
" Tuh yah, sudah di tunggu, ayahkan lebih takut kehilangan Vino dari pada kakak " kata Zha sambil berlalu pergi, dan mendorong sepedanya.
" Abi kamu apa tidak tahu ini sudah siang, Vino telat " kata Norma keras.
" Keluar, keluar kamu !" bentak Abi membuat Norma takut.
" Maaf Abi, aku hanya tidak ingin Vino telat " kata Norma menunduk.
" Keluar, apa kau tuli, itu tempat Ais, " bentak Abi.
" Tapi Ais tidak ada " kata Norma.
" Seharusnya kau menjaga sesama kaumu, apa lagi dia adik kandungmu sendiri, " kata Abi.
Nurma turun dan naik di bangku belakang. Abi mengemudi mobil ugal - ugalan tanpa menginjak rem, Norma dan Vino ketakutan. " Om Vino takut. " teriak Vino.
" Cukup, Abi aku tidak mau mati " kata Norma.
Abi diam tidak meanggapi teriakan mereka berdua dan mengerem mendadak.
" Silakan keluar, karena aku tidak butuh kalian, jika aku mati biar aku mati sendiri " kata Abi.
" Hu hu hu, om Abi jahat !" tangis Vino.
" Hidupku sudah hancur Norma, bawa pergi anakmu !" teriak Abi frustasi.
Tapi Norma tidak bergeming dan masih naik di mobil. Abi melanjutkan mobilnya dan sampai di sekolah Vino. Lalu kembali, mengantar Norma ke resto, dan pulang, pikiranya hanya Ais, Sesampainya di rumah Abi hanya mendapati ibunya dan mbok Darmi, di kamar, Ega yang baru selesai mandi dengan susternya mbak Menik.
" Ayah " panggil Ega, lalu Abi meraih Ega dari gendongan susternya.
" Ke mana nona Ais sus ?" tanya Abi, susternya lebih tua makanya lebih memanggil nona.
" Nona Ais ke rumah sakit, karena Intan mimisan lagi " kata Suster.
" Dari tadi ?" tanya Abi. Suster mengangguk. Abi lalu keluar dan menyerahkan Ega pada ibunya.
" Istrimu, belum sempat sarapan ini bawa kalau ingin menyusul " kata bu Dwi. " Dia naik apa buk ?" tanya Abi.
" Naik motor sportnya dan Intan di gendongnya, karena panik, dan tidak sempat pesan taxi " cerita buk Dwi.
Suara deru mobil di depan halaman dan dan di susul suara motor sportnya, Abi langsung menuju pontu, apa uang terjadi.
" Terima kasih ya om, boneka, dan coklatnya !" kata Intan pada pria di dalam mobil sedang Ais, menyambutnya dengan senyum manis.
"Terima kasih Sen " kata Ais dimanis - manisin, karena melihat Abi pasang wajah cemburu.
" Ya, lain kali, jangan di ajak naik motor lagi, kalau ada perlu telepon saja " kata Seno.
Ais mengangguk. Setelah di tawari mampir, tapi Seno menolak karena masih ada jam kerja.
__ADS_1
" Adek ! " panggil Abi dengan nada emosi.
Ais langsung menyuruh Intan ke dapur sama neneknya.
" Buk, titip Intah " kata Ais pada buk Dwi.
Lalu buk Dwi meraih Intan yang masih bawa boneka kecil dan beberapa coklat.
" Ada apa kak ?" tanya Ais dengan nada datar.
" Kau anggap aku apa Ais, kenapa tidak kasih kabar aku, aku ini masih suamimu, ayahnya Intan " kata Abi
" Apa aku harus menunggu anakmu sekarat, karena menunggumu ?" kata Ais.
" Seorang istri, tidak pantas satu mobil dengan peria lain, yang bukan mahrom, " jelas Ais.
" Tapi seorang suami, pantas, duduk berdampingan dengan wanita lain yang bukan mahrom di dalam mobil ?" kata Ais membalik kata - kata Abi
" Aku !" kata Abi terpotong,
" Seno hanya menolong Intan, untuk sementara, Seno yang menggantikan dokternya Intan yang pergi bulan madu, dan dia tidak tega, melihat Intan saya gendong naik sepeda motor, makanya dia sebagai dokter yang bertanggung jawab, dia mengantarku " jelas Ais.
