
" Bersyukur, karena saya sudah tidak perlu repot menunggunya sampai berhari -hari menunggunya masa haid, dan dia lumpuh, aku bisa lebih leluasa dia bergerak dengan gaya apa saja " kata Abi.
" Jadi menurutku, tidak ada alasan untuku berpoligami, jika anda ingin mendaparkan keturunan jangan dengan saja, mungkin suaraku bagus, tapi otaku kosong !" jelas Abi.
" Aku mohon Abi, teroma Almira sebagai isteimu, Almira akan menerima semia kekuranganmu " tangis umi tergugu memohon pada Abi.
" Tidak umi, bukankah Abi sudah bilang, kalau ini jawaban dari allah " kata Abi.
" Bi. apa kau tidak kasihn sama umi, jika kau tidak bisa menikahi Almira, abah akan nikah lagi, karena Sitta tidak bisa memberi cucu laki - laki, dan Sitta sekarang jadi janda, sedang Anmad dan Aisyah sampai sekarang belum di anugrahi juga" kata umi Rifa.
Abah memandang tidak setuju dengan tuduhan umi.
" Bi umi mohon, sekali ini saja ! " kata umi Rifa
" Cucu laki - laki dan perempuan itu sama saja, tinggal kita yang mendidiknya, dan perlu umi ingat, dalam rumah tangga, anakvadalah bonus, jika kita sudah baik dan bisa menyikapi pasangan kita maka itu yang berhasil, itu menurut Abi, tidak perlu menghancurkan ke bahagiaan orang lain!" jelas Abi.
" Abi umi mohon, sedang Aisyah, dia tidak kunjung hamil juga, berilah kesempatan, untuk Almira jadi pendamping yang baik untukmu, bukankah Ais tidak sepadan denganmu " jelas umi, Abi menahan emosi.
" Maaf umi, Ais adalah wanita terbaik yang aku punya, jodoh tidak perlu satu jurusan atau ke cocokan, cantik dan tampan, pasangan hanya bisa menyeimbangkan dan mengerti apa yang kita mampu beri " kata Abi.
" Seharusnya sesama wanita, umi juga harus tahu, bagai mana rasanya di madu bukanya malah mengorbankan kaumnya " jelas Abi.
" Berhijab lebar bukan berarti menggambarkan aklak yang mulia, dia rela anaknya di jual dengan pria beristri dengan kedok, ingin memiliki keturunan " kata Ais. mata umi membulat sempurna.
" Tutup mulutmu !" bentak umi, tapi abah menahan umi yang akan maju menyerang Ais, situasi semakin memburuk Abi ahornya pamit.
" Abi permisi abah umi, terima kasih atas semuanya, Abi takut situasi semakin tidak kondisif !" kata Abi.
Lalu Abi beranjak berdiri. dan menyalami keduanya.
__ADS_1
Tanpa di sangka abah mengejar Abi.
" Abi, maafkan umi mu, karena telah memaksakan kehendakmu, abah tahu kau pria yang setia " kata abah.
" Tidak apa abah !" jawab Abi masih dengan senyum.
" Bisa kita bicara empat mata ?" kata abah. Abi mengangguk.
" Ayu. . !" panggil Abi.
" Ya mas !" Ayu lari tergopoh - gopoh.
" Jaga Ais sebentar, jika ada yang jahati di tolong, jangan malah di vidio " kata Abi.
Ayu mengangguk tersenyum merasa bersalah.
" Hu hu hu. . !" tangis abah di depan Abi. membuat Abi srmakin bingung.
" Benar kata Ahmad, kita kalah denganmu dalam mendidik istri " kata abah.
" Tidak abah, abah dulu inspirasiku, yang mau menerima umi, yang masih belia, yang hidup di rumah bordir " kata Abi.
" Tapi abah kalah Abi, umomu, kini ingin pisah dengan abah, hingga berbagai cara umimu lakukan abah turuti " kata abah membuat Abi terkejut.
" Maksud abah ?" tanya Abi.
" Umimu bertemu mantanya lagi, umi ingin kembali padanya, abah tidak ingin dia berzina hingga, dia menginginkan kamu jadi menantunya abah turuti, dan dia merendahkan Almira abah sebenarnya tidak terima, dia begitu terobsesi denganmu " kata abah.
" Abah, istriku keras, apa abah rela jika Almira akan jadi korban Ais, lihat abah pipi Abi, ini karena emosi Ais, dia harimau jalanan yang berhati malaikat abah, jadi aku tidak bisa menduakanya " kata Abi.
__ADS_1
" Iya abah tahu, cintamu begitu besar dengan istrimu, abah juga tidak memaksa " jelas abah.
" Bah jika umi ingin pisah, kenapa tidak abah kabulkan saja !" kata Abi membuat mata abah membulat sempurna.
" Abah tidak mau umi sesat lagi seperti dulu " kata abah.
" Apa abah tidak takut, mental anak abah rusak, srperti tadi umi memaksa Almira agar menikah denganku, dan jika abah sudah cerai, maka dosa yang di tanggung umi bukan salah abah lagi, tugas abah telah usai, mendidiknya, tapi yang di didik tidak atau belum bisa berubah " kata Abi. abah menimang perkataan Abi.
" Biarpun kau menolak Almira abah minta, kau masih mau meluangkan tenagamu untuk menjadikan penerus masa depan kiroati, di pesantren PHBS ini, abah harap kau mau " kata abah.
" Insya allah, abah, karena aku tidak mau Ais salah paham lagi, mungkin tidak hanya wajah Abi, tapi nyawa Abi yang melayang " kata Abi.
" Bicaralah baik - baik, siapa yang akan membantu abah, paling tidak seminggu sekali, kalau ini permintaan abah bukan umi mu !" kata abah.
" Insya allah abah !" kata Abi
Setelah obrolan selesai Abi pamit, dan menghampiri Ais. ia dapati Ais tidak ada di tempat, Abi terlihat panik ia takut istrinya di bully lagi, lalu Abi mengeluarkan ponselnya menelpon Ais. dan ternyata Ayu yang angkat.
" Mbak Ais masih di kamar mandi mas, dirimu jemput saja ke sini " kata Ayu.
" Ais !" panggil Aisyah, saat Ais keluar kamar mandi.
Ais hanya buang muka.
" Dek !" panggil Abi, Ais menanggapi dengan senyum.
" Ustadzah Aisyah, maaf ustad, istri saya kurang sehat, kadi kita akan segera pulang " kata Abi pamit. Aisyah hanya mengangguk pasrah.
Sedang gus Ahmad keluar, saat Ais memandang punggung Abi keluar.
__ADS_1
" Jangan bersedih, kita datangi ke rumahnya " kata Ahmad.
" Maafkan Aisyah mas, Aisyah sadar Aisyah banyak salah, hingga sengaja menyakiti wanita