
' Tidak akan ku biarkan kau hidup bahagia Ais, kau adiku, tapi kau rivalku !' gumam Norma.
Abi ******* bibir Norma, dan menggendongnya ke dalam kamar.
' Nikmat nya jadi Ais, mempunyai pria perkasa seperti Abi ' gumam Norma.
Abi melempar Norma ke ranjangnya,
" Kau nakal dek ? Akan ku buat kau terkapar di ranjang !" senyum Abi, menanggalkan bajunya satu persatu dan mulai tanganya bergelayang di tubuh Norma.
Bught. !
Tubuh Norma terpental dari kasur. Abi jadi bingung, antara sadar dantidak sadar, bahwa yang dia cumbu bukan istrinya melaikan Norma Ais mengunci pintu.
" Sayang aku hanya butuh kamu sekarang " kata Abi menyerang ganas istrinya.
" Ayo kita lakukan di depan j a l a n g " kata Ais .
menerima serangan demi serangan dari Abi, hingga ******* demi ******* di depan Norma, sampai Abi melakukan berulang kali, tanpa malu di depan Norma, karena kunci pintunya di pegang Ais.
" Awuhhhh " Kata Abi terkulai lemas di dekat istrinya.
Ternyata Ais tahu kalau Abi di kasih obat perangsang, karena di telepon oleh mbok Darmi, yang melihat gelagat Abi tidak wajar.
Seketika mbok Darmi langsung menelpon Ais, dan Ais, sudah mendapati, dua sejoli yang haram sudah di dalam kamar. Abi terbangun dengan badan tanpa sehelai benangpun, betapa terkejutnya, melihat Norma duduk di pojok di dekatnya masih dengan berpakaian lengkap, dan Ais sama sepertinya polos.
" Dek apa yang terjadi ?" Abi mengguncangkan tubuh istrinya.
" Kau memperkosaku kak ?" kata Ais.
" Tidak pa pa, tapi kalau mperkosa orang lain bahaya !" kata Abi.
" Tidak apa bagai mana ? Permainanmu di lihat Norma, !" kata Ais membuat Abi membulatkan mata.
" Dan satu lagi, Ais malah nyuci bad caver, lihat mayonesmu sampai mana - mana, sampai ke selimut !" tunjuk Ais.
" Nanti kak Abi cuci, tapi kenapa sampai di lihat Norma ?" tanya Abi.
" Mungkin di kiranya kita tontonan kali !" kata Ais, Norma marah plus sebel, plus plus plus lah.
" Bawa sini kuncinya, aku mau keluar " kata Norma, sambil menengadahkan tanganya pada Ais. Leher Norma yang merah, karena Abi tadi, di pandang Abi.
__ADS_1
" Dek, leher Norma merah, sepertinya ada yang tidak beres !" kata Abi saat Norma sudah keluar.
" Kau tahu, itu perbuatanmu kak, jangan salahkan orang lain?" kata Ais meraih handuk dan menuju kamar mandi, Abi masih bingung menggaruk kepalanya yang tudak gatal.
" Apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Abi dalam sendirian.
. Ais keluar kamar mandi, dan melempar handuk pada Abi, dan tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam, membuat gairah Abi bangkit lagi.
" Nikmat mana yang kau dustakan, tubuh tertutupnya, indahnya hanya untuku " gumam Abi dengan pandangan mesum pada istrinya yang masih memilah baju.
" Kau sudah lama tidak perawatan dek ?" tanya Abi yang menempelkan, pusakanya, pada bokong Ais yang di lapisi pengaman segi tiga sambil menggeseknya.
Abi mencari celah dan menyingkirkan penghalang dan.
Jleb
" Aghhht. !" de sah Ais, merasakan, ada tancapan aneh di bagian intinya.
" Kak Abi, di ngin Ais malas mandi " kata Ais, pada Abi yang badan nya sudah di goncangkan Abi, yang sudah telat.
