
PREDATOR KELLAMIN
*******
Tidak terasa kehamilan Ais sudah memasuki 7 bulan, jadi sudah susah untuk bergerak, Abi menyuruhnya di rumah saja, pendapatan warungpun sudah lumayan dan pelangganpun semakin banyak, tabunganya pun sudah lumayan, mereka berencana membuat cafe, mereka berencana mencari karyawan untuk membantu Ais.
" Bagai mana kalau mbok Darmi aja kak ? " usul Ais " Dia jugakan janda tua di rumah sendiri jadi bisa sekalian nemenin Ais? " kata Ais.
" Gak apa - apa, kalau mbok Darmi mau ?" jawab Abi
Ya ahirnya mbok darmi yang membantu Ais di rumah, memproduksi bakso. sedangkan Abi dan buk Dwi di warung melayani pelanggan di bantu dengan satu karyawan, karena Abi sekarang sudah tidak bisa dua puluh empat jam, karena Ais sudah hamil tua.
Suatu hari Reza main ke rumah Abi saat Abi dan Ais di rumah.
" Bro, cari in kerjaan dong, capek nih kantong saya sepi " kata reza pada Abi.
" Isi anak burung saja bro, biar rame ha ha ha " canda Abi.
" Serius gue, " kata Reza dengan nada menekan " uang belanja kurang, istri gue ngoceh " .
" Tapi kalau tidah gitu kamu males Za " jawab Ais yang baru dateng.
" Tuh sesama wanita langsung di belain " kata Reza bersungut - sungut pada Ais.
" Kamu tau tidak Za ? DI BALIK SUAMI SUKSES ADA ISTRI YANG CEREWET, DI BALIK SUKSESNYA SUAMI ADA PELAKOR YANG MENANTI " kata Ais pada Reza,
" Benar juga kamu Ais " kata Reza sambil mengacungkan jempolnya.
" Terus kamu bagaimana kalau Abi punya selingkuhan ? " tanya Reza.
" Kalau saya mah Za enak aja, kalau kak Abi selingkuh si silakan, mau tidur sama wanita lain silakan, mau nikah lagi ya silakan " . jawab Ais santai.
" MANTAB . . ! " kata Reza yang tersenyum begitubpula Abi.
" Tapi itu kalau tidak ketahuan . !" kata Ais
__ADS_1
" Trus kalau ketahuan ? " Kata Reza dengan nada terkejut.
Ais yang memegang pisau dan wortel, memotongnya dengan kasar wortel tersebut. Reza dan juga Abi juga terkejut, sampai susah menelan ludahnya.
" Kamu tau akan aku potong burungnya seperti ini " dengan nada seram sedang pisau masih memotong - motong wortel dengan kasar.
" Wah Jadi kamu PREDATOR KELAMIIN ? " Kata Reza dengan nada yang masih melotot.
" Apa kamu bilang ?" kata Ais sambil mengarahkan pisaunya ke arah Reza.
" Tidak Ais aku cuma bercanda " kata Reza dengan nada takut.
" Ha ha ha ha , . . ! tawa Ais memecah keheningan " Bukan cuma predator kelamiin Reza, tapi PYSICOPATH KELAMIN ha ha ha " tawa Ais lagi.
" Ha ha ha ha . .! " mereka juga ikut bercanda.
" Jangan tegang amat bercanda kali . .! " kata Ais yang tadi melihat ketegangan Reza dan juga Abi.
" Tapi tenang saja Ais, Lula sudah mau nikah,, yang selalu genitin Abi Ha ha ha ha. . . !" kata Reza menenangkan Ais.
" Nih mantan yang masih peduli, atau jangan - jangan sudah baper lagi sama Lula. " kata Reza sambil menunjuk Abi.
" Enak aja jawab Abi , istriku lebih cantik " kata Abi sambil memeluk Ais dan mencium di lehernya membuat Ais menggeliat geli.
" Ais bagai mana menurutmu tentang PELAKOR ?" Tanya Reza pada Ais.
" PELAKOR. . ! pelakor adakah hanya wanita yang gattel menginginkan suami orang dan tidak ingin di ajak sengsara. Karena dia menginginkan lelaki yang sudah sukses. tidak ada pelakor yang merebut suami orang yang masih miskin, itu namanya pelakor bodoh " jawab Ais.
" Pintar kamu Ais " puji Reza.
" Dan lelaki yang mau di rebut pelakor, itu lelaki BODOHH. .! " kata Ais.
" Kok bisa Ais ? " tanya Reza.
" Ya, karena, dia sudah punya wanita yang siap memberikan anak untuknya, anak yang sah dengan nasabnya. dan mau mengambil resiko menininggalkan keluarganya demi hidup merintis sama dia, malah dia pilih pelakor, yang hanya menginginkan hartanya, belum tentu menginginkan dia ya itulah nafsu, " kata Ais panjang lebar.
__ADS_1
" Benar juga kamu Ais, " kata Reza.
" Emang kapan Lula nikah ?" tanya Ais pada Reza.
" Mungkin 2 hari lagi, tidak tahu dengan siapa ?" kata Reza.
" Pastinya sama orang kaya lah Za " jawab Abi.
" Iya ngakunya kaya, ternyata blangsat " kata Reza
" Ha ha ha ha. . . ! " tawa mereka bertiga pecah.
" Ngomong - ngomong bagaimana ini tentang pekerjaanku ?" tanya Reza.
" Oh iy malah gosip " kata Abi.
" Terus " jawab Abi.
" Kalau kamu mau bantu aku di warung, atau nganterin pesanan di warung kita, dan sekalian bantuin ibu. Soalnya aku sudah tidak bisa fokus lagi ke warung, Ais sudah hamil besar, aku harus siap jadi suami siaga " kata Abi.
" Okey tidak masalah, " jawab Reza.
" Tapi kamu di sana kerja srabutan tidak khusus, kalau ibu kerepotan melayani pelanggan, mengantar ibu ke pasar, atau mengantar pesanan pelanggan. Dan rencananya setelah Ais lahiran, kita akan mendirikan cafe, jadi kamu nanti tambah ribet Za. bagai mana Za ?" tanya Abi.
" Tidak masalah, aku juga seneng kalau kalian juga mau mendirikan Cafe. . !" kata Reza
" Kalau masalah gajihnya, kita hitung harian aja ya ? lagian kita juga sahabat " kata Abi sambil menaik turunkan alilnya meledek Reza.
" Sahabat sih sahabat. tapi jangan gitu juga kali " kata reza.
" Ha ha ha ha . . !" tawa mereka.
" Okey kalau harian tidak masalah, itu malah kebetulan Tapi bukan harga sahabat " kata Reza.
" Ha ha ha . .! " tawa mereka pecah lagi.
__ADS_1
" iya . iya bro, bercanda kali. " kata Abi.