
" Terus siapa kak, ?tidak ada yang pegang ponsel Ais, selain kak Abi, Ais sendiri jarang pegang ponsel kalau tidak pergi !" teriak Ais.
" Dek aku rindu Ais yang dulu, bercanda, lembut, menyelesaikan masalah dengan cara dingin, tidak penuh emosi seperti saat ini " Kata Abi lembut.
" Ais pantang di sakiti kak ! " jawab Ais.
" Dek " panggil Abi sambil meraih tangan Ais.
" Bencilah Ais, jadi di saat Ais, pergi, kak Abi tidak akan pernah merasa kehilangan " kata Ais meninggalkan Abi, Abi geleng kepala.
" Asstagfirullah . !" Abi beristigfar.
Abi keluar, dan ada Norma dan ibunya di ruang keluarga.
Norma mengadukan kelakuan Ais pada Abi, saat di pasar, Abi menutupi senyumnya pura - pura bersedih. Saat Ais keluar kelihatan Abi marah.
" Kau apakan kakakmu, dia itu kakakmu, jangan kau jahati !" kata Abi, membuat Norma tersenyum bangga.
" Apaan sih kak ! Bela terus gundiknya " kata Ais.
" Ayo ikut aku !" bentak Abi menariknya ke kamar.
" Aduh sakit kak !" teriak Ais, Norma yang mendengarkan di balik pintu tersenyum. Lama kelamaan, suara *******.
" Kak, masih siang, kenapa kau mintak jatah tidak tahu waktu !" gerutu Ais, setelah melalui, surga dunia bersama.
" Mau siang, mau malam sama saja " kata Abi. Ais beranjak dari kasur dan meraih handuknya, tapi di tarik lagi oleh Abi. Dan mengukungnya.
" Kak Abi masih kurang dek, ahir - ahir ini kau selalu emosi tidak memikir kan kak Abi Kan suamimu ini normal !" kata Abi, dan melanjutkan aktivitasnya di dalam kamar.
" Kak, lebih baik, kau tidak usah pedulikan aku, dari pada kamu sakit " kata Ais dengan terputus - putus.
Abi yang masih menikmati pompanya di lubang surganya seketika berhenti memandang mara Ais.
" Apa ada pria lain di hatimu ?" tanya Abi Ais menggeleng, Abi murka, dan mulai dengan liarnya dia menjamah istrinya. Itulah murkanya Abi, bukan menghajar Ais dengan tangan, tapi dengan nafsunya.
" Kak Abi sudah, sakit !" rintih Ais, menahan hentakan Abi yang kuat dengan emosi.
" Apa karena dokter laknat itu Ais ?" tanya Abi, menghentikan hentakanya. Dan mencengkram pipinya. Ais menggeleng.
" Jawab Ais. . " kata Abi, sambil menghentakan pinggulnya sekuat tenaga tapi Ais hanya menggeleng,
" Ight. . . !" rintih Ais.
tidak dapat jawaban Abi semakin menghentakan pinggulnya, hingga keringat membasahi seluruh badan, dan menyiramkan ****** di rahim Ais berkali - kali. Abi ambruk di dekat tubuh Ais yang polos.
__ADS_1
" Maafkan kak Abi !" kata Abi yang baru sadar, begitu liarnya menjamak Ais, seperti bak binatang.
Abi menciumi pipi Ais, sedang Ais masih meneteskan air mata menahan sakit.
" Kita mandi " Kata Abi tanpa aba - aba menggotong Ais ke kamar mandi, dan memandikanya dengan telaten.
" Kak, !" panggil Ais.
" Emmmh " jawab Abi.
" Jika nanti Ais, yang meninggal duluan kak Abi, yang memandikan Ais, mensucikan Ais " Kata Ais sambil memainkan rambut Abi, yang sedang menggosok tubuhnya.
"Ajal tidak pernah tahu, kak Abi, atau kamu duluan yang pulang menghadap sang kholik " jawab Abi santai.
" Ada apa sebenarnya denganmu dek, kenapa tanya seperti itu cup !" kata Abi yang berdiri selesai membersihkan bagian tubuh bawah Ais. Ais menggeleng.
" Kak, kenapa kak Abi selalu telaten memandikan Ais, setelah selesai jimak ?" tanya Ais.
