
Rasanya selingkuh
" Jangan ganggu hubunganku Sen !" kata Ais.
" Aku hanya ingin kau kembali padaku, aku bisa menerimamu dan juga ke tiga anakmu, aku janji, aku tidak akan menyakitimu ?" kata Seno, Ais tersenyum.
Seno membalas dengan senyuman,, tanda ada sinyal untuk kembali menjalin hubungan dengan kekasih yang amat dia cintai.
Abi ternyata menunggu di depan pintu, mengepalkan tanganya.
" Cukup Seno !" bentak Ais.
" Jangan kau ganggu rumah tanggaku, aku mempunyai suami kak Abi yang tampan saja, susah menjaganya dari pelakor !" jawab Ais, membuat Abi yang mendengarkan dari pintu tersenyum.
" Apa lagi kalau harus kamu, sudah tampan, muda, punya penghasilan tetap seorang dokter muda pasti jangankan janda, gadis pun pada ngantri, aku males capek, tahu gitu dulu aku nikah sama pria buruk rupa " jawab Ais membuat hati Abi kembali menciut.
" Aku janji, akan setia padamu, karena selama aku kau tinggal, aku menutup hatiku, hingga kini mendapat hidayah, mempertemukan kita !" kata Seno.
" Kalau aku sama kamu, berarti aku wanita bodoh, pasti saat kamu ada kekurangan aku akan mencari yang lebih sempurna darimu !" jawab Ais.
" Ais ayolah kita buka lembaran baru, tanpa ada si pengecut di hidupmu lagi " kata Seno.
Abi tidak terima di bilang pengecut, dan masuk.
Bught. !
" Dia istriku jangan ganggu keluargaku !" kata Abi, setelah mendaratkan bogem di perut Seno.
" Aku akan laporkan kamu ke kantor polisi !" agertak Seno.
" Aku akan laporkan kamu ke direktor rumah sakit, karena mengganggu kenyaman pasien !" jawab Ais.
" Mamah. . !" panggil ketiga putrinya menghentikan perdebatan.
" Anak mama !" Ais menyambut senyuman pada ketiga putrinya.
Zha memeluk Ais lalu menangis.
" Zha kangen mama !" kata putri sulungnya.
Seno memilih pergi, meninggalkan ruangan Ais.
" Zha lelah ma, Zha lelah, ayah sering bentak Zha karena dua ulat bulu, dan ayah sering bawa Vino ke rumah ma, Zha cemburu !" ucap Zha jujur, membuat mata Ais membulat sempurna ke arah Abi.
" Mama biar makan dulu ya, kasiahan mama dari pagi belum makan ? nanti lagi lapornya !" kata Abi.
Anaknya mengerti dan keluar, Abi akan menyuapi, tapi di ambil oleh Ais, memakanya dengan cepat dan meneguk air putih.
" Sudah selesai, aku mau pulang " kata Ais, sambil mencopot selang infusnya,secara kasar.
__ADS_1
" Kak, Abi urus dulu administrasinya " kata Abi.
Ais yang keras kepala, Abi hanya bisa mengikutinya. di dalam mobil hanya ke heningan yang di ciptakan, dan sampai di rumah, ada Norma yang menyambut. Ais hanya cuek dan jalan ke kamarnya.
" Om " Sambut anak Norma pada Abi, Abi hanya tersenyum.
" Mbok. . !" panggil Ais pada mbok Darmi.
" Iya neng !" jawab mbok Darmi.
" Tolong ganti ini semua, aku tidak mau ada jejak j a l a n g di kamar ini !" kata Ais sambil melirik Norma.
" Dan ganti suasana " kata Ais.
Abi hanya diam melihat tingkah istrinya, Ais menuju dapur, dan di lihatnya isi frizer, tidak ada bahan makanan.
" Kita pesan saja ya sayang ?" kata Ais, pada ke tiga anaknya.
" Mama, jangan pergi lagi ya ?" kata Intan.
Ais mengangguk.
" Kak Zha waktu itu hampir di tampar sama bu de Norma, untung ada nenek " cerita Intan membuat Ais yang sedang minum terbatuk.
" Uhuk uhuk. .!"
" Coba ceritakan sayang ?" kata Ais.
