
" Beli soal gampang, tapi ini masalah harga diri, dulu aku terima Norma aku kau tindas, hanya ingin makan daging ayam harus menunggu sisamu dam bapak, tapi aku tidak akan terima anaku juga harus kau tindas " teriak Ais, yang sudah lepas dari pelukan Abi.
Brak. . !
Ais mendorong Norma hingga pelipisnya, membentur bangku dan tidak sadarkan diri.
" Bangun kamu Norma, tidak usah cari perhatian suamiku !" bentak Ais.
" Cukup Ais, dia sudah tidak berdaya !" bentak Abi, tapi Ais hanya tersenyum sinis.
" Angakat dia kak bawa ke rumah sakit !" suruh Ais sambil menunjuk Norma dengan senyum yang sulit di artikan.
" Kak Abi hanya ingin kau jangan pakai kekerasan !" Kata Abi melembut.
Abi akan mengangkat Norma " Bawa dia ke rumah sakit, dan di saat lau pulang, jangan harap kau akan melihat aku dan ke tiga putrimu, surat gigatan cerao akan menyusul !" ancam Ais, seketika Abi menghentikan aksinya, karena bingung, Arman menggeleng memberi kode Abi.
Ais siap membawa air panas akan menyoram Lula, tapi di cegah Arman, Arman memeluknya dari belakang cara mencegahnya, sehingga air itu tumpah dan sebagian mengenai kaki Ais.
Abi kuator, lang sung lari ke arah Ais.
Bught
Bught
Bught
" Aght. . !" teriak Arman.
Ais menyiku dadanya, dan menendang prrutnya, dengan kaki yang habos tersiram air panas.
" Kau akan membunuhku ?" tatapan Ais pada Arman, Arman menggeleng, Abi jadi bingung.
Saat sumua orang lengah, Ais mengambil kuah sop, dan menyirap me wajah Norma, sehongga Norma terpaksa bangun dari ke puraanya.
" Aw panas . . !" teriak Norma.
" Ma, hidung Intan keluar darah !" teriak Zha dari lantai atas.
Ais langsung lari mengabaikan kakinya yang sakit.
Semua ikut menyusul Ais, terkecuali Norma dan anaknya.
Ais dengan telaten membersihkan darah dari hidung Intan.
" Mama, kalau mama pergi, bawa Intan ya ?" Kata Intan dengan wajah sayu.
Ais mengangguk menahan sesak di dada.
Abi menangis di punggung Ais.
" Maaf kan kakak dek ?" bisik Abi.
" Intan cepat sembuh ya, besok, bu de pulang, " pamit Reina pada Intan. Intan mengangguk.
" Makasih bu de sudah menjaga kita " jawab Zha.
__ADS_1
" Mana opornya ma ?" tanya Intan.
" Maafkan mama, tadi opornya makan anjing, nanti mama pesankan lagi ya ?" jawab Ais.
" Bikinan sendiri saja !" kata Intan.
" Tapi lama sayang !" Kata Ais.
" Tidak apa !" jawab Intan sambil geleng kepala.
" Mama masak dulu ya !?" Kata Ais akan beranjak berdiri tapi di rahan Abi.
" Biarkan kak Abi mengobati kakimu ?" tawar Abi yang sudah siap kotak obat.
" Lebih baik obati Normamu " kata Ais akan berdiri tapi di tahan Abi.
" Sampai kapanpun, kak Abi tidak akan menghianatimu Ais, karena kau kak Abi bisa jadi Abi manyu yang sebenarnya " kata Abi sambil mengoles obat di kaki Ais.
Ais mendongak kw atas menahan air matanya.
" Kau tunggu Intan biar kak Abi yang masak, dan cari bahanya !" Kata Abi.
" Terserah !" jawab Ais cuek.
" Sakit apa sebenarnya Intan Ais?" tanya Reina.
" hasil lab sementara leokimia mbak, tapi masih ada pemeriksaan lanjutan, hasilnya kita lihat dua minggu ke depan, tapi biarpun bukan Leokimia, kalau sebulan ini tidak ada perubahan, Intan harus di oprasi, bisa jadi infeksi paru - paru karena alergi makanan !" jelas Ais.
" Aw sakit. . !" teriak Arman saat do obati Rwona pada piponya.
" Makanya jangan ceroboh, bisa membahayakan Ais !" kata Reina.
" Ya kamu, pelakor lemah, kalau mau jadi pelakor harus tangguh " Kata Reina.
" Ha ha ha. . !" tawa Arman Reina bersamaan dengan buk Dwi juga yang mendengar perdebatan.
" Ya harus soap pasang muka tembok !" Kata bu Dwi.
