
Rela berbagi
****************
Untung saja anak - anak Abi di bawa main oleh pengasuhnya jadi tidak mendengar perdebatan itu. .
Ais menangis di pelukan suaminya sedang Nurma tersenyum puas, melihat bapaknya masih benci dengan Ais.
Sedang buk Naya bimbang siapa yang akan di bela.
Abi bermain bersama anak - anak di taman, sedang Ais sedang memasak.
Saat Abi sedang asik bermain.
Greeeb. . !
Ada yang memeluknya dari belakang. Sayang bikin jantungan saja ?" kata Abi
" Ya karena aku juga cinta kamu ?" kata wanita yang memeluk Abi, Abi kaget, karena suaranya bukan Aisyah "
" Kamu ?" tanya Abi saat menengok kebelakang.
Abi langsung mendorong tubuh Nurma
Buk Naya yang melihat jadi salah paham, karena melihatnya hanya saat Nurma di dorong Abi.
" Kamu kasar sekali dengan wanita ?" tanya Nurma.
" Kamu yang lancang sembarangan memeluk suami orang ?" kata Abi.
" Suami orang ? lebih tepatnya suami adik aku sendiri " jawab Nurma.
" Itu kamu mikir ?" kata Abi.
" Kenapa kamu segitunya membela Ais, yang jelas - jelas preman dan juga pembangkang ?" tanya Nurma.
" Karena dia wanita jujur menunjukan dia apa adanya " jawab Abi.
" Bukankah aku lebih sempurna darinya ?" tanya Nurma.
Abi hanya menggeleng dan tersenyum sinis dengan memperhatikan tubuh Nurma dari ujung kaki sampai ujung rambut.
" Ais dari kecil selalu mengalah denganku karena di suruh bapak, dan kalau tidak kita saling berbagi " kata Nurma di jeda.
" Dan kamu juga, kamu suami Ais, Ais pasti mau mengalah demi aku dan kalau tidak kita berbagi " kata Nurma.
__ADS_1
Abi hanya diam, dan saat Abi akan menggendong Ega Nurma menariknya.
" Aku juga bisa membuatkan kamu anak laki - laki, dan asal kamu tahu, aku mencintai kamu sebelum kamu menikah dengan Ais, namun waktu itu masih jadi istri Roy !" lanjut Nurma.
" Tapi aku tidak tertarik dengan anda, sepuluh wanita seperti anda saja belum ada apa - apanya di banding Ais istriku " jawab Abi.
" Dan satu lagi aku tidak minat membuat anak laki - laki dengan anda, karena aku bukan bapak anda, yang mengorbankan anaknya hanya ingin menenuhi keinginanya memiliki anak laki - laki " jawab Abi.
" Akan aku bilangin kau sama bapak, supaya tidak di bolehkan lagi sama Ais " ancam Nurma.
" Kita buktikan, karena cinta kita lebih kuat dari pada pelakor cap planton seperti anda " jawab Abi.
Ahirnya Nurma pergi dengan marah menuju rumah.
Ternyata pengasuhnya merekam pembicaraan mereka di ponselnya dan mengirimnya ke Jay, dan Jay segera meluncur.
Pengasuh itu di mintak oleh Jay memantau Ais dan Abi selama di sana, dan pengasuh itu juga merekam perdebatan Abi dan pak Idris tadi pagi dengan menarok ponselnya di bangku ruang tamu.
Abi masuk rumah, dan langsung di sambut tamparan oleh buk Naya, Abi tidak mengerti.
" Ada apa buk ?" tanya Abi yang masih memegang pipinya.
" Ada apa kamu bilang?" setelah apa yang kau lakukan sama Nurma dan berbuat kasar padanya kamu masih tanya kenapa ?" kata buk Naya.
Keesokan paginya, Abi yang sedang santai di ruang tamu menikmati kopi dan rokoknya di dekati Nurma.
" Ayoklah Bi, bapak sudah setuju dengan usulku, kalau aku dan Ais berbagi " kata Nurma sambil memegang paha Abi. Abi menepisnya.
" Kamu itu gila ?" kata Abi.