Semua adiknya merengek, karena meminta es krim buatanya, padahal Zha baru saja pulang sekolah, dan melihat Norma dan Vino sedang menikmati es krimnya.
" Bu de, bu de seharusnya mikir, bu de itu hanya numpang di sini !" bentak Zha.
" Mulutmu, apa gini ajaranya Ais, mempunyai anak yang tidak punya sopan santun ?" tanya Norma.
" Tamu adalah raja, jadi sesuka hati aku mau apa ?" lanjut Norma.
" Ya memang aku anak Ais, tapi Ais punya etika, dan tahu, bu de hanyalah seorang pengemis, jika raja punya wibawa, dan etika, sedangkan bu de, seperti tikus got, yang mengerogoti roti sang majikan !" jelas Zha, membuat Norma murka.
" Jaga mulutmu ?" kata Norma, akan mengangkat tanganya yang siap di layangkan ke pipi Zha.
" Sedikit saja kau sentuh pipi cucuku, kau tidak hanya berurusan denganku dan Ais tapi dengan polisi !" kata bu Dwi sambil menahan tangan Norma.
Norma mengibaskan tanganya.
"Aku tidak takut dengan ancamanmu, sebentar lagi anakmu akan bertekuk lutut padaku " ancam Norma.
" Silakan ambil anaku, untuk menjadi gembel bersamamu, karena seluruh aset, sudah berganti nama Ais !" jelas bu Dwi.
" Tidak mungkin, akte notarisnya saja masih di tangan bang Jay !" kata Norma.
__ADS_1
" Kita lihat saja nanti, Abi akan memilih Ais berlian berhargaa, atau memilihmu, sebuah batu krikil yang mengganggu mata " jawab buk Dwi.
Norma pergi dengan perasaan kecewa.
" Kamu tidak apa sayang ?" tanya bu Dwi pada Zha.
Zha menggeleng " Kapan mama pulang, Zha lelah nek ?" kata Zha iba.
buk Dwi lalu meraih tubuh kecil cucunya.
flas back off
Ais mengepalkan tanganya.
" Makan nih ? mau dong ayah ?" Abi yang baru datang langsung gabung. Norma datang, dan langsung ikut gabung.
" Kak, kita satu piring saja ya, ini, buat ibu ?" kata Ais, menyingkirkan sisanya ke dalam lemari dan menguncinya, dan kuncinya di kantongi.
" Kalau sudah dingin apa enak dek ?" tanya Abi.
" Iya Ais, aku dan Vino juga lapar ?" kata Norma.
" Kan sekarang ada microwafe bisa di panasin kak Abi sayang ?" kata Ais.
" Emh. !" jawab Abi.
" Kalau kau lapar beli saja di luar, karena kalau anjing di kasih makan tidak pernah puas, lama ke lamaan menggigit yang kasih makan !" kata Ais, sambil memasukan makanan le mulutnya.
" Kak Abi mau nambah boleh gak ?" bisik Abi.
Ais, tersenyum meninggalkan bangkunya lalu mengambil makan buat Abi.
" Kak Ais mandi dulu " kata Ais, mencium kening Abi, tapi merasa, ciuman hambar dari Ais, Ais melakukan karena di depan Norma.
Ketiga anaknya mengikuti dari belakang.
Paginya saat sarapan bersama, Norma yang baru bangun agak siangan karena dia malas di dapur.
" Buk, Ais masaknya pas, dan ibu sudah Ais siapkan bekal, kak Abi juga " kata Ais, bu Dwi hanya tersenyum melihat tingkah menantunya.
Norma yang baru datang, di dapatinya sudah tidak ada makanan, sedang semua masih makan dengan lahab.
" Vino ini makanan, tapi bagi dua ya, karena kata ibu berasnya habis !" kata Intan, pada putra Norma, yang hanya melihat orang sarapan. sifat Intan seperti Abi, orangnya tidak tegaan.
" Kak, bagai mana rasanya selingkuh ?" tanya Ais, di depan para keluarganya dan Norma.
" Enak, menyenangkan, dan menghilangkan stres, istri jelek cerewet, lupa semua, anak rewel bagaikan angin lalu !" jelas Abi, dengan senyum mengejek.
" Kalau gitu Ais mau coba ah, ayo anak - anak, kita berangkat semua " kata Ais, membuat Abi terkejut.
__ADS_1
***