ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Bertemu masa lalu


__ADS_3

" Ais yang di atas " kata Ais, Abi yang belum siap langsung berguling ke samping dan posisi Ais sudah di atas.


" Kak Abi yang di atas, nanti gantian !" kata Abi berguling dan berubah posisi lagi.


" Ais !" kata Ais dan berguling lagi.


" Kak Abi " kata Abi.


Brught. . . !


Dua magluk allah, anak cucu adam dan hawa yang sudah halal, jatuh ke lantai, tanpa sehelai benangpun dari atas kasur big size.


Sungguh memalukan, hanya rebutan posisi menjalankan kewajibanya dengan posisi Ais di bawah Abi.


" Aw sakit kak Abi !" kata Ais sambil memegang kepalanya, Abi tersenyum sambil garuk kepala merasa bersalah


" Maafkan aku dek !" Ucap Abi, lalu mengangkat tubuh Ais.


Beberapa kali meneguk kenikmatan, lenguhan Ais yang halus membuat nafsu Abi menggebu - gebu.


" Kak ayok nanggung !" kata Ais, yang sebentar lagi mengeluarkan lahar panasnya.


" Tapi punya kak Abi sudah lelah sayang !" kata Abi sambil melihat senjatanya yang sudah loyo, yang masih di lubang surganya Ais.


" Makanya punya pusaka iti di manfaatin yang bener " kata Ais sambil mendorong.


" Maafkan kak Abi sayang ? " kata Abi sambil menciumi punggung Ais yang sudah menarik selimut memunggunginua.


" Ya mingkin terlalu sering kamu pakai, sama Lula mungkin juga Nurma " jawab Ais.


" Masya allah dek ini hanya punya kamu " kata Abi.


" Mungkin saja, kau tidak main di rumah tapi di segala tempat, karena ku gak ada " jawab Ais, Abi hanya geleng kepala.


" Mungkin karena dia mabuk pasti merancau, rasa sakit hatinya belum sembuh " gumam Abi.


" Ayok dek, sudah tegak lagi " kata Abi.


Terdengar dengkuran halus dari Ais, tapi Abimasih nekat, menancapkanya pada lubang surganya Ais, karena sudah terlanjir tegak, beberapa kali lenguhan Ais yang masih terpejam matanya sambil memeluk guling.


" Ag g g h t kak " teriak Ais bersama semburan S p e r m a Abi.


Abi terjatuh di samping Ais, sambil memeluk Ais, rasa puas yang telah ia rasakan.


Adzan subuh berkumandang, Abi membuka matanya, dan tidak di dapatinya Ais di dekatnya.


" Darah. . !" kata Abi saat mrlihat bantal Ais penuh darah.


Suara gemericik air kamar mandi baru berhenti, dan terdengar handle pintu di buka.

__ADS_1


Abi langsung lari, tanpa sehelai benangpun di tubuhnya, saat melihat Ais dengan wajah pucat, bibirr dan hidungnya penuh darah.


" Dek apa yang terjadi ?" tanya Abi.


" Kak !" hanya itu yang di ucapkan Ais langsung tidak sadarkan diri.


" Sabar dek kota ke rimah sakit " kata Abi, langsung ke kamar mandi, mandi crpat kilat, dan memakaikan baju Ais, dan menggendongnya ke arah taxi online yang sudah di pesan tadi.


Siasana masoh dingin, matahari saja masih mali untuk keluar.


" Bertahan dek, kita akan segera masuk rumah sakit " kata Abi.


Di rumah sakit, Ais langsung di periksa dokter tampan khusus pernyakit dalam.


" Aisyah " dokter tampan kaget saat melihat pasienya orang dia kenal.


Abi dan sekeluarga sudah menunggu di luar.


Seno nama dokter tampan itu, ternyata pria masa lalu Ais, yang masih mencintai Ais.


" Apa masalahmu, sehingga kau meneguk wine lagi ?" kata Seno yang tahu, yang membahayakan Ais.


Seno keluar, dan semua menuju pada Seno menanyakan keadaan Ais.


" Ais jantungnya melemah lagi, karena dia meneguk wine lagi " kata Seno. Abi kaget sepertinya Seno kenal Ais, dan tahu tentang Ais.