" Karena kau tanggung jawabku, karena dosamu, adalah dosaku, jika sholatmu tidak sah, maka kak Abi seorang suami yang akan menanggung dosamu, karena aku imammu " Kata Abi.
" Sudah bersih " kata Abi setelah menyiram tubuh Ais dengan shower.
Abi meraih handuk dan mrnutupi tubuh istrinya.
" Maafkan kak Abi, masih sakit ya ?" tanya Abi dengan kelembutan, Ais hanya mengangguk.
Mereka keluar dengan rambut basah, Ais kalau di rumah biasanya tidak berhijab.
" Siang - siang sudah keramas saja Bi ?" tanya buk Dwi di depan Norma, Norma pasang muka merah, menahan emosi, karena cemburu, jengkel, di kiranya Abi beneran marahin Ais .
" Mama seperti tidak pernah muda " kata Abi, Ais hanya tersipu malu.
" Emang Abi, kalau di rumah, paling tidak bisa lihat istrinya nganggur " kata mbok Darmi.
" Kak, biar Ais jemput anak - anak, karena Zha mau les, persiapan lomba perwakilan provinsi !" kata Ais.
" Emang lesnya di mana ?" tanya Abi.
" Di aula Gor gajah mada " kata Ais.
" Ya sudah kak Abi antar " kata Abi.
Ais hanya mengalah. Norma ternyata ikut dan meminta Abi mengantar ke mall.
" Sini dompetmu kak, kalau mau ke mall sama Norma " kata Ais saat Abi membukakan pintu untuk Ais.
__ADS_1
" Memang kenapa dek ?" tanya Abi masih bingung, tidak mungkin dia ke mall tidak bawa uang.
" Ini untuk pegangan " Kata Ais menyerahkan uang dua lembar warna merah.
Lalu Abi masuk mobil dengan wajah bingung, biasanya Ais, membiarkan uangnya berbelanja apa saja kebutuhanya.
Ais mengetuk kaca mobil, Abi menurunkanya
" Jaga tubuhmu untuku, jaga tangan jaga mata, jika kau bagi jangan salahkan aku akan mencincang habis kak !" ancam Ais.
Abi mengangguk.
" Mama, adek mau ikut ayah !" kata Ega.
" Jangan ya, nanti mama belikan es krim, kalau Ega ikut nanti ganggu ayah sama bude " Kata Ais.
Abi berangkat, dan di tengah jalan Norma menyuruh Abi menghentikan mobilnya. Norma turun dari mobil, dan pindah duduk depan.
" Aw w w w aghhht. !" teriakan Norma, memecah gendang telinga Abi.
" Kurang ajar, !" Norma mengumpat dan keluar dari mobil lagi. Ternyata jok mobilnya dia kasih paku payung, dan bagian dasbord depan tempat lutut ia kasih benda tajam membuat Norma yang pakai androk pendek tergores.
" Kau bagai mana sih Bi, ini kalau kena anak kamu bahaya tau !" kata Norma.
" Sang ratu pasti bisa melindungi, putrinya " Jawab Abi santai. Abi menyerahkan tisu pada Norma untuk membeesihkan lukanya, dan duduk di belakang lagi. Tidak hanya di situ, Norma belanja banyak, hanya kebutuhanya dan sampai di kasir Abi suruh mengikuti.
" Bi tolong bayari dulu, nanti sampai rumah aku ganti, ATM ku yang ke bawa yang kosong " Kata Norma tidak tahu kalau dompet Abi di sita Ais.
" Maaf mbak saya tidak bawa uang " kata Abi
" Ya pakai kartu ATM lah " kata Norma.
" Kalau tidak punya uang, tidak usahbelanja !" kata Abi.
" Kamu pelit amat sih Bi, sama kakak ipar sendiri, lagian ini juga kebutuhan Vino !" bentak Norma pada Abi jadi perhatian banyak orang.
"Kau hnya kakak ipar, berani membentaku, !" Kata Abi menahan rasa malu.
Dan keluar menuju mobil dan menyusul Ais dan anaknya, tapi sudah tidak ada di sana, ponsel Abi bunyi tidak ada henti.
[ Bi bagai mana ini, ?" ] pesan Norma.
[ Bi kamu di mana ?" ]
[ Bi jemput aku ]
__ADS_1
masih banyak lagi pesan dari Norma, tapi todak di gubris.