
" Cih adil, kata adil itu basi saat akan menikah, Almira itu cantik, sedang Ais sekarang sering tidak terurus. rungokne tuturan jowo, TEKANE TRESNO JALARAN SOKO KULINO ( dengarkan omongan jawa datangnya cinta karena kebiasaan )" jelas Arman.
" Menikah itu bukan soal ti tit yang bisa memberikan keturunan, tapi perhatian dan pendidikan. jika kau ingin menikah hanya ingin memberikan ke turunan potong saja tititmu, berikan pada Almira " kata Arman membuat Abi melongo. saat akan melayangkan protes Arman sudah bicara duluan
" Mas bukanya tidak bisa sepertimu Abi, mas juga banyak yang naksir, tapi setiap mas lihat yang lebih menggoda membayangkan, tidak ada wanita yang sesempurna mbakmu, ya walaupun dia sudah tidak cantik, tapi dia begitu menyayangi keluargaku, hingga, uang mas, saat kau sekolah di sini dia bagi untuk menyekolahkanmu, yang notabenya adalah adik kandung mas " kata Arman.
" Jangan plin plan Abi, seharusnya kau punya pendirian seperti Ais " kata Arman.
Abi mengangguk mendengar ucapan Arman. " Assalamualaikum !?" Ahmad berkunjung ke rumah Arman, mereka ngobrol ringan.
" Apa kau akan menerima Almira Bi ?" tanya Ahmad.
" Aku sendiri masih bingung gus, di lain sisi aku ingin balas budi pada abah, dan permohonan abah, !" kata Abi.
" Di sisi lain, aku masih mencintai Ais, aku tidak ingin menyakitinya, walaupun dia bilang ia mengizinkan, tapi di pandang dari matanya dia beditu berat " kata Abi.
" Mas mas. . !" teriak Farhan memanggil Arman.
" Abi, gus Ahmad " saoa Farhan yang melihat mereka semua di ruang tamu.
" Ada apa Farhan ?" tanya Arman.
Farhan jadi bingung, dengan ke bingungan itu Arman tahu, itu pasti masalah Abi yang di lamar abah kiayi Sukron.
" Ceritalah, apa yang ada di dalam pikiranmu !" kata gus Ahmad yang tahu apa yang di pikirkan Farhan.
" A aku tadi di kirim Ayu vidio ini " kata Farhan.
Abi dan Arman penasaran.
" Ayu sebagai sesama wanita, dan sudah akrab dengan Ais, tidak mau nasibnya seperti Ais, dan dia selalu bersyukur Abi dulu menolak dirinya " kata Farhan.
" Kok bisa bersyukur ?" tanya Abi.
" Resiko besar punya suami tampan, dan pengusaha " kata Farhan.
Vidio di putar, betapa tercenganya Abi, Arman dan Ahmad.
" Umi, aku tidak akan melepas kak Abi, karena dia ayah dari ke lima anaku " kata Ais.
" Dan juga aku sekarang mandul, tolong umi jangan pernah usik keluarga kami " permohonan Ais.
__ADS_1
" Kau seharusnya sadar diri, kau itu wanita cacat mandul " kata umi Rifa.
" Tapi bagai manapun, aku telah melahirkan semua keturunanku untuk kak Abi " kata Ais.
" Kau harus sadar, kau hanya benalu, dan kau tahu, Abi pasti akan melahirkan keturunan keluarga kita dengan, bukankah Abi sudah memenuhi syarat untuk berpoligami, di mapan dan mampu " kata umi Rifa.
" Jika di lihat kau sudah tidak pantas dengan Abi " kata Aisyah.
" Baiklah jika aku tidak pantas untuk kak Abi, aku akan jadi istri muda gus Ahmad, " bentak Ais.
Plak
Aisyah menampar Ais.
" Kau tidak hanya seorang preman tapi kau juga pe ng goda !" kata Aisyah.
" Apa bedanya dengan kalian yang ingin memisahkan anak dengan ayahnya, kau hancurkan keluargaku " kata Ais.