" Kalau kak Abi mintak pasti kamu tolak !" kata Abi
" Dikit lagi adek eummm !" de sah Abi menikmati permainanya. Ais merasakan ada yang keluar dan terduduk di lantai larena lemas.
...****************...
" Vino jangan lancang kamu pegang barangku !" teriak Zha pada Vino yang masuk kamarnya mengambil barangnya.
" Jangan semena - mena kamu Zha, Vino tidak mungkin mencuri !" bentak Norma.
" Kalau tidak mencuri apa, ini nyatanya bu de, di tangan Vino !" bentak Zha sambil menunjuk barangnya yang akan di ambil Vino.
" Vino hanya pinjam " kata Vino.
" Kalau pinjam itu bilang, kalau mengambil tanpa bilang itu nama nya mencuri !" bentak Zha.
Abi dan Ais segera menuju tempat bertengkar.
" Ada apa ini ?" tanya Abi.
" Anakmu menuduh anaku mencuri !" kata Norma.
__ADS_1
" Tidak ay. . . !" belum sempat Zha menyelesaikan kalimatnya.
" Sudah cukup Zha, ayah pusing jangan bikin masalah, jangan gegabah seperti mamamu, ayah belikan yang baru !" bentak Abi sambil megang kepala.
Ais yang mendengarkan bentakan Abi lebih membela putra Norma tersulut emosi.
" Bereskan barangmu, jangan bikin ayah pusing biarkan dia sama anak laki - lakinya !" kata Ais pada Zha yang menangis sesenggukan.
" Jangan menangis, buktikan kalau Zha, anak yang kuat " kata Ais sambil mengisap kepala anaknya.
" Ais !" Abi baru sadar dengan ucapanya, dan Ais segera meninggalkan tempat itu.
" Dek jangan seperti ini, maafkan kak Abi, jangan kalau marah pergi dari rumah !" kata Abi, melihat Ais, yang memasukan pakaianya ke dalam koper, tapi Abi mengeluarkanya lagi.
" Maaf jika aku dan anaku, membuatmu pusing !" kata Ais.
" Dek, akan kak Abi ganti, alatnya Zha yang baru, kak Abi janji " Kata Abi.
" Ini bukan soal yang baru atau minta ganti, tapi kenyamanan, mungkin aku juga akan ganti suami yang baru, saat suamiku di sudah yodak nyaman, dan di mintak kakaku !" kata Ais.
" Dek kak Abi mintak maaf " kata Abi berebut Abi mengeluarkan pakaian Ais dari koper, sedang Ais memasukan, lelah, Ais memegang ponselnya dan menaruhnya lagi.
Abi dengan sigap, memgambil ponsel Ais, dan kunci mobil.
Ais hanya tersenyum dan keluar kamar, dengan menarik kopernya, dan memanggil semua anaknya.
Abi sedikit santai, karena akses Ais ada di tanganya.
" Buk Ais pamit, maafkan Ais, karena tidak bisa menjadi menantu baik buat ibu " kata Ais pada buk Dwi.
" Kamu mau ke mana nak, ini rumah kamu, jika yang harus pergi itu Abi, dan wanitanya !" kata bu Dwi. Ais hanya menggeleng.
" Ais ke sini tidak bawa apa - apa tapi Anak - anak Ais bawa, Ais juga tidak akan melarang kak Abi untuk bertemu anaknya " kata Ais.
" Ibu tidak akan izinkan kalian keluar dari rumah ini !" bentak bu Dwi.
" Maafkan Ais buk, Ais ingin menenangkan diri, Ais dan anak Ais tidak ingin buat kak Abi pusing " kata Ais.
" Salim sama nenek nak !" kata Ais suruh pada anaknya.
" Jangan pergi nak !" tangis bu Dwi sambil memeluk Ais.
__ADS_1
" Ais jangan pernah kau keluar dari rumah ini !"