ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Vino anak siapa


__ADS_3

" Zha bantu ayah, bacakan surat an nas nak, dek kau telepon abah, kalau tidak Gus Ahmad " terang Abi.


Ais berangkat tanpa protes, sedang Abi masih menyadarkan anaknya.


" Alhamdililah " kata Abi saat anaknya sudah mulai memejamkan mata dan pengaruh sihirnya berkurang.


Suara motor menderu di halaman,


" Bagai mana Bi ?" tanya Ahmad, setelah mengucap salam.


" Bersihkan gus, saya sebagai ayahnya tidak bisa, seperti apa yang di katakan pepatah, manusia tidak bisa menghilangkan debu di matanya sendiri " kata Abi.


" Baiklah " kata Ahmad, membersihkan pengaruh ilmu hitam dalam tubuh anak - anak Abi sampai mengeluarkan keringat.


Setelah selesai.


" Ini incaranya adalah istrimu, tapi isteimu cepat tanggap, makanya lari ke tubuh yang masih polos " kata Ahmad.


" Makasih gus !" kata Abi.


Lalu Ahmad dan Abi memagari rumahnya dengan asma allah, agar barang atau ilmu hitam tidak masuk pada anak - anaknya.


...****************...


" Hoek hoek " Nurma yang ada di rumah pak Idris dan buk Naya.


" Nurma kenapa kamu ?" tanua buk Naya


" Ya allah darah !" kata bu Naya melihat muntahanya Norma.


" Ini semua karena Ais !" kata Norma.


" Cukup, srharusnya kau itu seperti Ais, punya tujuan hidup, bukan malah selalu menjatuhkanya, dia itu adik kandungmu !" bentak pak Idris.


" Cuih, Ais, Ais dan Ais terus, sekarang anak kebanggaan bapak Ais " sungut Norma.


" Cukup Norma, lebih mulia, empat anak ayah satu, beda dirimu, hidup mu sama sekali tidak jelas Norma, untung satu putrimu di bawa mantan suamimu, jadi dia tahu nasabnya, sedang Vino anak siapa ?" kata Pak Idris murka.


" Bapak ingin tahu Vino anaknya siapa ? Vino anaknya mas Danu " kata Norma, membuat pak Idris terkejut.


Danu adalah suami dari Siti kakak dari Norma.

__ADS_1


" Jangan mengada - ada kamu !" kata pak Idris, tapi di tanggapi Norma dengan senyum sinis


" Tanya saja sama kak Siti " kata Norma.


pak Idris lalu menelpon Siti dan menyuruhnya datang.


Di saat mereka sudah kumpul pak Idris menggebrak meja


" Apa benar Danu, Vino anak biologis kamu, kau menghianati anaku Siti ! " bentak pak Idris.


" Kita melakukan suka sama suka, dan mas Danu waktu itu, berjanji, akan meninggalkan kak Siti dan menikahiku !" kata Norna.


" Cukup Norma, aku menyesal punya adik bermuka dua sepeetimu !" teriak Siti.


" Sudah cukup aku menutupi ke busukanmu di depan bapak !" kata Siti.


" Tapi suamimu juga tidak kalah busuknya " kata Norma dengan santai.


" Jelaskan mas !" kata Siti.


" Maafkan Danu pak ?" Danu mengaku salah, itu semua karena Danu termakan bujuk rayu Norma, saat itu Siti sedang masa nifas, ntah mengapa, badanku terasa panas saat Norma membuatkan Danu teh, dan pada saat itu Norma menawarkan diri, untuk memuaskanku, karena hasratku sudah di ujung kepala ahirnya aku mau " Danu mulai cerita.


" Semenjak saat itu kami dekat, dan sering melakukanya, dan Norma selalu membuatku, kalau Siti bukan wanita baik, sehingga aku berjanji akan menikahinya " kata Danu.


" Setelah itu aku mendapat kabar kalau Norma hamil, tapi Siti, mau membiayainya di saat persalinan, rasa bersalahku semakin mendera, jika bukan Siti istriku, mungkin aku sudah di lempar ke jurang !" kata Danu.


" Lalu kenapa kau tidak tanggung jawab dengan Vino ?" tanya pak Idris. Danu lalu memandang Siti.


" Pak gaji mas Danu sedikit, aku bisa, memberi Norma sejuta, itu untu Vino, sedang kalau Vino sakit, selalu mas Danu yang membayar pengobatanya " kata Siti.


" Kebohongan apa lagi Norma yang kau sembunyikan ?" tanya pak Idris.


" Tidak perlu emosi nanti jantung bapak kambuh, sekarang yang aku inginkan hanya Abi, Abi harus jadi miliku, walaupun harus berhadapan dengan harimau betina, dengan cara apapun " kata Norma.


Plakkk


" Sungguh keterlakuan kamu, !" bentak pak Idris, sedang buk Naya hanya menangis, Norma menahan sakit di pipinya karena di tampar.


" Danu aku titip Siti, jangan kau sakiti lagi, anakmu sudah tiga, biarkan Vino jadi tanggungan Norma " kata bu Naya.


" Tanpa ibu mintak, Danu akan menjaga fisik, hati Siti. Karena aku banyak belajar dari Abi, ternyata benar apa yang di katakan Abi, istri adalah bendahara keluarga, segala keuangan di serahkan pada istri semua, hidup kita akan makmur " kata Danu.

__ADS_1


" Dari sebab itu aku pilih, jarang ke sini, takut mas Danu tergoda lagi dengan Norma " kata Siti.


Sesaat kemudian Vino jatuh pingsan, dan segera di larikan ke rumah sakit.


Dokter memfonis, Vino terkena kanker darah stadium 4, membuat Norma terpukul.


" Ini semua karena Ais, Ais yang menyumpahiku !" kata Norma lalu berdiri, entah ke mana.


pak Idris segera menelpon Ais tapi tidak di angkat.


" Siapa sih dek yang telepon, kok tidak di angkat ?" tanya Abi, yang mendengar beringsik suara ponsel istrinya.


" Bapak, paling mau nanyain kok telat tfnya !" kataAis.


" Coba di angkat siapa tahu penting !" kata Abi.


" Malas !" jawab Ais lalu melempar ponselnya di kasur.


Di meja makan.


ponsel buk Dwi berbunyi.


" Hallo ada apa bu Naya ?" tanyabu Dwi.


....


Bu Dwi lalu melirik Ais.


Ais lalu menyahut ponsel ibunya.


" Ya nanti sore, Ais transfer !" kata Ais.


...


" Sudah lah buk tidak usah drama, aku sudah tidak mempan dengan drama keluarga " kata Ais saat mengabari Vino sakit.


Belum sempat bu Naya mengabarkan dirinya dalam bahaya, karena Norma datang ke sana, Ais sudah ke buru mematikan ponselnya.


" Dek, kau tidak boleh seperri itu, bagai manapun jiga dia orang tuamu " kata Abi.


" Orang tua seperti apa kak, yang menjadikan anaknya budak, yang menjadikan anaknya mesin ATM nya !" bentak Ais dengan mata memerah.

__ADS_1


Abi langsung memeluk Ais, mendekapnya dengan erat.


" Maafkan kak Abi !?" kata Abi, baru sadar kalau mood Ais tidak baik - baik saja kalau sudah dengar kabar keluarganya.


__ADS_2