
" Jadi mas Abi istrinya Ais, pelakor itu ?" tanya Ratna yang keceplosan.
" Jangan kau jelekan istriku, dia bukan pelakor !" kata Abi.
" Dia mengganggu suamiku !" kata Ratna meyakinkan.
" Apa Suseno aji ?" tanya Abi. Ratna mengangguk.
" Suamimu yang mengganggu istriku. Paham ?" kata Abi.
" Hai ternyata kalian sudah saling kenal ?" kata Seno yang baru datang.
" Om Abi . . !" panggil anak jalanan yang baru datang, menghentikan perdebatan.dengan membawa beberapa bingkisan, dan Abi mengucap trima kasih.
" Aldo kangen sama bunda, bolehkah Aldo cium pipi bunda ?" tanya anak kecil, yang bernama Aldo.
Abi mengangguk, dan menyuruh suster mendampingi anak itu.
" Ayah. . !" panggil Zha dan di iringi ke dua adiknya di belakangnya memeluk Abi.
" Zha juga ingin di peluk ?" kata Zha menangis, dengan membawa tas gendong belakang besar dan rantang di tanganya.
Abi menghampiri putri sulungnya dan memeluknya.
" Kita kangen ayah, kita kangen mama, kenapa ayah tidak pulang, ayah pulang juga, tanpa melihat kita, apa ayah tidak kangen dengan kita hiks hiks hiks !" tangis Zha.
" Maafkan ayah nak, ayah seperti anak ayam kehilangan induknya, karena keadaan mamamu, jika ayah pulang melihat kamar ayah tarasanya sakit, di sana mamamu tersenyum menyambut ayah, mempersiapkan perlengkapan ayah " kata Abi.
" Di sini ayah selalu melihat wajah mamamu, dalam ke damaian, dalam tidur nyenyaknya dia masih tersenyum menatap ayah sayang !" kata Abi.
Roy datang dengan membawa, ntah apa lah membuatnya ribet.
" Roy ?" panggil Abi.
" Anakmu mau menginap di sini malam ini, dan di luar sudah aku siapkan pengamanan yang ketat, dan ini perlengkapan di dalam " kata Roy.
__ADS_1
" Kau siapkan di luar, aku malah takut ada yang menusuk dari dalam !" kata Abi sambil melirik Seno.
" Tenang, kamera pengawas, akan selalu mengintainya " kata Roy.
" Kenapa kalian ingin menginap di sini, bukanya tante Rita dan Risa menjaga kalian ?" tanya Abi.
" Kangen ayah sama mama, lagian di rumah ada Vino, dan ada nenek Naya " kata Intan.
" Kenapa Vino ke sini lagi ?" tanya Abi. semua menaikan pundaknya.
" Mau cari simpatik ayah lagi, apa lagi ibunya di hotel prodeo " jawab Zha.
" Ayah Zha lelah bawa rantang, ayo ayah makan dulu, ini masakan Zha yah, walaupun tidak seenak buatan mama, paling tidak Zha sudah berusaha !" kata Zha.
Abi mengajak masuk anak - anaknya, di ruang rawat Ais, Abi memang memesan ruang rawat khusus, agar orang yang menunggu Ais nyaman.
Lula juga sering menengok Ais, dengan dalih mendekati Abi, dengan berbagai cara Lula menggunakan cara, Abi masih tetap pada pendirianya, kalau Ais akan bangun.
Ratna, ternyata anak dari salah satu pengurus pondok yang Abi tempati dulu, dan pernah juga orang tuanya melamar Abi untuk Ratna, namun di tolak, karena pada saat itu Abi belum ke pikiran menikah.
Kini Ratna kembali mendekati Abi, karna Seno yang tidak peduli denganya, Seno di jodohkan dengan Ratna, karena Seno yang masih belum mau menikah di usia dewasanya, dia masih terobsesi dengan Ais, kekasihnya, yang tidak tahu di mana rimbanya.
