
Tiga anak perempuan
****************
Waktu terus berjalan, Abi dan Ais, sudah mulai membangun usaha di tempat Risa dan Rita adiknya.
Ais yang menjadi dalang dari usahapun harus terus berpikir.
Pagi itu Ais merasa mual pusing dan tidak nadsu makan, membuat ibu Dwi dan Abi panik, dan tambah lagi, harus ribet mengurus anak - anak. karena yang biasa mengurus anak - anak Ais.
" Dek, , , ! kita ke dokter yok ?" ajak Abi.
Ais mengangguk, tapi saat berdiri Ais merasa badanya berat dan pusing mendera.
B r u g h t. . !
Ais tumbang , pingsan ke lantai, Abi yang panik langsung memapah istrinya ke mobil.
Sesampai di rumah sakit Abi panik luar biasa. dan menelpon Reza.
" Za bisa ke rumah sakit sekarang ? " kara Abi saat telepon di angkat.
" Asa apa Bi, siapa yang sakit ?" tanya Reza.
" Ais tiba - tiba pingsan, tidak biasanya dia pingsan sekarang dia masih di periksa dokter, aku sendirian jadi bisakah kamu temani aku ?" tanya Abi.
" Tentu bisa, tunggu aku ?" kata Reza.
Tut
ponsel di matikan.
Abi dan Reza menunggu dokter keluar.
Ceklek
Pintu di buka oleh dokter.
" Bagai mana dok keadaan isrri saya ?" tanya Abi yang penasaran.
__ADS_1
" Selamat pak, istri anda hamil " kata dokter sita, karena terlihat dari papan namanya sambil mengulurkan tangan menjabat tangan Abi.
" Alhamdulilah, trima kasih dok ?" kata Abi.
" Kondisi ibunya sangat lemah " pernyataan dokter Sita.
" Tapi tidak perlu tang ada di kuatirkan, hanya jangan terlalu capek dan banyak pikiran saja, Emang anak keberapa pak ? " jelasnya.
" Anak ke empat !" jawab Abi.
" Saya kira anak pertama, karena ibunya masih muda san masih cantik lagi " goda dokter Sita " Apa sebelumnya mempunyai riwayat keguguran atau lahir prematur ?" tanya dokter Sita.
" Tidak dok, sebelumnya Ais hamil lahir tepat waktu, dan kondisinya tidak selemah ini " cerita Abi.
Dokter Sita berpikir dan pergi, Abi meminta izin untuk menemui Ais yang belum siuman.
" Kamu Bi, sudah anak ke 4 masih panik saja ?" ungkap Reza.
" Pasalnya ini beda sari ketiga anaku !" kata Abi.
" Mungkin ini laki - laki Bi ?" kata Reza.
" Ais sepertinya banyak pikiran Za ?" kata Abi.
" Mungkin mikirin Lula yang sekarang berusaha deketin kamu lagi " kata Reza.
" Jangan ngacok kamu, aku tidak akan tergoda sama dia, kalau di bandingin sama Ais lebih banyak Ais " kataAbi.
" Yah kau tahu sendiri Lula, dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginanya ?" kata Reza.
" Aku masuk dulu Za " kata Abi.
Reza mengikuti Abi dari belakang
" Ais, apa yang kamu pikirin sayang, kenapa kamu tidak cerita ?" tanya Abi pada Ais yang masih terbaring.
Ais membuka matanya berlahan.
" Kak Abi, di mana kita, kenapa kepalaku pusing ?" tanya Ais.
__ADS_1
" Kamu hamil lagi sayang, , ,! Terima kasih sudah mau jadi ibu dari anak - anak aku ?" kata Abi antara haru dan sedih.
Ais di larang apapun oleh Abi, Abi tidak mau kalau Ais kelelahan, tanpa persetujuan Ais, Abi mencari baby sister anak - anaknya.
" Tugas kamu hanya mengurusku sayang " kata Abi saat Ais protes, karena merasa jenuh.
" Tapi kak ?" tanya Ais.
" Sekarang kak Abi mau tanya ?" kata Abi yang jongkok di depan Ais yang duduk di ranjang, sambil memegang tanganya..
" Apa ?" tanya Ais yang penasaran.
" Apa yang kau pikirkan, sampai kamu hamil bisa selemah ini sayang ?" tanya Abi.
Ais menitikan air mata.
" Katakan, kak Abi tidak akan marah " kata Abi.
" Aku kangen kedua orang tuaku kak, selama kita menikah, kita belum pernah ke sana, walaupun aku sering kirim uang, tapi dia tidak pernah menanggapinya, jangankan berterima kasih, menghubungi Ais pun tidak pernah. walaupun Ais tidak berharap terima kasih darinya. Ais hanya ingin mendapat pengakuan sebagai anak " kata Ais.
" Kalau gitu kita rencanakan kita ke sana ya ?" kata Abi.
" Apa Ais anak yang sehina itu, Ais tidak berani kesana kak, anak Ais perempuan semua, pasti Ais tambah di kucilkan tambah di hina kak sedang mbaku sudah punya anak perempuan " tambah Ais
" Jangan pernah salahkan anak, anak adalah titipan, asal Ais tahu antara anak laki maupun perempuan, itu sering ikut nasabnya, dan seorang wanita hanya menerima bibitnya saja, jadi jangan salahkan diri kamu sendiri karena belum punya anak laki - laki, itu karena kak Abi, yang belum bisa kasih bibit kamu anak laki - laki kamu tahu, punya anak perempuan berjumlah tiga, jaminanya adalah syurga "
" kau dengarkan kak Abi ya ?
Jabir Ibnu Abdullah, berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, memberinya tempat tinggal, menyayanginya dan menanggungnya maka dia pasti mendapatkan syurga"
Siapa yang memiliki 3 anak perempuan, lalu dia bersabar, memberinya makan dan minum, dan pakaian dari hasil usahanya, maka semuanya akanmenjadi pelindungnya pada hari kiamat”. (HR Ibnu Majah).
Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan?
Pelindung dari Api Neraka
Pasalnya, kehadiran anak perempuan bisa menjadi pelindung di akherat dari api neraka sesuai dengan hadist berikut; “Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi pelindung baginya di neraka”. (HR Ahmad) "
" Maafkan Ais kak, ku kira kak Abi akan menuntut Ais untuk memberi anak laki - laki " tutur Ais.
__ADS_1
" Walaupun anak yang kau kandung ini anak perempuan, kak Abi akan menerimanya, berarti allah lebih peecaya pada kita untuk mengurus anak perempuan. tapi yang kak Abi mintak kamu sehat sayang . " kata Abi sambil mengelus kepala Ais dan menyiumya.