ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Kelakuan dua cucu adam dan hawa


__ADS_3

Rumah tangga yang begitu bahagia sekarang retak, karna kehadiran si Lula sang mantan pacar Abi, yang pernah menancapkan duri dalam hatinya.


Tiba-tiba saat Abi mengingat kehidupanya dengan Aisyah ada yang menepuk pundak Abi dari belakang.


" Nak Abi ayo cepat hentikan istrimu" lanjut buk Neni


Dengan buk Neni memohon pada Abi, membuat Aisyah tambah geram dan menggedor muka Lula yang sudah babak belur ulah si Aisyah.


Brukk


" Aghhh..! " Teriak Lula


Lalu dengan cepat Aisyah mencengkram pipi Lula


" Apa benar kata ibumu Lula, kau mengandung anak dari kak Abi.? "tanya Aisyah dengan geram


"I i iya, " jawab Lula dengan menahan rasa sakit di kepalanya.


" Ha ha ha kau pikir saya tidak tau lula, anak siapa yang telah kau kandung, anak SETAN !" kata Aisyah dengan satai.


semua mata melotot ke arah mereka berdua dan bertanya- tanya.


"Bukankah kau memergoki mereka tidur 1 kamar" jawab buk Neni


" Ya gara-gara kamu anak kami yang halal kau bunuh?" air mata Aisyah keluar lagi mengingat saat dirinya keguguran "dan kak Abi suruh mempertahankan yang haram" lanjut Aisyah


" Aku tidak berniat membunuhnya..! " teriak Lula yang mulai depresi


"Atau bila perlu aku laporkan kamu ke polisi?" bisik Aisyah pada Lula


"Jangan Ais..!"Lula mulai takut


" Biar kamu di penjara, dan melahirkan di penjara? apa kata dunia Lula?" lanjut Aisyah yang sebenarnya sudah tahu, kalau Lula tidak hamil.


" Tidak tidak jangan !" Lula depresi


"Mas Arman...!" panggil Aisyah pada kakaknya Abi " putar vidionya mas agar semua Orang tau siapa Ayah dari bayi yang di kandung lula". Aisyah memberi kode pada Arman,


Keluarga LuLa semua pucat mendengar perkataan Aisyah, karna Aisyah tidak akan pernah macam-macam dengan perkataanya.


Sedangkan Arman telah siap memutar vidionya ke layar, semua orang terdiam yang ada di sana. vidio itu di ambil Arman dari CCtv yang telah di pasang Aisah sebelum pergi dari rumah Abi sebulan yang lalu,,, Agar bisa tau niat Busuk apa yang di rencanakan Lula.


Setelah vidio selesai di putar wajah keluarga Lula pias, rasa takut yang menyelimuti mereka.


Sedangkan Abi senyum dengan kememangan. tapi ada rasa malunya juga karna di vidio ada dirinya yang vulgar.


Setelah puas menghajar sang Pelakor dan mempermalukanya, Aisyah menuju pintu dan akan pergi.


"Mau kemana dek?" tanya Abi sambil meng hampiri Aisyah


" Mau pergi nenangin diri" sambil mencium bibir Abi


Sedangkan yang punya bibir tidak menyangka, karena baru kali ini Aisyah menciumnya di depan orang banyak.

__ADS_1


"Kali ini kamu ku tolong kak. tapi sampai kamu berulah lagi. jangan salahkan saya kalau saya jadi predator kelamin, atau lebih dari itu jadi pyskopat kelamin" bisik Aisyah di telinga Abi sedangkan Abi masih bengong sambil memegang pusakanya.


*-*


***


Polisi pun tidak mau mengadili, jika di permasalahkan semua salah, tapi lebih berat Lula.


Ais keluar dengan di ikuti rombonganya, dan segera meninggalkan TKP, senyum Abi mengembang.


" Ikuti dia Abi, jangan bodoh, atau kau akan kehilanganya lagi !" kata Jay.


" Waktunya kau mengejarnya Abi, jangan bodoh " jelas Arman.


" Ayo Za !" ajak Abi tapi matanya masih menatap kepergian Ais..


" Mas ini bagai mana ?" tanya Lula yang dandananya sudah acak acakan.


" Nikahnya sama kambing belakang rumah !" jawab Abi sekenanya, sambil menaiki motor yang bonceng Reza.


Setelahnya mereka mencari keberadaan Ais, kebetulan Abi mengenali wajah salah sati tadi yang mengantar Ais, mengacaukan pernikahanya.


"Ow, mbak Ais tadi mampir dihotel, mungkin mau menginap di sana " jawabnya.