" Kalau kaki - laki nornal, kalau di pegang seperti ini di pagi hari, pasti terangsang " kata Nurna memainkan tanganya di paha dan dada Abi, Abi akan berdiri, belum sempat berdiri Nurma nenariknya hingga terduduk, dan menainkan dada Abi lagi.
" Bajingan. . . !" Ais keluar dari dapur dan menarik dan mendorong Nurma sanpai jatuh tersungkur.
Ais lalu meninju hidung Nurma sampai berdarah, Nurma hanya bisa diam. menahan rasa sakit.
" Sudah cukup, selama ini aku mengalah, kini akan kau ambil suami aku ?" kata Ais.
" Dia yang menggoda aku Ais ?" kata Nurma.
Nurma yang menjawab menambah Ais emosi, dan menjambaknya, dan memelintir tangan Nurma ke belakang.
Nurma dari dulu memang kalah sama Ais kalai tentang fisik.
" Ais, sudah, aku tidak tergoda denganya " kata Abi.
__ADS_1
" Kamu tidak tergoda tapi menikmatinya ? cukup di situ apa aku akan semakin kejam ?" kata Ais pada Abi.
Abi hanya bisa diam.
Pak Idris yang mendengar keributan langsung menuju keluar. melihat Ais sedang mencengkram lengan Nurma ke arah belakang, sedang Nurma meringis kesakitan.
" Kamu tahu kak kenapa kamu bisa janda tiga dua kali, karena kamu gatel, dan kamu belum bisa jadi pelakor kalau berhadapan dengan Ais " kata Ais di depan bapaknya.
" Dan satu lagi, aku tidak suka ada yang mengusik runah rangfaku ?" jawab Ais.
" Bapak sudah setuju Ais, aku menjadi istri muda Abi, aku akan memberikan anak laki - laki pada Abi dan aku dan Abi sudah bicara kemarin ?" jelas Nurma.
" Kamu pikir kau lebih sempurna dari aku kak ? kau hanyalah sebuah sampah yang tidak bisa di daur ulang ?" hina Ais.
" Ya bapak sudah mengizinkanya, agar menikah pada Abi, biar kalian hidup lebih dekat dan memberikan anak laki - laki pada Abi sedang kau tidak bisa memberikanya lagian kakakmu juga janda, kalau anak dari kecil tidak verguna sampai jadi istripun tidak berguna " kata pak Idris, membuat mata Ais melotot sempurna mendengar pernyataan bapaknya.
Bukan hanya Ais yang terkejut, Abi pun sama.
Ais menampar Nurma berkali - kali dan mendorongnya ke depan pak Idris sampai tersungkur dan hidingnya nyusruk ke senen hingga terluka.
" Oh jadi gitu didikan anda, mendidik anak menjadi perebut dan penghancur keluarga saudaranya sendiri, dan anda ganya bepihak pada salah satu anak yang menurut anda bisa anda andalkan, padahal dia hanya seonggok sampah, dan penipu ulung ?" kata Ais sambil mendekat ka bapaknya,
Sedang Nurma lari ke arah Abi dan memeluknya, sedang Abi sibuk berusaha melepasjanya.
" Jika aku boleh memilih, aku tidak mau di lahirkan dari bibit yang anda keluarkan di ramim dia " kata Ais sambil menunjuk buk Naya.
" Dan aku lebih baik hidup yatim piatu dari pada aku harus hodup dengan Srigala " kata Ais lagi
" Kurang ajar, masih untung kamu di keluar kan. . .!" bentak pak Idris melayangjan tanganya pada Ais.
Bugh.
Belum sampai ke wajah Ais, Jay sudah menahanya.
" Orang tua seperti apa kalian, tidak bisa menilai anaknya, dan mendidik anaknya menjadi perampok ?" kata Jay yang membuat semua kaget.
" Jay, , , kenapa kau jadi ikut pembangkang seperti Ais . . ?" kata pak Idris.
" Aku hanya membela adiku yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya !"
" Sampai dia bilang kalau dia tidak ongin di lahirkan dari keluarga ini, di mana otak kalian ?" kata Jay dengan mata berkaca - kaca.
" Setiap bulan dia mengirim uang untuk kalian agar mendapat pengakuan sebagai anak dari kalian . . .!". ungkap Jay sedang Ais masih memeluk Jay.
" Uang apa ?" tanya pak Idris.
__ADS_1