
Sedang di tempat lain.
" Kalau bukan kita siapa lagi Rit, Ris yang menjaga mbak mu ?" kata bu Dwi pada ke dua putrinya yang baru datang tadi malam bersama suaminya masing - .masing.
" Lalu kita harus bagai mana ?" tanya Rita.
" Buat mbak mu nyaman, jika sampai mbakmu pergi, masa depan mas Abi mu hancur !"
" Phikisnya dia terganggu !" jelas bu Dwi.
" Habisin uangnya kak Abi yok ?" ajak Ais pada ke dua adik iparnya.
bu Dwi dan ke dua iparnya melongo ke arah Ais, takut tadi dia dengar obrolanya.
" Mbak Ais sudah rapih saja, Zha, Intan dan Ega !" kata Rita melihat semuanya sudah rapih.
" Mau tidak nih, aku traktir ke mall !" ajak Ais
" Mau banget mbak, tidak pakai nanti " sahut Risa.
" Ha ha ha!" tawa semua.
" Ibu ikut ya ?" tanya Ais.
" Nanti tidak muat nak " kata bu Dwi.
" Muatlah !" kata Ais.
" Zayn, sama Zidan bawa ya Rit, Ris ?" tanya Ais.
" Okey mbak !" jawab kedua adik iparnya.
Di mall bu Dwu mendorong kursi roda Ais dan mereka melihat Abi dan Nadia.
" Pura - pura tidak lihat, kita cueki saja !" kata Ais. semua mengangguk.
" Lapar tidak kita makan dulu yok ?" ajak Ais. semua mengangguk.
Setelah memesan mereka duduk santai sambil menunggu pesanan. Abi semakin mendekat.
" Jangan nengok ada mas Abi di belakang !" kata Risa mengkode Ais.
" Kak Abi tahu, kau pura - pura tidak lihat kak Abi,
cup !" bisik Abi di telinga Ais lalu menciumnya.
" Kak Abi tidak enak di lihat orang ramai " kata Ais tersenyum malu, kalau tingkah konyolnya di ketahui Abi.
Abi duduk di satu bangku dengan Ais sambil memeluk pinggang Ais.
" Pak pesan ruang Vvip " kata Ais.
Semua pindah, sedang Nadia menarik lengan Abi yang mendorong kursi roda Ais.
" Apaan sih Nad !" tepis Abi.
Ais cuek tidak mempedulikanya.
" Jadi ini istri kedua mas Abi yang katanya lulusan terbaik dari Kairo !?" kata Risa.
" Alhamdulilah iya, tapi tidak terbaik juga karena di atas langit masih ada langit !" jawab Nadia.
" Jadi di Kairo, ada sekolah jurusan pelakor ya ?" tanya Rita.
" Hush " kata Ais.
" Cantik ya ?' kata Risa.
__ADS_1
" ya iyalah, kalau tidak cantik mana percaya diri jadi pelakor ?" kata Risa
" Uhuk uhuk " Nadia terbatuk, sindiran dan hinaan menurutnya hal yang sangat lumrah bagi dirinya agar mengurangi dosanya, tapi tidak dengab sindiran keluarga Abi.
" Mas Nad ke toilet dulu !" kata Nadia, dan air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.
Nadia berharap Abi membelanya, atau mebenangkanya, mengikuti hingfa toilet tapi tidak, hingga, dia di toilet cukup lama dan kembali.
" Jaga bicara kalian, dia sedang hamil, bagai mana pun juga dia anak mas mu !" kata Ais.
" Aku sebal banget mbak, pelakor syar i, dia menggunakan jilbab panjang hanya buat kedok, sama halnya dia menghina agama islam !" kata Risa.
" Ya lebih baik seperti kita, walaupun urakan masih punya hati, sesama wanita !" kata Rita.
" Ehem !" deheman Abi mengkode para adiknya untuk diam.
Abi menarik Ais, ke panggung sebuah, tempat penyanyi cafe lalu menggendong Ais mendudukan di bangku penyanyi..
" Walau aku tidak bisa menjadikanmu Khadijah, istri satu satunya Rasulullah tapi percayalah, kau akan ku jadi kan Aisyah humaira istri yang paling di cintai Rosulullah " kata Abi mencium tangan dan pipi Ais.
Melody musik di mainkan.
Abi mulai menarik nafas, lantunan sholawatnya yang begitu merdu, membuat oeang penasaran
Mulia, indah, cantik berseri
Kulit putih, bersih, merah di pipimu
( Abi mengelus pipi mulus Ais)
Dia Aisyah, putri Abu bakar
Istri Rasulullah
Sungguh sweet Nabi mencintamu
Bila marah, Nabi 'kan bermanja
Mencubit hidungnya
( Abi mengelus bibir Ais, dengan ibu jarinya, menyandarkan kepalanya di punggung Ais, lalu mencubit hidungnya )
Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama
Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah
( Abi tidak lepas pandangan dari wajah Ais dan terus mengelus pipi Ais, )
Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira
Mulia, indah, cantik berseri
Kulit putih, bersih, merah di pipimu
Dia Aisyah, putri Abu bakar
Istri Rasulullah
Sungguh sweet Nabi mencintamu
__ADS_1
Bila lelah Nabi baring di jilbabmu
Seketika kau pula bermanja
Mengikat rambutnya
( Abi menarik jilbab Ais dan mencoum ujungnya )
Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama
Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah
( hingga perbuatanya diulang - ulang sesuai lagunya, dan air mata mulai berkatihan satu - per satu hingga, tidak beraturan )
Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira
Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama
Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah
Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira
Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu
( hingga ahirnya tangisan Abi pecah dan memeluk Ais menciumi pucuk kepalanya )
Ternyata bukan hanya Abi dan Ais yang menangis, banyak pengunjung yang menangis terutama keluarga Abi yang di sana.
Dan vidio itu cepat tersebar, karena ada yang melakukan siaran langsung.
Nadia maju ke depan dan mendorong Ais. dengan sigap Abi langsung mrmeluk Ais, membuat Nadia semakin cemburu.
" Ingat mas aku juga istrimu, " bentak Nadia. tanpa menjawab Abi lalu menggendong Ais turun dari panggung itu, dan membawanya ke sofa lagi.
" Apa itu istri mudanya, memang ya yang ke dua ingin di utamakan " bisik para pengunjung. dan masih banyak bisikan yang lain.
" Kalian sudah selesaikan belanjanya ?" tanya Abi pada semua. semua mengangguk
" Rit, ajak pulang ibuk dan anak kita, biar istriku tercinta bersamaku !" kata Abi.
" Tidak mau, kakak tidak mau mama di sakiti nenek lampir berhijab itu !" tunjuk Zha pada Nadia.
" Ayah pasti melindungi mama kalian !" kata Abi.
Zha meneteskan air mata, sambil menggeleng
" Ayah janji, hingga tetes darah penghabisan akan melindungi mama !" kata Abi.
Setelah semua membijuk tidak ada yang bisa Ais angkat bicara.
" Kakak, mama hanya sebentar, mama janji mama akan pulang cepat, dan semua kegiatan mama di sini akan mama vidio, lalu mengirim pada Zha !" kata Ais.
__ADS_1
Zha mengangguk dan ahirnya ikut pulang.