" Tapikan banyak asisten sih dek, kenapa harus Seno ?" tanya Abi.
" Jadi intinya kak Abi cemburu? Kak, semua orang berkerja, dan dia ada waktu senggang, Ais baru sekali loh kak, di antar Seno, duduk depan juga Bersama Intan, sedang kau, meratukan Norma, dan membiarkan putrimu menggoes, sepedanya sendiri !" kata Ais.
" Dek. . !" panggil Abi.
" Aku hanya pusing tidak sakit !" kata Ais.
Ais berjalan ke arah dapur, dan melihat Lula sudah ada di kursi meja makan sambil menggoda Intan.
Ais hanya diam, dan mengambilkan nasi pada Abi, seperti cari masalah, di isinya banyak sekali. Ais merasakan mual pada perutnya, seperti di aduk - aduk, lalu lari ke kamar mandi.
" Kamu kenapa dek ?" tanya Abi sambil menijit leher belakang Ais. Ais hanya menggeleng.
" Kita periksa yok ?" tanya Abi. Ais juga menggeleng.
" Mungkin masuk angin kak, !" kata Ais.
" Ya sudah istirahat, nanti kak Abi antarkan makanan ke kamar " kata Abi.
...****************...
Ke esokan harinya Seno dengan santainya ngapel ke tempat Ais.
" Happy valentine day !" kata Seno saat Ais membuka pintu.
Seno mengulurkan karangan coklat yang di modifikasi yang indah, dengan model beberapa coklat.
__ADS_1
" Siapa dek. . !" teriak Abi dari dalam, dan menuju pintu.
" Kamu !?" kata Abi saat melihat Seno di pintu.
" Ayo masuk dulu !" kata Ais ramah. Seno masuk dan duduk di sofa.
" Hai, bukankah kamu Seno " kata Norma yang baru keluar Seno memutar bola mata malas.
" Patner ranjang masa lupa !" kata Ais.
" Cukup Ais !" bentak Seno.
" Beraninya kamu bentak istriku !" teriak Abi.
" Maaf. . !" kata Seno.
" Kamu kok di sini Nor ?" tanya Seno.
" Biasa dia kan selalu, cari sisaku !" jawab Ais.
" Ais kamu !" kata Norma mengepalkan tanganya.
" Bukankah seperti itu Norma, makanya bapak membedakan aku dan kamu, kamu di jamak pria di hutan bapak tidak marah, coba kalau saya, kalau pria datang tidak bawa uang, pasti bapak marah, karena aku dan kamu memang mahal aku Nor !" kata Ais, Norma menahan jengkel.
" Dek istigfar !" kata Abi.
" Kalau mau selingkih istigfar tisak kak ?" tanya Ais, Abi geleng kepala, yang sekarang isteinya sungguh menguji ke sabaranya.
Setelah obrolan berbasa basi, Seno pergi.
" Dek !?" panggil Abi.
" Emm ," jawab Ais. Aku kangen Aisku yang dulu, ceria, yang menghadapi pelakor dengan elegan, kenapa kita tidak berkerja sama seperti dulu !" kata Abi, bernegosiasi pada Ais.
" Ha ha ha, dari dulu Ais hadapi sendiri kak, tapi sekarang Ais sudah lelah, jadi terserah kak Abi kalau mau ikut pelakor " kata Ais.
" Kita perbaiki ya, pernikahan kita, kak Abi akui, kak Abi salah, melalaikanmu dan anak - anak !" kata Abi.
" Oke, kita jalani sebulan ini, kalau kak Abi masih tetap, maaf, lebih baik Ais, menyandang status janda " kata Ais.
" Kau . . !" kata Abi terpotong lagi.
" Status janda bukanlah hina, tapi dari pada sang pelakor !" kata Ais, berlalu pergi ke kamar Intan.
**
Ais pergi keluar, saat Abi di resto, dia mengecek, badanya, yang ahir ini sering sakit.
" Apa dok, aku hamil lagi ?" tanya Ais terkejut, memang setelah kuret itu dia, tidak pernah haid.
__ADS_1
" Ya buk, tapi kalau boleh saya sarankan jangan besarkan janin ibu, karena di rahim ibu, mengidap sebuah pernyakit xx, dan itu bisa membahayakan nyawa ibuk dan janin ibu, !" kata Dokter.
" Jadi dok ?" tanya Ais.