" Kau kenal Ais ?" tanya Abi.


" Ikut aku ke ruanganku !" kata Seno sambil jalan. Abi mengekornya di belakang.


Sedang yang lain masik melihat kondisi Ais di atas brankar.


Sesampainya di ruangan.


" Kau sepertinya banyak mengenal Ais ?" tanya Abi.


" Yah, aku kekasihnya yang sudah lama mencarinya " kata Seno, membiat hati Abi sakit.


" Dia istriku, jangan kau usik rumah tangga kami !" jelas Abi.


" Tanpa aku usik, tapi kalian sudah renggang " jelas Seno sambil menatap luar dari jendela.


" Kata siapa,? rimah tanhga kami sempurna kita di karunia tiga orang anak " kata Abi.


" Aku tidak bodoh, jika Ais sudah meneguk wone lagi, tanda dia ada masalaj, karena aku lebih mengenal dia dari pada kamu ,!" tunjuk Seno.


" Kau. . !" Abi rersulut emosi menarik kerah baju ke dokteran Seno tapi dia segera sadar, dan mengusap wajahnya dan ikstifar.


" Dok Ais sadar " panggil Buk Dwi masuk ke ruangan dokter, seyelah di persilakan masuk.

__ADS_1


Mereka berdua langsung menghampiri brankar Ais, semua di sirih ke liar, tapi tidak dengan Abi, fia masih bertahan di dekat Ais, takut dia macam - macam pada istrinya.


Semua pamit pulang membiarkan Abi menghabiskan waktu berdua.


" Seno !" kata Ais yang dari sadar.


" Kau sudah sadar ?, lebih baik jangan gerak dulu !" kata Seno sambil memeriksa tubuh Ais.


" Em. . !" jawab Ais singkat.


" Hoi senengnya yang bertemu kekasih ?" sindir Abi pada Ais yang memandang punggung Seno keluar.


" Senenglah !" jawab Ais singkat.


" Ais aku suamimu, jaga perasaanku !" kata Abi.


" Kau sendiri yang cari masalah kak " kata Ais.


" Seno memang dulu kekasihku, tapi kita putus, karena mbak Nurma mencintainya, dan ternyata mereka suka memadu kasih, berbagi peluh, aku dulu hanya biasa saja, karena hubungan kita dulu hanya sebatas pacaran tidak lebih " kata Ais.


Abi tidak percaya.


" Ternyata kita di pertemukan lagi di saat suamiku cintanya mulai luntur padaku " jawab Ais.


" Kak Abi tidak pernah berubah mencintaimu, aku masih kak Abi mu yang dulu " tapi Ais menggeleng.


Sementara hening, menghilangkan ke canggungan Abi mencari makan dulu.


" Kak, Abi cari makan ya, pasti kamu lapar ?" tanya Abi dan mengecup singkat Ais


Ais menangis menatap punggung Abi keluar dari ruanganya.


" Kau bukan Abiku yang dulu, kalau Abi ku yang dulu, mungkin kau tidak akan mau menikahi Lula kak, dan membiarka Nurma tinggal di rumah mu !" tangis Ais.


Seno masuk, tapi Ais malingkan wajahnya " Sudah makan, aku bawakan makanan ke sukaanmu " kata Seno.


" Tidak usah perhatian denganku " kata Ais.


" Ais, kenapa kau tidak pernah mendengarkan penjelasanku !" kata Seno.


" Posisi kita sudah berbeda, aku punya suami yang menyayangiku " kata Ais.


" Ha ha ha. . ! kau bilang sayang, kalau dia sayang dan membuatmu bahagia, mungkin kamu tidak akan kau meneguk minuman haram itu " kata Seno.


" Tidak perlu urusi rumah tangga orang " kata Ais.


Seno berjalan mendekati Ais dan memegang tanganya, dengan cepat Ais tepis.


" Ais kau tahu, bertahun - tahun aku mencarimu ku tabung uangku, aku rela irit hanya satu tujuanku untuk meminangmu seperti janjiku pada ayahmu " kata Seno

__ADS_1


" Tapi saat aku sampai di sana, betapa kecewanya aku, kau telah pergi, dan menjadi istri orang lain " lanjut Seno.


__ADS_2