kamu ke sini ?" tanya Ais ketus, padahal Vino di iringi ke dua orang tua Ais.


" Mama di penjara !" kata Vino.


Ais lalu melirik Abi.


" Kak jangan di penjara Norma, biarkan dia bebas, aku tidak mau Vino jadi tanggungan kamu, sikapnya sudah menunjukan dia seperti Norma, dia biasa merebut perhatian mu, dari anak kita !" kata Abi.


" Apa yang kau ucapkan akan kak Abi turuti, selagi mampu !" kata Abi.


Siti yang tidak pernah ke rumah Ais, kini ikut datang, dan datang lagi satu mobil.


Ahmad dan Aisyah keluar dari mobil dengan menggendong dua putra Abi.


Ais menyambutnya, duduk di sofa.


" Anak mama, sudah besar ternyata ?" kata Ais sambil mengusap pipi salah satu putranya yang sudah mulai aktif, menaikan kakinya ke atas.


" Kau tahu, berapa lama kau tidur dek ?" tanya Abi, Ais menggeleng.


" Tiga bulan lebih " kata Abi. Ais sedikit terkejut.


Ahmad menggeleng.


" Tidak setiap hari, kalau aku dan Aisyah libur, baru aku ambil !" kata Ahmad. Ais tersenyum.


" Kenapa kau mirip Abi, asal kau tahu, kau bukan anak Abi !" tunjuk Ais pada putranya yang masih di pangkunya, sambil menoel hidung jiplakan Abi.


" Kata siapa ?" tanya Abi.


" kata kak Abi sendiri, kenapa tidak mirip Roy, kata kak Abi ini anak Roy !" kata Ais sambil melirik Abi.


" Jangan di bahas okey, mending kamu makan dulu " kata Abi mengambil nampan di Arif dan mulai menyuapi Ais.


" Aku iri padamu Ais, kau sudah melahirkan lima anak untuk suamimu, di umurmu yang masih muda " kata Aisyah.


" Semua itu tidak mudah ustadzah, anak bukan wajib menurutku anak adalah bonus hasil dari pernikahan. banyak yang punya anak tapi mereka tidak bersyukur, atau membuatnya menjadikan beban " kata Ais.


" Aku juga kadang iri sama ustadahah dan gus Ahmad, setiap pagi tidak terlalu sibuk seperti kincir angin yang harus menyiapkan keperluan anak belum lagi bayi dewasa bangun habis sholat subuh, kalau tidak cepet keluar kamar, pasti mintak puk puk lagi !"


" Ha ha ha !" tawa semua.


" Aku harus belajar banyak dari mas Abi ini !" teriak Rayyen.

__ADS_1


" Jangan nanti Ais lari ke kamu !" kata Abi, di sambut gelak tawa lagi.


" Rencananya lusa mau akikah, jadi sekalian gus Ahmad di sini, mintak tolang, untuk besok, gus Ahmad yang nyembelih sapinya " kata Abi.


Ahmad mengangguk.


" Muah, muah muah !" Abi menciumi wajah istrinya dengan gemas, setelah semua orang pulang.


" Kak Abi " teriak Ais.


" Kenapa, apa yang sakit dek ?" tanya Abi. Ais menggeleng.


Abi meneruskan aksinya, dengan menggerayap tanganya ke kancing baju.


" Kak Abi !" panggil Ais halus.


" Kenapa dek ?" tanya Abi.


Ais mengeluarkab air mata.


" Dek jangan menangis !" kata Abi mengusap air mata Ais.


" Ais cacat kak, apa kak Abi tidak jijik sama Ais ?" tanya Ais.


" Kenapa harus jijik, kalau harus jijik seharusnya kalau kak Abi berzina !" kata Abi.


" adek cacat karena kak Abi, di sisi lain, kak Abi ambil hikmahnya, dengan kau tidak punya rahim, adek tidak akan datang bulan, jadi kak Abi bisa full " kata Abi tersenyum usil, Ais melebarkan matanya.


Aksi Abi, membuat Ais kualahan.


" Ha ha ha, kak Abi geli !" teriak Ais yang merasakan ke jahilan Abi.


" Kemana mas mu Ris ?" tanya buk Dwo pada putrinya.


" Di kamar mungkin buk, dia kan masih senangnya, istrinya pulang !" jawab Risa.


" Tidak biasanya mas mu tidur jam segini, sakit mungkon Ris, coba periksa !" kata bu Dwi.


" Mas Abi sudah punya istri buk !" kata Risa.


" Tapikan isteinya belum sehat benar, jadi belum bisa mengurusnya !" kata bu Dwi.


Risa berangkat dengan jalan gontai menuju kamar Abi di lantai atas.


Sedangkan Abi tertidur dengan damai memeluk Ais.


Risa yang baru sampai, jadi malu melihatnya, seonggok pakaian berserakan di lantai, dan Ais yang masih terjaga.


" Ada apa Ris ?" tanya Ais.

__ADS_1


" Ti ti dak mbak, siapa tahu mbak Ais butuh bantuan " kata Risa gugup.


__ADS_2