
Jaga mata kalian dia istriku
********
" Mbakmu hanya kakak kasih tugas, ngurus anak sama ngurusin kakak saja " jawab Abi.
" Dasar kak Abi, tetap saja bucinya, sudah anak tiga juga " kata Risa.
" Bucin sama istri srndiri tidak haram, malah di sunahkan " jelas Abi.
" Terus mbak kalau tukang maksanya masih tidak mbak ?" tanya Risa pada Ais.
" Ya pasti masihlah, emang sikapnya gitu " jawab Ais.
" Ha ha ha ha . . .! tawa semuanya
" Terima kasih bro, anak saya sidah sehat " kata Reza sambil mengulurkan kunci mobil Abi.
" Nah, kalau Reza ini tugasnya pengawas cafe sama yang ngajari karyawan pada masa training " Kata Abi.
" Dan satu lagi mbak Dea itu bagianya bagian marketing dan order " kata Abi.
" Jadi harus wajib ada itunya ya kak " tanya Ato.
" Ya iya , masa semua, harus di lakukan sendiri ? ya tidak mungkin lah ?" jelas Abi.
" Kalau kalian sanggup tidak apa - apa ?" kata Ais.
Setelah selesai semua pulang ke rumah, sesampainya di rumah mereka nenyelesaikan aktivitas masing - masing. Ais yang mengurus ketiga anaknya.
Abi yang sebagai ayah yang suka ganggu Ais.
" Sayang, kak Abi laper ? kata Abi pada Ais.
" Kan ada mbok kak " kata Ais.
" Aku maunya di layanin istri " kata Abi.
__ADS_1
" Ya sudah sabar dulu ?" kata Ais.
" Sini kak aku yang kayanin ?" Kata Risa yang mendengar kakaknya ngerengek seperti anak kecil pada istrinya yang masih sibuk mengurus abaknya.
" Tidak aku nunggu Ais saja ?" kata Abi.
" Makanya jangan bikin anak terus, kalau ingin di perhatikan ?" kata Reina dari belakang.
" Aku kan cuman membuktikan pada mas Arman kalau aku lebih perkasa " kata Abi,
Arman yang sedang ninum seketika terbatuk mendengar penuturan adiknya.
Uhuk uhuk uhuk . . . !
" Kamu bilang apa tadi ? kamu belum tahu keperkasaanku coba sini lihat !" kata Arman sambil mencium pipi Riena.
" Cuman gitu gampang ?" kata Abi, sambil mencium tengkuk leher Ais.
Ais membalikan badanya, " Gini caranya ?" kata Ais sambil menarik kerah baju Abi, di kira mau menghajar, ternyata ******* bibir Abi dengan ganas di depan saudaranya.
Semua mata memandang Abi dan Ais, Abi tidak percaya kalau Ais mau melakukan hal seperti itu di depan banyak orang dalam waktu yang sedikit lama membuat darah Abi berdesir, otak mesumny sudah keluar.
Di malam harinya Ais yang masih sibuk melipati baju anak dan suaminya, dengan memakai kimono tidur itu, merasa ada yang melilit lilit di pahanya.
Ya dia adalah Abi yang sudah mesum bermain di paha Ais sambil mengecup paha Ais sampai terasa sakit, dan neninggalkan tanda merah di paha Ais.
" Udah kak Abi sakit . . .! " kata Ais sambil mengangkat kepala Abi dari pahanya, tapi gagal, karena Abi lebih kuat.
" Ini memang paha kamu, tapi seluruh tubuh kamu miliku Ais " kata Abi.
" Ayolah dek, kak Abi kebelet ?" kata Abi sambil mengusap dan mengecup paha Ais berkali - kali.
" Pantesan semua anaku mirip ayahnya, ketimbang ibunya, karena napsunya di atas Ubun - ubun " kata Ais pada Abi.
" Kalau gitu ayo turuti, oke ?" kata Abi yang masih merengek seperti anak kecil meminta permen.
" Nanti ya kak, sholat isya dulu, aku tidak mau mandi malam lagian masih sore tidak enak sama saudaramu, masih di luar " Kata Ais, melihat Abi yang selalu merengek meminta menuntaskan hasratnya.
__ADS_1
" Okey janji ya tapi kamu yang dominan bermain ya dek ?" kata Abi dengan sumringah.
" Okey " kata Ais.
" Tapi biarkan aku bermain dulu di sini ?" kata Abi masih terus bermain di paha Ais, yang sekarang berpindah di antara dua paha, dengan menyingkap kimono, sampai paha atas yang masih tertutup stoking.
Ais hanya menyerah dengan Abi, kalau dia menolak, malah Abi akan menggaulinya semakin kasar.
Seperti kejadian waktu itu, waktu Ais menolak karena marah dengan Abi, malah Abi memaksa, atau bisa di bilang di perkoosa dengan brutal membuat Ais susah jalan, karena rudal Abi yang lumayan besar.
Hoaks hoak hoaks,
Tangis Zha si putri bungsu Abi yang menangis di luar, membuat Ais panik.
Ais langsung berlari, tak menghiraukan kalau ada Abi yang bermain di antara dua pahanya.
Ais langsung lari menuruni tangga, tapi naas setelah sampai di lantai paling bawah tangga.
Brugh. . . . . !"
" A g h h h t " teriak Ais, saat ada air di lantai yang terinjak oleh Ais, menimbulkan Ais terpleset dengan sangat keras.
Edi, Ato dan Arman langsung menuju asal teriakan. bukan langsung menolonya, malah tertegun melihat pemandangan indah yang langka,
paha mulus, milik Ais, karena rok kimononya menyingkap ke atas hingga memparlihatkan paha mulus seperti bayi dengan sedikit noda merah karena ulah Abi.
Ais belum sadar kalau di perhatikan, Ais, masih meringis menahan sakit sambil memanggil Abi.
" Kak Abi, sakiiit " teriak Ais sambil memegang pinggangnya.
Abi langsung lari ke arah Ais, dan di susul saudaranya. betapa marahnya dia, tiga orang laki - laki,, terpesona melihat Ais, tanpa sadar pada ngiler, seperti mendapat rezeki nomplok.
Dugh dugh dugh. Abi memukul ketiganya dengan sekali hantam.
" Jaga mata kalian dia istriku. . . . !" Hantaman dan teriakan Abi menyadarkan ketiganya.
Abi langsung melepas sarungnya dan menyisakan boxer, dan menutupi paha Ais dan menggendongnya kekamar.
__ADS_1
Astagfirulloh halngadim ?" istigfar ke tiganya.