
" Ha ha ha. . ! dia bilang ini haram teman - teman " kata Ais sambil mengangkat Wine di gelas ke atas.
" *KAU TAHU KAK, WINE INI MAHAL, KARENA AKU SUKA YANG MAHAL, TIDAK SEPERTI TUBUHMU KAU OBRAL.
WINE INI HARAM, TAPI LEBIH HARAM TUBUHMU KARENA MENYENTUH WANITA LAIN YANG BUKAN MUHRIM
WINE INI MEMABUKAN SEPERTI KATA - KATAMU YANG MEMBUATKU HANYUT.
DAN WINE INI MENENANGKAN SEPERTI AKU SAAT DENGAR RAYUANMU* " kata Ais.
" Kata Ais halus tapi menusuk hati. " Kau sudah janji samaku tidak akan menjama minuman haram ini Ais !" kata Abi.
" Ya itu dulu, saat kau setia, tapi saat ini No! no! no !" kata Ais menggelengkan kepala, sambil menggoyangkan jari telunjuknya.
" Ais sadar dek. . !" bentak Abi.
" Suami adalah seorang imam, seorang pemimpin, seorang guru, dan seorang panutan, kak Abi pernah kan dengar peribahasa mengatakan GURU KENCING BERDIRI DAN MURID KENCING BERLARI dari itu kak Abi, jadi jangan salahkan Ais, kalau kak Abi selingkuh, Ais bisa lebih dari selingkuh, kalau kak Abi sakiti Ais akan membalas lebih sakit diri yang kau buat, kalau kak Abi baik, Ais pun akan lebih baik !" kata Ais sambil menunjuk wajah Abi.
" Dek. . !" kata Abi sambil memegang tangan Ais.
" Lepas, ! biarkan aku tenang " kata Ais mengibaskan tangan Abi. lalu lari ke arah motornya.
Bremmmm. . .
Bremmmm. . .
Bremmmm. . .
" Dek dengarkan kak Abi !" teriak Abi yang mendengarkan bising motor Ais yang di geber - geber.
Bremmmm. . . !"
Ais tidak menghiraukanya dan malah melajukan motor besarnya.
Saat Abi akan mengejar di cegah oleh teman Ais, Edo.
" Jangan kau kejar !" larang Edo.
" Lepaskan dia istriku, dan sampai kapanpun akan aku perjuangkan, jangan pernah kau ikut campur urusanku !" kata Abi melepaskan tangan Edo dari pundaknya.
" Kau membahayakanya, kalau kau kejar, karena dia masih stres dan juga mabuk " Jelas Edo.
Abi mandang Edo dengan tatapan tajam dan marah, tapi Edo menyodorkan kertas dan pena.
" Tulislah, apa niatmu, besok kalau dia kesini akan saya sampaikan !" kata Edo.
__ADS_1
Abi ahirnya mengalah dan menuliskan surat untuk Ais.
" Apa dia tidak punya nomor ponsel ?" tanya Reza pada Edo. Edo menggeleng.
Ahirnya Abi dan Reza pulang tanpa membuahkan hasil.
[" Mas, bagai mana berhasil ?"] pesan Ais pada Arman.
[" Nanti kita ketemuan di tempat biasa " ] balas Arman.
[" Ok. . !" ] balas Ais.
Mereka ketemuan di restauran cepat saji.
" Semua sudah beres, !" kata Ais sambil mengambil usb dari tangan Arman.
" Terus gelas yang kamu mintak itu ?" tanya Arman Ais menyerahkan amplop coklat pada Arman.
" Jadi terdapat obat bius, dalam kopi Abi?" kata Arman karena kaget melihat hasil lab.
" Ya untung saja kak Abi hanya minum sedikit, mungkin kalau di teguk semua, sesak nafas kak Abi bisa kambuh " jelas Ais.
" Lalu langkah selanjutnya ?" tanya Arman, Ais menghadapkan laptop ke arah Arman.
" Jadi kamarmu kau pasang cctv ?" tanya Arman dan di angguki Ais.
Ais iseng menaruh segelas air putih di bawah bibir Arman.
" Mas, sudah penuh !" kata Ais. seketika Arman langsung mengelap air liurnya.
" Ha ha ha. . ! mana ada iler sampai segini banyaknya Ais" tawa Arman sambil menahan malu.
" Itu kenyataanya !" kata Ais santai.
" Terus, kamu sudah menemukan bukti semua, kapan kamu pulang, Abi seperti orang stres, anakmu kemarin hilang " kata Arman.
" Tidak tahu mas,! aku akan kasih Lula pelajaran " kata Ais.
" Dan Lula hamil, Abi di suruh tanggung jawab, pulang ya Ais, jangan tambah Abi menderita, ibu juga sekarang tambah kurus, karena,selalu memikirkanmu " kata Arman sambil memegang tangan Ais.
" Nanti ya mas, aku akan bikin kejutan untuk mereka, nanti Ais akan datang di hari pernikahan mereka " Kata Ais membuat Arman terkejut.
" Kau menyetujuinya ?" tanya Arman.
Ais hanya menaikan pundaknya lalu pergi.
__ADS_1
Brak. . !
Bught. . !
Bught. . !
Aght. .
" Sakit Abi !" teriak Arman yang baru masuk di hajar Abi.
" Ternyata kau duri dalam daging mas, kau telah menikungku dari belakang !" kata Abi pada Arman.
" Maksudmu apa ?" tanya Arman.
" Kurang apa mbak Reina sama kamu, sehingga kau akan menikung, adik kamu sendiri, kau memanfaatkan situasi !" teriak Abi.
" Kau !" kata Arman mengepalkan tinjunya ke arah Abi.
" Lihat !" bentak Abi sambil menunjukan foto di ponselnya.
Ternyata pertemuan mereka ada yang memfoto dan di kirimkan oleh Abi saat Arman memegang tangan Ais.
" Aku tahu mas, aku harus balas budi pada dirimu karena kamu aku bisa ke pesantren, tapi tidak seharusnya istriku, yang ku cintai, kau ambil !" kata Abi.
Plak. . !
Satu tamparan mendarat pada pipi Arman.
" Ibu tidak menyangka Arman, kau menikung adikmu sendori, dalam situasi seperti ini, di saat rumah tangganya di ujung ke hancuran. ibu membesarkan kamu tidak ada bedanya dengan Abi, kenapa kamu tega nak hu hu hu !" tangis buk Dwi.
" Buk, dengerin Arman, Arman, hanya membantu Ais buk !" kata Arman sambil meraih tangan buk Dwi, tapi di tepisnya, semua tidak percaya malah memilih pergi.
[" Ha ha ha. . !"] tawa Ais saat mbak Reina menceritakan masalah Arman pada Ais.
[" Cuman segitu mbak, aku dulu lebih kenyang !"] sahut Ais.
[" Kau ya Ais, bikin heh bener "] Kata Reina gereget, cuman Ais tidak bisa bikin iparnya marah.
Besoknya.
[" Temui aku di resto xx masalah pernikahan kita "] isi pesan Lula pada Abi.
[" Ogah. . !"] balas Abi.
[" Kalau tidak mau terserah, aku akan bilang ke Ais kalau kita mau nikah !" ]balas Lula.
__ADS_1
[" Okey, , okey. !" ] ahirnya Abi mengalah dan langsung bergegas menuju resto xx