ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
cambuk ranting bambu


__ADS_3

Cambuk ranting bambu


****************


" Di saat dia ke sana hanya ingin di akui, malah kalian ingin memgambil suaminya yang dulu kalian hina, kalian injak - injak, hanya untuk anak kalian yang lain, apa itu namanya keadilan pak buk ?" tanya Jay menyudutkan orang tuanya.


" Bapak ibuk juga harusnya tahu, Jay dulu hanya seorang apa, hanya anak yang lulusan SMP, menikah dengan Mira tanpa membawa apa - apa, dan keluarga Mira memberikan izin asal anaknya bahagia tapi Jay bangkit, Jay berusaha membahagiakan anak dan istri Jay seperti saat ini, seperti halnya Abi, dia bisa menjinakan harimau liar, liar karena kalian " kata Jay dengan mata memerah mengingat kejadian waktu itu.


" Tapi bapak, beneran menyesalinya Jay ?" kata pak Idris lagi.


" Okey akan Jay bantu, tapi Jay tidak bisa ikut kalian, biar nanti bapak sama ibuk di antar Reza, dia yang tahu di mana Ais berada, karena setiap hamil dia tidak mau jauh dari suaminya " kata Jay.


" Karena Jay mau ke kantor pemerintahan " lanjut Jay dengan melinting kemejanya.


" Apa ? Aisyah hamil lagi ?" kata pak Idris.


" Iya, tapi kehamilan yang ini lemah, jadi harus sering cek ?" cerita Jay.


" Alhamdulilah. . . !" kata buk Naya.


Jay menelpon Reza dan Reza segera datang ke kediaman Jay dengan membawa sepeda motor.


Jay mengganti sepeda motor Reza dengan mobil miliknya untuk mengantar orang tuanya.


" Si mana Ais hari ini Za ?" tanya Jay.


" Sepertinya cek kandungan bang, ?" kata Reza.


" Jadi dia tidak ke restonya ?" tanya Kay.


" Kesana, tapi agak siangan dikit, karena hari ini pengecekan semua cafe " cerita Reza.


" Seminggu sekali Ais kan selalu cek cafenya, apa kekerunganya dan apa keluhan para pelanggan dan karyawan, dan keluar masuk keuangan, dan yang paling sering memberikan ide kreatif untuk menarik pelanggan " Cerita Reza.


" Semaju itu usaha Ais Za " Sahut pak Idris.


" Iya pak, jadi yang kerja Abi, yang memberikan ide Ais kita srluruh karyawan pun kagum dengan pemikiran Ais yang lebih maju " lanjut Reza.


" Kalau bapak sama ibuk ingin menemui Ais lebih baik agak siangan saja ?" kata Reza.


" Nanti siang Reza jemput lagi, karena Reza kalau pagi harus menyiapkan segala kebutuhan cafe. walaupun Reza tidak turun tangan sendiri, tapi Reza yang di percaya Ais dan Abi " kata Reza.

__ADS_1


" Baiklah " kata Jay


" Jadi tidak usah pakai mobil bang Jay, nanti biar Reza pakai mobil Abi " kata Reza.


" Okey " jawab Jay lagi.


Reza langsung menuju cafe, seperti biasa Reza adalah yang mengatur segala keperluan.


Abi dan Ais ke rumah sakit untuk cek kandungan dan kesehatan Ais, setelah semua baik dan menebus obat dan vitamin yang di resepkan dokter mereka tidak langsung pulang, jadi seperti biasa Ais yang tidak mau jauh dari Abi, dan juga jadwal cek cafe.


Kemajuan Cafe Ais Abi memang pesat, hasil pemikiran Ais.


Sesampai di cafe Reza meminjam mobilnya.dan menjemput orang tua Ais,


Orang tua Ais datang ke cafe di mana Ais dan Abi berada, setelah sampai di cafe, mereka menemui Ais dan Abi, tapi di saat pertemuan mereka hal yang tidak terduga.


Ais tidak menyambutnya sama sekali. Ais memilih cuek.


