
" Ya buk " jawab Farhan dan Ayu. Ayu keluar dengan membawa jus dalam nampan.
" Yu kamu kok mau sih jadi pembantu di rumah teman sendiri ?" tanya Aisyah.
" Maaf ustadzah, saya di sini bukan pembantu atau asisten rumah tangga, saya di sini masih teman mas Abi, dan mbak Ais, mereka hanya menyuruhku, meringankan beban mbak Ais, dan mbak Ais bilang kalau saya bukan ART ataupu pembantu. Mereka memperlakukanku seperti dirinya, makan semeja, mbak Ais perawatan akupun perawatn, hanya bedanya saya di beri upah " jawab Ayu.
" Ya !" kata Aisyah terputus.
" Kadang orang yang kita nilai rendahan ternyata dia lebih tinggi, karena beliau, lebih meninggikan orang lain, juga sebaliknya, kadang yang kita nilai tinggi dia rendahan karena, dia selalu merendahkan orang lain " jawab Ayu saat Ayu tahu kalau Aisyah, akan merendahkanya, dan Ais.
" Om Abi di panggil ayah !" panggil Arief. Semua lari ke belakang.
" Ini semuanya gi mana Bi ?" tanya Jay, yang ada,di depan kandang ayam.
" Di sembelih lah bang, masa di keloni !" jawab Abi.
" Emang ayam kampus mas Abi !" teriak Rayyen.
" Ciye. Yang sudah kenal ayam kampus !" ejek Abi.
" Ha ha ha !" tawa semua.
" Kebetulan di sini ada para gus, jadi yang nyembelih mereka, Abi tidak boleh nyembelih, karena istrinya lagi hamil, entah mitos atau fakta, yang penting kita ikuti " kata Jay. Saat para gus sibuk nyembelih ayam.
" Bukankah itu gus Rayyen, dan gus Ikbal wah ternyata, lebih tampan dari pada di dunia maya ya !" seru seorang gadis pada temanya. Sampai di ajak foto, Rayyen dan Ikbal yang masih sibuk menyembelih ayam, dan membersihkan masih bersimbah darah, membuat gaya lucunya.
" Nikmati, saya sudah pernah, resiko jadi orang tampan " kata Abi.
" Ha ha ha " gelak tawa. Fatimah ikut gabung para ibu - ibu membuat bumbu, untuk selamatan untuk kemenangan Zha yang pulang membawa nama baik. Aisyah, ngobrol dengan Ais,
" Kenapa tidak ketring saja mbak ?" tanya Aisyah pada Ais.
" Ketring memang lebih ringan biaya dan tenaga ustadzah, tapi kebudayaan kita tertinggal, untuk kebersamaan, kumpul bersama para tetangga " jawab Ais.
" Apa tidak takut nanti bisa menimbulkan ghibah, karena ada perkumpulan " kata Aisyah.
" Yang penting niat kita baik, dan menjalin silaturahmi Jika tidak ada acara seperti ini, mereka pada sibuk mencari duniawinya sendiri " jawab Ais, ternyata Aisyah kalah pintar dengan Ais.
Setelah acara mereka pulang.
" Ternyata mbak Ais asik juga ya !" kata Fatimah.
__ADS_1
" Kapan ya mas, kita punya rumah seperti Abi !" kata Aisyah pada Ahmad. " Kita berusaha, dan ber do' a. Semoga segera tercapai !" kata Ahmad sambil mengelus kepala istrinya.
Walaupun Ahmad di jodohkan dengan Aisyah, tapi Ahmad, sangat menyayanginya, dan pesan Latif, yang selalu dia ingat, jangan pernah sakiti hati wanita apa lagi menduakan.
" Emang apa mas usaha Abi ?" tanya Aisyah. " di kota ini buka tiga restauran, di Bali, ke marin tiga, dan yang di kampung adiknya dua, itu cerita Farhan, Ais punya sendiri toko buku hingga Farhan di tawari untuk, mengurus yang di Bali, kalau yang di sini, sudah sahabatnya sama keponakanya yang tadi " cerita Ahmad.
" Katanya istrinya tidak bisa masak ?" tanya Aisyah.
" Itukan dulu, tapi Abikan pintar masak, dari pesantren dulu " kata Ahmad dan dia angguki Aisyah.
