ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Ais melahirkan


__ADS_3

AIS MELAHIRKAN


*******


" Tapi kamu di sana kerja srabutan tidak khusus, kalau ibu kerepotan melayani pelanggan, mengantar ibu ke pasar, atau mengantar pesanan pelanggan. Dan rencananya setelah Ais lahiran, kita akan mendirikan cafe, jadi kamu nanti tambah ribet Za. bagai mana Za ?" tanya Abi.


" Tidak masalah, aku juga seneng kalau kalian juga mau mendirikan Cafe. . !" kata Reza


" Kalau masalah gajihnya, kita hitung harian aja ya ? lagian kita juga sahabat " kata Abi sambil menaik turunkan alilnya meledek Reza.


" Sahabat sih sahabat. tapi jangan gitu juga kali " kata reza.


" Ha ha ha ha . . !" tawa mereka.


" Okey kalau harian tidak masalah, itu malah kebetulan Tapi bukan harga sahabat " kata Reza.


" Ha ha ha . .! " tawa mereka pecah lagi.


" iya . iya bro, bercanda kali. " kata Abi.


" Dek kamu igin anak cowok apa cewek ?" tanya Abi pada Ais.


" kalau di kasih pinginya anak pertama itu cowok kak tapi kalau di kasih perempuan aku juga tidak akan menolaknya " kata Ais


" Sayang nanti kalau melahirkan kamu pilih normal atau caesar ?" tanya Abi pada Ais.


" Kalau tidak ada halangan, aku pingin normal saja kak " Ais yang menjawab.


" Katanya orang itu enak caesar dek, suami tidak seberapa kepikiran ?" jawab Abi ingat cerita tukang martabak dulu.


" Kak Ais pingin jadi wanita yang sesungguhnya, melahirkan dengan normal, bukanya meninggal saat melahirkan itu yang di nanti setiap wanita, itu bisa di katakan mati shahid ? " kata Ais.


" Tapi kakak belum siap kamu tinggal dek, kakak belum puas hidup dengan kamu " kata Ais.


" Kak kita hanya bisa berencana allah yang menentukan " kata Ais menasehati Abi.


" Temanin kakak sampai tua, kita besarkan anak kita bersama - sama ya ?, jangan bilan gitu lagi ya, jangan bikin nyali kakak ciut " kata Abi sambil menyiumi tangan istrinya.


" Ya sudah kakak malam ini pingin lihat dedek bayinya " Kata Abi sambil memainkan tanganya dan menggelitik Ais.


" Ah kakak genit " senyum Ais.


" Tapi kamu mau kan ?" kata Abi.


Aispun mengangguk.


" Tapi jangan keras - keras ya ? , sudah tidak enak karena perutnya sudah gedek " kata Ais memperingatkan.


" Okey sayang, kakak orangnya lembut kok " kata Abi sambil menoel pipi istri kecilnya.


" Hoek, lembut katanya " sambil mengejek suaminya.


" Sudah ayok " tarik Abi ke dalam selimut.


Malam ini Ahirnya mereka bermain di dalam selimut.


********

__ADS_1


Hari yang di tunggu - tunggu telah tiba, hari perkiraan melahirkan Ais telah mendekati.


Pada siang hari. Abi masih di warungnya, tiba - tiba, Abi mendapat telepon dari mbok Darmi.


" Hallo nak Abi ?, Neng Ais kontraksi ? " kata mbok Darmi dari sebrang telepon dengan nada panik.


" Apa . . . Ais kontraksi ?" kata Abi menjelaskan.


" Iya nak, ini anaknya " kata mbok Darmi sambil memberi teleponya pada Ais.


" Kak pulang, perutku sakit banget . . ! " kata Ais dari seberang telepon.


" Iya sayang, kakak akan segera pulang " jawab Abi dengan terburu - buru dan menutup teleponya.


" Buk Abi pulang dulu . . !" teriak Abi sambil jalan dan segera menunggangi sepeda motornya.


" Iya Abi nanti obu menyusul setelah menutup warung " jawab ibunya.


" Hati hati Bi. . . ! " teriak ibunya.


Sesampainya di rumah, Abi langsung membawa Ais ke klinik. swsampainya ke klinik, Abi semakin panik saat Ais di priksa oleh dokter.


" Ini anak pertama ya pak, ? mangkin ini masih agak lama lagi, karena masih pembukaan lima " kata dokter.