Di saat sedang makan malam, Abi memilih mengisi piringnya dan membawa nampan ke kamar anaknya, terlihat Intan mtidur di pangkuan Ais.
" Dek makan dulu " Kata Abi pada Ais, tapi Ais menepis tangan Abi yang akan menyuapinya.
" Kau tahu dek, ini sunah rosul, kau boleh marah sama kak Abi, tapi jangan jukum dirimu, karena anakmu membutuhkan dirimu " Kata Abi.
" Aku bisa makan sendiri " kata Ais meraih nasi di piring lalu melahabnya dengan ganas, membuat Abi tersenyum.
" Nambah, nanti kak Abi ambilin ?" tanya Abi.
Ais menggeleng.
Di lamarnya, Abi mendekati Ais dan memeluknua dari belakang.
" Dek maafkan kak Abi !" Kata Abi.
" Emmm. . !" jawab Ais. Abi memasukan wajahnya ke leher Ais, Ais melepas pelikan Abi.
__ADS_1
" Ais lelah kak !" Kata Ais lalu merebahkan tubuhnya ke kasur.
" Adek di rumah saja, jaga Intan biar, kak Abi. Yang antar Zha sekolah !" kata Abi, pada istri tercinta.
Saat Abi membuka mobil, Norma langsung nyusul duduk di dekat Abi.
" Aku numpang, aku dan Vino ke siangan " kata Norma.
Zha yang sifatnya seperti Ais, tidak mau ambil pusing, dia langsung meraih sepedanya dan menggoesnya. Abi mengejarnya, jadi keburu jauh, ahirnya menstater mobil mengikuti sepeda Zha.
" Abi, kenapa pelan, nanti Vino terlambat " kata Norma, tapi Abi hanya diam.
" Iya om, nanti Vino kena skor, sedang sekolah Vino lebih jauh dari Zha !" kata Vino.
" Abi kamu tuli ya ?" bentak Norma.
" Aku mengantar anaku, bukan mengantar kamu, kalau kalian tidak terima, silakan keluar ! " kata Abi.
" Kenapa kau lebih suka menyakiti keluargaku ?" tanya Abi.
" Siapa juga yang menyakiti !?" tanya Norma sinis. Sesampainya di depan sekolah Zha, Abi turun dari mobil, dan mendekati Zha.
" Kau marah, dengan ayah ?" tanya Abi, yang bersimpuh, mensejajarkan dengan tinggi Zha. Zha menggeleng
" Kakak, sudah terima, semua kok yah, mama selalu bilang, anak yang lahir dari rahim mama semuanya perempuan, jadi, kalau ayah lebih sayang anak laki - laki, kakak, sudah siapkan mental, karena suatu saat itu terjadi, mama juga selalu mengajari kaka untuk mandiri, dan menjadi tameng untuk adik - adik kaka " kata Zha.
" Ayah masih hidup nak, ayahmu masih hidup " kata Abi sambil mengguncangkan tubuh putrinya.
" Kaka kasian sama ayah yang harus mengurus Vino dan bu de Norma juga, biarkan mama, kaka, dan adik - adik, belajar mandiri " kata Zha.
" Ayah ada untuk kalian sayang " jelas Abi.
" Tin tin tin " klakson mobil di bunyikan oleh Norma.
" Tuh yah, sudah di tunggu, ayahkan lebih takut kehilangan Vino dari pada kakak " kata Zha sambil berlalu pergi, dan mendorong sepedanya.
" Abi kamu apa tidak tahu ini sudah siang, Vino telat " kata Norma keras.
" Keluar, keluar kamu !" bentak Abi membuat Norma takut.
" Maaf Abi, aku hanya tidak ingin Vino telat " kata Norma menunduk.
" Keluar, apa kau tuli, itu tempat Ais, " bentak Abi.
" Tapi Ais tidak ada " kata Norma.
" Seharusnya kau menjaga sesama kaumu, apa lagi dia adik kandungmu sendiri, " kata Abi.
Nurma turun dan naik di bangku belakang. Abi mengemudi mobil ugal - ugalan tanpa menginjak rem, Norma dan Vino ketakutan. " Om Vino takut. " teriak Vino.
" Cukup, Abi aku tidak mau mati " kata Norma.
Abi diam tidak meanggapi teriakan mereka berdua dan mengerem mendadak.
" Silakan keluar, karena aku tidak butuh kalian, jika aku mati biar aku mati sendiri " kata Abi.
__ADS_1
" Hu hu hu, om Abi jahat !" tangis Vino.
" Hidupku sudah hancur Norma, bawa pergi anakmu !" teriak Abi frustasi.