
" Farhan kau cantik sekali ?" kata Ais yang terbangun
" Ha ha ha !" tawa semua lagi.
" Jika kau perempuan Ayu pasti tidak laku, karena cantikan kamu " kata Ais.
" Ha ha ha ha !" tawa semua lagi.
Semua tertawa sampai keluar air mata, setelah semua tenang, Abi yang tadinya ingin berbicara menunda esok hari, tapi sekarang semua sudah bangun, tinggal anak - anak yang masih tidur.
Abi mengutarakan ke inginan abah Sukron. dan Ais meng iyakan.
" Mbak Ais, tapi gus Azzam sudah sangat keterlaluan !" kata Ayu.
" Bagai manapun juga, beliau pernah jadi gurunya kak Abi, mungkin ilmunya masih banyak yang di pakai kak Abi, dan dengan kita memenjaraka nya insya allah itu bisa buat pelajaran untuknya " kata Ais.
Abi mencium kening istrinya merasa bangga, dengan keputusan istrinya.
" Besok kita ke sana ya?" tanya Abi. Ais mengangguk setuju.
" Kalau gitu telepon abah Ridho sekarang Abi " kata Farhan. Abi mengambil ponselnya.
Dan betapa bahagianya abah Ridho.
Abi membawa Ais tidur di sebelah bu Dwi dan memeluknya.
Setelah mereka tertidur, bu Dwi memandang, anak dan menantunya tersenyum bahagia.
" Semoga ini ahir dari penderitaanmu nak " kata bu Dwi mengelus pucuk kepala Ais.
Pagi Abi telah siapbmengajak Farhan, dan juga Roy.
dan ke dua kakaknya. Sedang Ayu, yang mendampingi Ais.
" Mampir dulu kak, ke warnet !" kata Ais.
" Ada apa dek ?" tanya Abi.
" Mau print, surat pejanjian, di rumah tintanya habis !" kata Ais.
Abi menurut.
__ADS_1
Sampai di penjara Azzam seperti orang kesurupan, langsung bersujud, di kaki Ais.
" Maafkan aku, aku mohon lepaskan aku, aku sudah mendapat karmanya hu hu hu !" tangis Azzam.
Abi mengangkat tubuh Azzam.
" Maafkan aku Abi, aku merasakan begitu menderita di benci anak istri " kata Azzam.
" Gus, Abi juga merasakanya, di saat gus menyuruh Abi menikahi Nadia, itu tidak hanya membenciku, tapi mentalnya rusak, hingga aku harus bayar orang untuk mengawasinya, agar anak ku tidak tersesat, karena aku sadar dia keturunan Aisyah al fakih, yang hatinya keras " kata Abi.
" Tapi istrimu luar biasa, aku baru tahu dari Ahmad saat anak ku kemari, menceritakan, anak seperti Zha, sudah berprinsip, dan istrimu, ternyata yang membantu keluargaku selama ini !" kata Azzam masih berderai air mata.
" Aku akan membebaskanmu, asal kau tanda rangani surat perjanjian !" kata Ais.
" Apapun akan saya lakukan, walau harus jadi budakmu, asal aku bebas, dan kembali pada keluargaku !" kata Azzam.
" Sungguh, aku bahagia punya budak !" kata Ais.
Semua mata memandang Ais tidak percaya, terutama umi menghujam pada Ais.
Beda dengan Azzam, dia menunduk pasrah.
" Izinkan hamba meminta maaf dulu pada istri dan anak saya !" kata Azzam menunduk.
" Ha ha ha ! jangan tegang gitu !" kata Ais.
Semua masih memandang Ais.
" Jika aku manusia kejam, maka tidak akan aku tolong, anak jalanan, tidak akan aku usahakan mereka sekolah, dan tidak akan, ostrinya gus Azzam masih hidup, mungkin akan meregang nyawa, karena kekurangan biaya di rumah sakit !" kata Ais.
" Jadi benar apa yang di katakan putraku ?" tanya Azzam.
" Kalau kau pimpinan komunitas anak jalanan club !?" kata Azzam. Ais mengangguk.
" Maafkan hambamu ya allah, demi membela adik ku yang salah, hingga aku rela, mengorbankan orang yang sangat berjasa di keluargaku " kata Azzam.
Setelah, mencabut per bal, semua pulang, sedang Azzam langsung menuju ke rumah meetuanya, untuk menjemput istei dan anaknya, tapi kekecewaan yang di telan.
" Oh jadi abi sudah lepas, seharusnya abi mempertanggung jawabkan perbuatan abah, karena abi lebih pantas !" kata Reno putra Azzam, yang sudah masuk remaja.
" Reno !" panggil Alisha istri Reno.
__ADS_1
" Dek, mas mohon, kembali sama mas, mas minta maaf !" permohonan Azzam entah yang ke beeapa kali.
" Jika mbak Ais memaafkanmu dengan iklas, aku akan memaafkanmu mas !" tunjuk Alisha.
Azzam juga di usir oleh mertuanya, Azzam hingga putus asa, tapi Azzam tidak pulang ke rumahnya, dia pilih, di masjid dekat rumah orang tua Alisha.
Hingga seminggu, Azzam masih terus, ke rumah Alisha, tapi belum dapat jawaban.
Kini hari ke delapan Alisha menerimanya, walaupun, anak - anaknya nya belum sepenuhnya menerimanya.
Sedang abah Ridho masih terus mancaci, Nadia, karena ulahnya, kakak, pertamanya menderita.
Nadia putus asa, ia pergi ke rumah Ais, dan bersujud di kakinya,
" Maafkan Nadia mbak, mungkin allah sedang menghukum Nadia mbak !" kata Nadia berderai air mata.
Ais menyuruh Ayu mengangkat Nadia.
" Nadia akan berangkat ke Mesir, dan akan wisuda besok !" lamit Nadia.
" Mbak sudah maaf kanmu, tapi berjanjilah, jangan ulangi lagi perbutanmu, jangan usik ketenangan rumah tangga orang !" kata Ais.Nadia mengangguk memeluk Ais.
Ais memberikan beberapa uang untuk Nadia, Nadia sempat menolak tapi Ais masih memaksa.
Sedang Azzam melamar pekerjaan di tempat klub anak jalanan.
" Aku rela tidak di bayar, asal allah berkenan memberi hati ini, setulus seperti hatimu Ais !" kata Azzam.
Ais dan Abi tersenyum, dan mengangguk.
Ahirnya mereka hidup damai
THE END
Putra putri Abi dan Ais menikah muda, karena ke cantikanya, dan ketampananya.
Zhafira, sekolah di Jepang, tapi menikah dengan pangeran Dubai.Di usianya yang masih sembilan belas dia sudah mendapat gelar Dr. Zhafira abimanyu dan setelah wisuda langsung di pinang, pangeran Dubai.
Intan sekolah di Mesir. menikah, dengan mualaf teman Zha, di usianya sembilan belas juga. karena ke cerdasanya, ia bisa menyelesaikan S1 nya, di usia muda dan pekerjaan tetap.
Ega menjadi menantu Leonardo.
__ADS_1
Jika sempat, insya allah cerita ini akan kita lanjut, dari putra putri Abi
Maaf jika endingnya tidak enak.