" Terus, apa bisa di percepat dok ?" tanya Abi pada dokternya dwngan nada panik.


" Kita berdoa saja pak semoga pembukaanya cepat genap " jawab dokternya.


" Kalau ingin cepat lagi, pakai oprasi caesar aja pak.. ?" dokter menjelaskan.


" Maaf pak, sepertinya istri saya tidak mau " kata Abi.


" Baik dok" kata Abi sambil menganggukan kepala.


" Assalamualaikum ?" Ibu Dwi datang dan segera mencium kening menantunya.


" Waalaikum salam " jawab Abi dan Ais bersamaan


" Ibu ehhh " saat Ais ingi berbicara pada ibu tiba - tiba perutnya sakit lagi.


" Sabar ya nak ya, ? inilah perjuangan ibu " kata bu Dwi.


" Iya bu " jawab Ais dengan keringat dingin.


" Apa anak ibu merepotkanmu ? " kata bu Dwi.


" Dikit buk " jawab Ais.


" Abi jangan kau terlalu panik, berilah semangat pada Ais" kata buk dwi pada anaknya.


" Iya buk " Abi menahan agar tidak panik.


" Ya sudah ibu cari makan dulu, sepertinya Ais belum makan dari pagi, biar tambah tenaga juga " pamit bu Dwi.


Setelah bu Dwi pergi, Abi berganti posisi di sebelah bagian kepala Ais, sambil komat kamit membaca do'a,dan meniupnya di kepala Ais.


Sedangkan Ais jikalau kontraksi meremas tangan Abi, ataupun menggigitnya, Abi hanya bisa menahanya dengan meringis.

__ADS_1


Dokterpun swbentar - bentar, meenengok Ais.


" Alhamdulilah mas, ini pembukaanya sudah mau genap " kata dokter.


" Ini termasuk bukaan cepat mas untuk anak pertama " sambung dokter yang satunya.


" Alhamdulilah " kata Abi.


" Kita tinggal nunggu satu jam lagi, insya allah akan segera lahir " kaya dokternya.


Bu Dwi sudah datang segera menyuapi Ais, agar tambah tenaga.


" Bagai mana Bi kata dokternya ?" kata bu Dwi pada Abi.


" Insya allah satu kam lagi buk " jawab Abi.


" Ya sudah ibu keluar dulu yah semoga lancar " ibu Dwi keluar, sebelum keluar, tidak lupa mencium kening menantunya.


Setelah ibu Dwi keluar dokter segera masuk keruanganya Ais, dan segera menangani Ais, sedangkan Abi masih setia menemani Ais, selalu memisikan do'a di telinga Ais.


Waktu yang di tunggu telah tiba pembukaan telah genap. dokter segera mengarahkan Ais agar mengatur nafasnya, swdangkan bu Dwi Yang di depan Ais terlihat tegar, ternyata di depan diapun ikut panik.


Huaaak. . . !


Huaaak. . . !


Huaaak. . . !


Terdengar tangisan bayi membuat hati buk Dwi mukai tenang.


" Alhamdulilah ya allah cucuku sudah lahir " kata bu Dwi.


Setelah tim medis telah membersihkan bayinya segera memberikan pada Abi untuk di adzani.


" Allahu akbar allahu akbar. . . ! "


" Allahu akbar allahu akbar. . .!" dan seterusnya,


" Selamat ya mba, bayi anda perempuan cantik mungil seperti matanya seperti ibunya hidungnya seperti ayahnya dan dalam keadaan sehat" kata dokter dengan senyum ramah.


" Alhamdulilah makasih dok" jawab Ais.


" Kak Abi aku pingin lihat putri kita " sambil menarik tangan Abi yang masih menggendong bayi.


Setelah beres. dokter keluar dari ruanga Ais.bu Dwi sehera menghampirinya.


" Bagai mana kondisi cucu dan menantu saya dok ? " tanya bu Dwi.


" Alhamdulilah sehat semua buk cucu anda perempuan cantik, sekarang sudah boleh di lihat" kata dokternya.


" Trima kasih dok " kata bu Dwi dengan gembira.


Bu Dwi masuk bersama reza karena tadi dia ke rumah sakit di antar reza.


" Hai bro, selamat ya ?" kata reza pada Abi dan Ais.


" Trima kasih bro, telah launching Abimanyu junior versi cewek " kawab Abi dengan nada bercanda.

__ADS_1


" Ha ha ha ha ha. . ! tawa keduanya.


__ADS_2