ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Lula ke bakaran jenggot


__ADS_3

Lula kebakaran jenggot


********


Lula berniat mengirim pesan pada Abi modus ingin kerja di salah satu cafenya, supaya bisa berduaan dengan Abi. secara Ais jarang ikut ke cafe. Tapi balasan pesan dari Abi membuat dia sebel, karena malah di suruh hubungi Ais, membuat dia cemburu. tengah malam dia iseng menelpon Abi, ternyata di Angkat oleh Ais.


" Kak dapat telepon dari Lula ?" kata Ais pada suaminya yang posisi masih meneguk kenikmatan di atasnya.


" Tidak usah di angkat sayang, kurang kerjaan, jam segini telepon suami orang " Kata Abi sambil ngos ngosan yang masih berusaha mencari titik kenikmatan.


" Angkat aja kak, siapa tau penting, ini sudah ketiga kalinya loh !" kata Ais yang melihat panggilan ke tiga dari Lula.


" Ya sudah terserah kamu " jawab Abi asal.


" Tapi kak Abi jangan berisik dulu ya ?"Ais memperingatkan Abi, sedangkan Abi mengangguk tidak peduli, lebih peduli dengan tubuh Ais yang masihvdi nikmatinya.


[" Hallo Lul ?"] sapa Ais pada teleponya.


[" Mas Abi nya ada aku mau ngomong "] Tanya Lula.


[" Ada ini ahh "] desah Ais tidak sengaja.


[" Lul, ada apa malam gini kok telepon "] tanya Abi sebel.


[" Bagai mana mas keputusanya, apa boleh aku kerja di sana ?"] tanya Lula, juga penasaran dengan ******* itu.


[" Keputusanya besok saja ya Lul ahhhh "] tidak sadar Abi kalau dia mendesah.


[" Mas kamu ngapain sih seperti habis maraton, ngos ngosan gitu ?"] tanya Lula yang penasaran.


[" Lagi bikin adeknya Yura "] jawab Abi sambil melempar hanponya asal, namun lupa di matikan.


[" Hallo . . . hallo . . "] sambung Lula saat di cueki.


[" Aghhhh, sakit kak "] desah Ais yang masih terdengar oleh Lula.


[" Ahh sabar sayang dikit lagi "] sambil menghentakan tubuhnya, .mencari puncak kenikmatan.

__ADS_1


[" Aghhhh "] teriak keduanya yang sudah mencapai *******.


[" Terima kasih sayang, kau miliku seutuhnya tidak akan ku biarkan orang lain memilikimu, permainanmu indah malam ini, aku puas, tapi masih kalah denganku "] kata Abi yang masih menciumi istrinya.


[" Ya kak, aku ngaku kalah, tapi lepas dulu aku capek "] kata Ais.


[" Enggak nanti dulu "] kata Abi yang masih mengukung Ais.


[" Kak tapi sudah malam, kamu main sudah tiga ronde, simpan speermamu buat besok lagi "] kata Ais sambil mendorong tubuh Abi namun yang di dorong tidak bergerak sama sekali.


[" Kalau tidak di cuekin seminggu karena tamu bulananmu itu mungkin aku tidak sedendam malam ini "] jawab Abi.


Tut. . . !


Ais sama Abi heran langsung memandang hp Abi bersamaan, ternyata dari tadi hp tidak di matikan, membuat Ais malu pada diri sendiri, dia berpikir berarti Lula mendengar ******* demi desahhanya ?, sedangkan Abi tersenyum kecut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, konyol pikirnya.


Sedangkan yang di sebrang sana, Lula sudah panas, seperti ke bakaran jenggot dengan marah - marah tidak jelas.


" Awas kau Ais, kau membuat aku panas suatu hari nanti aku yang akan menggantikanmu melayani mas Abi, apa kamu pikir kamu akan jadi ratu terus di rumah itu, tidak akan. . ! Aku yang akan menendangmu dari situ dan akan menjadikanmu gelandangan, mas Abi tidak mungkin dia bisa melupakanku setelah kita jalani pacaran bertahun - tahun. Aku pastikan dia masih cinta denganku " Gerutu Lula dalam kamarnya sendiri.


