
" Lakukan yang terbaik Sen !" kata Ais. Seno hanya mengacungkan jempol.
" Kita sholat subuh dulu dek " Abi menarik Ais. Seperti biasa mereka berjamaah, tapi saat ini di mushola rumah sakit.
" Mama !" panggil Intan, membuat buk Dwi yang menunggu, langsung lari menuju mushola, di mana Ais dan Abi sedang sholat. Ais dan Abi segera menuju di mana brankar Intan.
" Sayang !" panggil Ais pada putrinya yang sudah di penuhi alat di tubuhnya.
" Mama, I i i ntan sa sa sayang mama !" kata Intan terbata - bata mebahan rasa sesak di dadanya, walau sudah di bantu oksigen.
" Mama Mama juga sayang sama Intan " kata Ais, menahan air mata.
" A ayah, a y ah m m alaikat Intan. Pe peluk In intan ayah, In in tan rindu !" Abi langsung meneluk putrinya sambil menangis.
" Intan pasti sembuh nak, kalau Intan sembuh nanti, ayah janji, akan peluk Intan setiap hari " kata Abi, sambil melepas pelukanya, tapi Intan geleng kepala.
" Intan su sudah ti tidak ku kuat ayah, da da da In intan sa sakit, na na nafas Intan sa sa kit " kata Intan.
" Kau ingat ayah dulu seperti kamu, tapi dengan semangat mama, ayah bisa bangkit !" kata Abi. Intan meraba wajah Ais.
" Ja ja jangan sa sa kiti ma ma la lagi a ayah !" kata Intan, Abi mengangguk.
" Kata dokter, tadi oprasinya di undur jam tujuh " kata buk Dwi.
Ais dan Abi hanya diam memandang sedih Intan.
" Dek kak Abi pulang dulu ya, sekalian belikan sarapan untuk anak - anak di rumah !" kata Abi, Ais mengangguk.
" Adek mau kak Abi masakin apa, kalau kak Abi ke sini ?" tanya Abi. Ais hanya menggeleng.
Sesampainya di rumah, Abi langsung menggendong Ega, mengajaknya ke kamar mandi, dan memandikanya.
" Tumben, ayah mau mandidin Ega ?" tanya Ega.
" Karena ayah kangen Ega !" kata Abi.
" Kata Vino, ayah sudah tidak bahagia lagi sama kita, karena, kita anak perumpuan !" kata Ega, membuat Abi memandang wajah Ega.
' Mental anaku mulai terkikis ' batin Abi.
" Hiduplah seperti mamamu, punya pendirian dan prinsip !" kata Abi sambil menoel hidung Ega.
__ADS_1
Setelah beres dan Abi sudah mandi
" Abi, , Abi .!" panggil Norma
plup
" hu hu hu !" tangis Norma sambil memeluk Abi.
Tapi Abi tidak membalasnya merasa risih dan berusaha mendorong tubuh Noema, tapi pelukanya begitu erat.
" Kenapa Nor ?" tanya Abi.
" Vino sakit, tolong bawa dia ke rumah sakit !" kata Norma.
" Aku pesankan grab !" kata Abi.
" Tidak ada waktu Abi hu hu hu !" kata Norma.
" Apa lagi aku, aku harus mandi dan mengurus anak - anak !" kata Abi.
" Mereka, ada yang urus, sedang Vino dari kecil dia tidak dapat kasih sayang seorang ayah " kata Norma.
" Ya sudah aku panggil anak - anak dulu " kata Abi.
" Hallo !" jawab Norma mengangkat telepon Abi dari Ais.
" Mana kak Abi !?" jawab Ais.
" Abi sedang jalan bersamaku, dia sedang mengobati Vino " kata Norma.
" Panggil Dia !" bentak Ais.
" Kau tahu, Abi itu sudah bosan denganmu, karena kamu egois, urakan, dan satu lagi dia ingin anak laki - laki, jadi dia lebih menyayangi Vino, karena kamu habis keguguran adiku sayang, pasti kamu tidak bisa hamil lagi kan, malang benar nasibmu, memang dewi fortuna selalu berpihak padaku !" kata Norma enteng.
" Halah itu cuman karanganmu saja" kata Ais.
" No, itu curahan hati Abi padaku ya tidak Bi ?" kata Norma, pada Abi yang baru datang dan masuk mobil.
" Ya " kata Abi yang masih bingung maksudnya apa.
Tanpa di sadarinya, bahwa ponselnya baru di pegang Norma. Norma, mematikan dan menyimpanya pelan di dasbord lagi. Abi mengantar Norma pulang
__ADS_1
" Bi, kepalaku pusing " kata Norma, sambil memeluk Abi, dan terjatuh.
Abi terpaksa menggendong Norma ke kamar dan itu hanya jebakan Norma, mem foto dan mengirimkanya pada Ais.
Abi langsung ke rumah sakit. Ais menampar Abi,
" kak aku istrimu, kau sadar tidak ?" tanya Ais.
" Iya dek aku tahu !" kata Abi masih dengan lembut, jika Ais di kuasai emosi.
" Kenapa kau bicarakan aib isteimu pada orang lain ?" tanya Ais,
" Dan harus kak Abi tahu, Intan begini karena kamu kak, tapi dirimu masih tidak merasa bersalah !" bentak Ais, saat melihat di kemeja Abi yang abu - abu ada noda merah, bekas lipstik suaranya agak di tekan.
" Dek tenangkan dirimu, jelaskan pada kak Abi, apa kesalahan kak Abi, kak Abi sadar lalau kakak salah ?" tanya Abi mendekati Ais, tapi malah Ais pukuli dadanya.
" Anakmu berjuang antara hidup dan mati, dan ini apa ?" kata Ais sambil menunjuk noda merah.
" Aku benci kamu kak, ceraikan Ais kak !" kata Ais, menangkup wajahnya dengan sepuluh jarinya dengan duduk lalu menangis di pojok tembok.
" Kita sholat dhuha dulu, mumpung masih ada waktu " kata Abi sambil menarik tangan Ais.
Dan menunggunya berwudlu sambil membuang kemejanya biang dari masalah. Setelah selesai sholat.
" Sini kak Abi peluk " kata Abi sambil merentangkan tanganya. Ais menggeleng " Bekas wanita lain " kata Ais sambil menunduk.
" Ya sudah kamu mau ngomong apa ?" tanya Abi. " Kak, Ais mungkin sudah tidak bisa memberimu anak lagi !" kata Ais yang berbohong.
" Terus ?" tanya Abi santai.
" Ais tidak mau kak Abi zina, Ais rela kalau kak Abi mau menikahi Norma " kata Ais.
" Apa hubunganya, antara adek yang tidak bisa memberikan anak lagi sama Norma ?" tanya Abi.
" Dengarkan Ais dulu " kata Ais.
" Emmh !" jawaban Abi.
" Jika dalam agama islam, di haramkan menikahi saudara kandung dari istri, Ais iklas kak Abi cerai, mungkin dia bisa memberi kak Abi anak laki - laki " kata Ais.
" Sudah !?" tanya Abi. Ais mengangguk.
__ADS_1
" Sini kak Abi peluk, bajunya sudah kak Abi buang, " kata Abi menarik Ais sampai ke pelukan Abi.
" Kau tahu dek, kak Abi menerimamu apa adanya, kau memberiku tiga putri adalah sebuah anugrah terindah, dan aku sama Vino, kak Abi hanya kasihan karena dia tidak punya ayah dari kecil " kata Abi.