Reza dan Abi langsung meluncur ke sana, jam sudah menunjukan jam dua belas malam, untung saja masih ada pegawainya Abi tidak menyiakan kesempatan itu, ternyata Ais memboking salah satu kamar.


" Pulanglah Za, ini sudah malam kasihan istrimu !" ksta Abi.


" Nanti aku mintak jemput mas Arman, tapi mingkin aku akan bermalam di sini " kata Abi.


Reza mengangguk dan pulang.


Ais merasakan sakit hati, di dalam kamar hotelnya, sudah beberapa gelas wine, yang ia minum, Ais selalu minum di hotel, supaya tidak di ketahui anak sekomunitasnya di tokonya.


Tok


Tok


Tok


" Siapa sih malam - malam, akukan tidak pesan apa - apa " Kata Ais sambil berjalan mendekati pintu, dan membuka sedikit.


" Siapa ?" tanya Ais yang sedang mabuk mrracau tidak jelas.


" Clining servis " Jawab Abi, lalu Ais, menarik kerudung pasminanya, tapi sudah ke duluan Abi mendorong pintu.


" Astagfirullah Ais " kata Abi geleng kepala Saat melihat botol dan gelas Wine di lantai.


" Kak Abi, oh bukan, mungkin ini efek aku mabuk !" kata Ais sambil memukul kepalanya.


" Clining servis tidak sopan, aku laporkan pada atasanmu !" kata Ais.


Abi masih mendekati Ais, Ais masih terus mundur.

__ADS_1


" Hai jangan lecehkan aku, aku sudah bersuami dan beranak tiga, jadi sudah tidak enak, sudah longgar !" kata Ais membuat Abi tersenyum puas.


" Seperti ini kah mengerjai, istri yang masih mabuk ?" senyum Abi masih terus berjalan mendekati Ais.


Ais melayangkan beberapa tinjuan, tapi tidak tepat sasaran, karena mabuk, sambil mundur sampai mentok tembok.


Ais meraih telepon hotel, tapi di tahan Abi.


" Kak Abi tolong !" teriak Ais, saat Abi memegang dagunya akan mencium bibir Ais.


Ais memukuli dada Abi.


" Hai, aku kak Abimu !" Abi buka suara.


Ais hanya tersenyum dan kembali duduk di lantai meraih gelas wine nya.


" Ada apa kak Abi ke sini, bukanya malam ini malam pertama kak Abi dengan Lula ?" tanya Ais.


Abi hanya tersenyum, dan duduk di dekat Ais.


Ais munuangkan winenya pada gelas, tapi gelasnya di tarik oleh Abi, dan di gantikanya kotak sampah, saat Ais pegang sudah gelas lagi, di tegaknya oleh Ais, tapi kosong, sampai beberapa kali, sampai wine di botol kosong.


" Ternyata kamu itu bodoh ya kalau lagi mabuk !" kata Abi.


Ais baru sadar kalau di kerjain suaminya.


" Mau apa kak Abi ke sini !?" bentak Ais dengan tatapan tajam mengarah ke Abi.


Abi jadi minder dan takut.


Ais mendorong tubuh dan menarik kerah bajunya Abi dan Ais duduk di pangkuan Abi berhadapan, perasaan Abi tidak karuan, aliran darah berdesir aneh, apa karena sudah dua bulan lebih Abi tidak menumpahkan hasratnya, biasanya kalau Ais di rumah, walaupun Ais lagi pms, Ais, bisa menumpahkanya dengan cara Ais tersendiri bahkan hampir setiap hari.


Ais membuka kancing baju putih Abi yang sudah basah kuyup karena gerogi, Ais menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Abi, sesekali menggigit kecil.


Abi tidak mau ketinggalan, di gendongnya Ais lalu di lemparkanya di kasur big size.


Setelah itu Abi mengukung Ais yang siap menancapkan pusakanya ke lubang surga Ais, Abi telah selesai membaca do'a, Ais membalikan badanya.


" Ais yang di atas " kata Ais, Abi yang belum siap langsung berguling ke samping dan posisi Ais sudah di atas.


" Kak Abi yang di atas, nanti gantian !" kata Abi berguling dan berubah posisi lagi.


" Ais !" kata Ais dan berguling lagi.


" Kak Abi " kata Abi.


Brught. . . !


Dua magluk allah, anak cucu adam dan hawa yang sudah halal, jatuh ke lantai, tanpa sehelai benangpun dari atas kasur big size.


Sungguh memalukan, hanya rebutan posisi menjalankan kewajibanya dengan posisi Ais di bawah Abi.


" Aw sakit kak Abi !" kata Ais sambil memegang kepalanya, Abi tersenyum sambil garuk kepala merasa bersalah

__ADS_1


__ADS_2