Pagi telah tiba semua orang rumah sudah kumpul di ruang makan, yang pastinya sudah mandi semua, karena sekarang kamar mandinya tidak seperti rumah yang dulu, kamar mandinya hanya dua, sekarang hampir setiap kamar ada kamar mandinya masing - masing, jadi mereka semua cepat. Eits jangan tanya Ais sama Abi mandi apa tidak ya ? pasti mereka mandilah, sehabis pergulatan tadi malam.


Setelah semua kumpul di meja makan tinggal Abi dan Ais yang belum, karena masih mengurus anaknya dulu, dari memandikan dan menyuapinya mereka bekerja sama, Abi kemeja makan dulu. Di meja makan sambil menunggu Ais.


" Kamu hebat Bi bisa menjinakan harimau dari alam liar " Kata Arman sambil menepuk pundak adiknya yang baru duduk di dekatnya.


" Tapi mba Ais itu bidadari yang di utus malaikat untuk menjaga mas Abi, ingat tidak waktu mas Abi di tolak lamaranya oleh Lula, mba Ais datang dengan gaya aroganya membuat mas Abi semangat hidup lagi " kata Risa.


" Hati - hati bi, harimau dari alam liar jangan sampai terluka, kalau sampai terluka dia bisa lebih liar dari dulunya " Arman pakai bahasa isyarat.


" Harimau siapa mas ?" tanya Ais yang baru datang, sedangkan Arman bingung dengan pertanyaan Ais.


" Itu anu itu harimau tetangga lepas, jadi bahaya iya gak ma ?" Tanya Arman pada Raina agar bisa menolong gugupnya.


" Ehemm " jawaban Reina setengah menahan tawa.


" Waw bahaya ya ?" kata Ais polos " Tapi waktu kita kesana tidak ada harimau tuh !?" tambah Ais setengah berpikir.

__ADS_1


" Oh baru saja beli " jawab Arman ngeles.


" Oh " jawab Ais.


Sedangkan semua yang ada di meja makan menahan tawa atas kekonyolan Arman yang di buatnya sendiri, sedangka Ais tidak peduli lagi, dia lebih pilih melayani suaminya.


Seperti rencana awal Ato ingin belajar bisnis dari Ais, yang membuat Abi sesukses ini.


" Emang cafe mas Abi ada berapa sekarang ?" tanya Rina


" Ada tiga, nanti kita main kesana, seperti yang di rencanakan tadi malam " kata Abi.


" Empat tahun yang lalu kan masih buka satu " kata Risa.


" Iya itu masih merintis, masih biasa saja, sekarang sudah beda nuansa, bernuansa modern. nanti kamu pasti bakal lihat sendiri.


" Jadi tambah gatel dong itu janda sebelah, melihat mas Abi tambah sukses, tambah lagi ibunya, jadi tambah nyinyir " sahut Risa yang orangnya ceplas ceplos.


" Sssst " kata bu Dwi memperingati anaknya.


Sedangkan Abi dan Ais tau siapa yang di maksud Risa, Abi dan Ais saling pandang malu mengingat hal yang tadi malam.


" Ya sudah Ais kamu siap - siap saja mengantar anakmu ke sekolah, biar saudaramu saja yang beres - beres " suruh bu Dwi pada Ais.


" Ya sudah bu, kalau gitu kita ketemu di cafe saja ya ?" tanya Ais.


" Ya " kata bu Dwi.


" Terus mobilnya mas Arman muat tidak ?" tanya Ais.


" muatlah " kata Arman sambil mengacingkan jempolnya.


" Secarakan mas, dirimu bawa gajah " kata Ais sambil melirik Risa yang di lirikpun merasa.


" Mba Ais mentang - mentang body ideal, jadi menghina gajah " tawa Risa dengan bercanda, karena diapun merasa kalau dirinya bengkak.


" Ya . . paling tidak suami kamu sudah sukses Ris, sukses membesarkan istri " jawab Ais sambil berlari ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2