Pak Idris merentangkan tanganya ingin memeluk pada Ais yang masih memegang buku catatan cafe yang melihat pak Idris.


Tapi Ais tidak perduli dia pilih pergi ke samping menghindari pak Idris dan masuk pada ruang pribadinya dengan Abi.


Pak Idris heran, kenapa Ais menghindar, bukankah Ais dari dulu merindukan pelukanya.


Lalu pak Idris dan buk Naya mengikuti Ais keruangan pribadi Ais dan Abi.


Di sana Ais masih di pangku Abi, sedang bermanja.


pak Idris melihatnya tersenyum.


' Ternyata harta dan jenis kelamin anak bukan ukuran kebahagiaanmu Ais ?' gumam pak Idris sambil meneteskan air mata melihat tawa canda lepas Ais di pangkuan Abi.


' Maafkan bapak, telah menyia - nyiakan kan mutiara indah yang allah titipkan padaku ?' lanjut lamunan pak Idris.


" Aisyah . . . !" panggil pak Idris yang mendiamkan canda tawa Ais dan Abi.


Ais hanya diam dan tidak berkomentar. terasa hening sejenak Ais membuka suara.


" Ada apa anda kemari ? apa anda belum puas menyakiti kami ?" tanya Ais.


" Ais bapak ?" kata pak Idris tetputus karena tidak kuat menahan tangis.

__ADS_1


" Maaf ya tuan, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan suamiku di ambil anak anda walaupun anda memohon dan bersujud dan menangis darah sekalipun ?" jawab Ais membuat hati pak Idris dan buk Naya semakin hancur.


" Ais, ibu dan bapak kesini ingin ?" kata buk Naya tetputus.


" Ingin menghancurkan keluargaku, dengan menitipkan hidup anak anda pada suamiku, atau akan mengambil ayah dari anak - anaknya ?" tanya Ais dengan nada sesak.


" Kendalikan emosimu dek ? kondisimu lemah . . .!" bisik Abi pada Ais.


" Aku bukan wanita lemah, yang siapa saja bisa mengusik kebahagiaanku ?" kata Ais sambil menyandarkan kepalanya di dada Abi.


Pak Idris menghampiri Ais dan ingin memeluknya tapi Ais menepisnya.


" Jangan sentuh saya, saya hanya wanita hina yang tidak bisa melahirkan anak laki - laki dan berani menikah dengan pria miskin !" jelas Ais.


" Bukankah kau kangen di peluk bapak ?" tanya pak Idris dengan mata berkaca - kaca.


" Apa kangen,? Ha ha ha merasakan saja tidak pernah ?, kangen kata anda ?" kata Ais.


" Ais bapak mintak maaf, bapak tahu bapak salah ?" kata pak Idris.


" Aku tidak pernah kangen dengan pelukan anda, yang aku kangenin cambukan dari ranting bambu yang membuat aku bangkit, dan menjadi Ais yang seperti ini . . .!" jawab Ais.


" Terima kasih telah mendidiku dengan keras " kata Ais sambil menahan air mata.


" Ais bapak mintak maaf ?" Teriak pak Idris saat Ais akan meninggalkanya.


" Anda tidak salah dan anda tidak pernah salah, anda orang yang benar dan selalu benar " jawab Ais.


" Ayo kak Abi . . .!" ajak Ais pada suaminya.


pak Idris masih nenangis di tempat ' Inikah yang di rasakan Ais puluhan tahun, hanya ingin di akui ' pikir pak Idris.


Β 


***Maaf para pembaca yang setia, tidak bisa aplod cepat ?"


Β 


Peringatan


Maaf cerita ini untuk area dewasa bocil di larang membaca. . ! karena , banyak adegan fulgarnya, dan di haruskan kalau baca di dekat suami sendiri jangan suami orang he he he😁😁😁

__ADS_1


Jangan dukunganya, dan jangan lupa juga tinggalkan Like , hadiah dan votenya serta kpmentar


Sekian terima kasih***.


__ADS_2