[ "Mas bagaimana mendapatkan type wanita seperti mbak Ais ?"] tanya Rayyen lewat pesan.
[" Kau mau jadi pebinor juga seperti kakakmu " ] balas Abi.
[" Tidak mas, aku terinspirasi dari mas Abi, karena aku naksir, wanita yang karakternya hampir sama, sama mbak Ais !"] jawab Rayyen.
[" Oh !"] balas Abi.
[" Mas jawab dong ?"] kata Rayyen.
[" Oh !"] balas Abi lagi, membuat Rayten sedikit emosi.
[" Cari kelemahanya Rayyen, jika istriku, dia tidak mendapat kasih sayang dari keluarganya, maka ku minta pada keluargaku untuk menyayanginya, agar dia luluh padaku !"] kata Abi.
[" Itu tergantung kamu cara mendidiknya, dan harus kamu ingat, wanita seperti itu, jangan pernah kau sakiti, oleh penghianatan, maka hidupmu akan hancur, karena dia tidak hanya main perasaan tapi juga main fisik, wanita seperti itu, tidak pernah gila harta, kau tahu Ais, dia rela makan hanya dengan nasi dan garam, sedang lauknya hanya untuk aku dan ibu, saat kita masih merintis bersama "] kata Abi.
[" Lalu mas ?"] sambung Rayyen.
[" Jika dia merendah, maka jangan percaya, karena di balik dia merendah ada hati suci di dalam dada !" ]balas Abi.
["Cotohnya ?"] tanya Rayyen.
[" Saat dia mengaku tidak perawan, itu hanya ingin menguji dirimu, karena aku pernah di bohongi Ais, katanya dia sudah hamil, sedangkan aku hanya pernah mencium nya. Dan ternyata di malam yang pertama, dia pingsan hanya karena syok di sentuh laki - laki "] kata Abi.
[" Terima kasih mas "] balas Rayyen
" Siapa kak ?" tanyaAis yang melihat Abi senyum sendiri.
" Urusan pria " kata Abi santai.
" Mau poligami ?" tanya Ais.
__ADS_1
" Mana berani aku poligami, takut mati anak orang !" kata Abi.
" Apa kau pikir, aku sejahat itu ?" tanya Ais.
" Salah ngomong lagi ya allah !" gumam Abi sambil mengelus dada.
Ais menarik selimut dan tidur.
Di tengah malam terdengar gedoran dari atap rumah.
" Kak, seperti ada sesuatu !" kata Ais menggoyangkan tubuh Abi yang tertidur dengan tangan melingkar di perut Ais.
" Ada apa dek ?" tanya Abi.
" Perasaan Ais tidak enak kak, kita sholat tahajud yok meminta perlindungan pada sang kholik ?" ajak Ais.
" Iya dek hawanya panas " kata Abi lalu bangkit menuju kamar mandi dan mengambil air wudlu.
Sholat belum selesai terdengar teriakan dari luar.
" Tuan, pak Abi Intan dan Ega pak Abi !" Menik menggedor pintu.
Setelah salam Ais dan Abi lalu menuju ke kamar anaknya.
" Ya allah dek apa yang kau kuatirkan terjadi, ada yang mengirim makluk jahat kesini !" kata Abi saat melihat Intan dan Ega melotot matanya tanpa sadarkan diri.
" Zha bantu ayah, bacakan surat an nas nak, dek kau telepon abah, kalau tidak Gus Ahmad " terang Abi.
Ais berangkat tanpa protes, sedang Abi masih menyadarkan anaknya.
" Alhamdililah " kata Abi saat anaknya sudah mulai memejamkan mata dan pengaruh sihirnya berkurang.
Suara motor menderu di halaman,
" Bagai mana Bi ?" tanya Ahmad, setelah mengucap salam.
" Bersihkan gus, saya sebagai ayahnya tidak bisa, seperti apa yang di katakan pepatah, manusia tidak bisa menghilangkan debu di matanya sendiri " kata Abi.
" Baiklah " kata Ahmad, membersihkan pengaruh ilmu hitam dalam tubuh anak - anak Abi sampai mengeluarkan keringat.
Setelah selesai.
__ADS_1
" Ini incaranya adalah istrimu, tapi isteimu cepat tanggap, makanya lari ke tubuh yang masih polos " kata Ahmad.
" Makasih gus !" kata Abi.