" Mau sampai kapan kamu harus Ais, Ais dan Ais terus, kau seorang dokter, unjianya lebih berat, banyak wanita yang mengangkangkan sla ngkanganya untuk mendapatkan peran sebagai istri dokter !" bentak Dim ayah Seno.
" Aku mencintainya !" kata Seno.
" Tapi dia hilang bagai di telan bumi, ayah juga sudah menurutimu hingga tiga kali, untuk melamarnya, tapi apa, dia sudah tidak ada di rumah Seno !" kata Dim.
" Baik, Seno akan menikah, tapi jangan paksa Seno untuk mencintainya !" kata Seno.
......................
Seno yang masih memandang Ais dalam tidurnya meneteskan air mata.
" Apa ke bahagiaanmu bersama Abi sayang ?" tanya Seno.
__ADS_1
" Jika kau bahagia bersamanya, bangunlah, aku iklas, walau hati ini sakit !" kata Seno.
" Aku akan belajar menerima Ratna, dia cantik, perhatian, tapi kenapa hatiku, sepenuhnya milikmu !" kata Seno. Seno menangis sesenggukan di dekat Ais.
Sedangkan di tempat lain, Ahmad dan Aisyah pulang membawa bayi kembar tampan, dan dua baby sister. keluarga abah merasa bahagia.
" Anak siapa ini Ahmad ?" tanya Latif menyambut sakah satu putra Abi.
" Jika kau adopsi anak, segera buat sertifikatnya !" kata abah.
" Dia anak Abi abah, ibunya koma, melahirkanya !" kata Ahmad, semua tercengang.
" Aisyah, hanya ingin merawatnya selama ibinya masih di rumah sakit !" kata Aisyah.
" Pantas, saat aku melihatnya, hatiku tertarik, ternyata keturunan dari orang terpilih !" kata abah.
Semua tersenyum, setiap Rayyen pulang kerja, bawakan mainan, begitu juga dengan adiknya yang lain, masalah baby sister, mbak Menik dan satu temanya, sudah tanggungan Abi, susu beserta diapers dan keperluan yang lain juga, masih di tanggung Abi.
Tidak terasa tiga bulan sudah Ais, koma.
" Maaf pak Abi, hari ini pelepasan, semua alat kesehatan pada tubuh bu Ais, karena ini batas ahir " kata dokter.
" Saya mohon, verikan istri saya, bernafas seminggu lagi ?" kata Abi melipat tanganya ke depan.
" Pak, ini nyawa bukan kontrakan, sebulan yang lalu, bapak meminta pihak rumah sakit meminta waktu sebulan, lagi, sekarang seminggu lagi, bukankah bapak paham agama, jado jangan bapak gantung nyawa istri bapak sendiri, walaupun di bawa ke luar negri jawabanya juga sama !" kata dokter, yang sudah habis ke sabaran pada Abi.
" Bukankah Abi sudah bayar, ruanganya, juga lebih banyak, kami hanya butuh penanganan yang terbaik !" kata Roy.
" Kau tahu siapa saya ? orang kepercayaan dari Deon andreas, pemilih, separoh penanam saham di rumah sakit ini !" kata Roy.
" Sudah Roy, mungkin ini sudah garisku, harus kehilangan wanita yang sangat aku cintai !" kata Abi meneteskan air mata.
" Baik lah pak, tapi hanya seminggu !" kata dokter.
" Bi bagai mana kalau Ais di bawa ke rumah sakit luar negri yang pelayananya baik?" tanya Roy. Abi menggeleng.
__ADS_1
" Jika dia miliku, aku yakin dia akan kembali, jika tidak, aku iklaskan dia pergi dengan tenang, aku akan mengobatinya dengan caraku !" kata Abi.
" Tapi untuk saat ini, aku butuh alat bantu itu !" lanjutnya, Roy mengangguk.