" Aku mohon Ais, kami tidak mengambil suamimu, kami hanya ingin kau berbagi, dan Abi memberi keturunan pada keluarga kami seperti Abi memberi keturunan padamu !" kata umi Rifa pada Ais halus.
" Aku tidak bisa memaksa kak Abi, tapi cara kalian salah, kalian memperlihatkan seperti bukan seperti keluarga kiayi besar, cara kalian keroyokan seperti iblis, menindak kaum yang lemah !" bentak Ais.
" Aku sudah baik padamu, aku memohon padamu, agar kau sadar, siapa dirimu, dan siapa Abi, jika kau tidak di pungut Abi, mungkin kau menjadi pelacur " kata umi Rifa.
" Ingat, jika kau tidak merestui Abi, aku bersumpah hidupmu akan sengsara " tunjuk umi Rifa, sambil berlalu pergi
Vodio selesai.
" Ayu menyuruhku menyerahkanya dari tadi, tapi aku tidak enak, karena aku tidak ingin menghancurkanya " kata Farhan.
" Pantas wajahnya lebam, ku kira hanya tamparan Ratna " kata Abi.
" Maafkan aku Abi, ternyata aku kalah dari dirimu, cara mendidik istri " kata Ahmad sambil menunduk.
" Tidak papa, tapi ini ini betapa sakitnya Ais, orang yang dia anggapbaik ternyata. . !" kata Abi terdengar teriakan dari kamar Ais.
" Dulu aku iri padamu, kau selalu di dekati wanita, karena kau tampan, ramah, dan dari prang biasa, tapi semua itu berat Abi " kata Farhan.
Sedang di kamar Ais yang masih memakai mukna.
" Aku tidak tahu mbak, apakah aku akan kuat di madu ? " kata Ais.
__ADS_1
" Yakinlah, jika Abi setia padamu " Reina.
" Mungkin aku kuat, tapi aku tidak tega melihat anaku pasti mereka akan kehilangan kasih sayang ayahnya, jika ayahnya punya anak dari wanita lain " kata Ais.
" Apa aku bunuh saja semua anaku, agar dia tidak merasakan kecewa sepertiku karena setiap perbuatan orang tuanya ke banyakan karma jatuh ke anaknya " kata Ais.
" Hiks hiks hiks. !" tangis Ais sambil membekap anaknya yang baru berumur tujuh bulan hingga anaknya menangis.
Reina panik lalu memanggil yang ada di depan.
" Istigfar dek !" pinta Abi, sambil mengambil putranya. sedang Ais masih tergugu tidak bisa menjawab.
" Dek kau lindungi seluruh anak jalanan, tapi kenapa kau akan bunuh anakmu, dia tidak berdosa dek !" bentak Abi.
Tapi Ais tidak bergeming.
Ais perlahan melepaskan bayi mungil itu
" Maafkan mama sayang ?" kata Ais menciumi Zayn.
Lalu Reina mengambil putra kecil Abi.
Abi menenangkan Ais, tapi Ais menatap penuh ke bencian dengan Abi.
Ais mengambil garpu yang ada di dekatnya.
" Wajah tampanmu mala petaka kak Abi " teriak Ais.
Jleb. .
Abi hanya terdiam merasakan perih di pipinya, merasakan darah merembes dari sana.
garpu yang di pegang Ais menan cap di pipi Abi.
" Kau buat aku seperti ini, dan kau juga yang sekarang tidak terima jika aku terurus seperti ini, akan kak Abi terima apa yang akan kau lakukan dek, asal jangan pernah kau sakiti anak kita " kata Abi.
" Aku hanya menyakiti fisik, tapi kau membunuhnya secara perlahan !" kata Ais.
" hati nya pasti hancur, dan stres, jika dia tahu ayahnya akan menikah lagi, sedang Intan, dia akan kecewa, pada ayah yang ia banggakan, dan Ega dia akan malu karena dia srla4lu membanggakan kalau dia putri Abi " teriak Ais.
" Jika kau tidak mengizinkan kak Abi tidak akan menikah lagi dek !" kata Abi
__ADS_1