ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Over dosis


__ADS_3

" Istriku memang keras, tapi tidak ada sedikitpun dalam niatku, untuk mencari madu untuknya, bagai mana rasanya di madu Rita, ? kau sampai mengemis bukan pada mbakmu, agar Edi kembali !" kata Abi di depan Rita dan Edi suaminya, dan Risa ada Ato.


" Mas !" bentak Risa.


" Jika kalian, wajar di madu kalau, Ais tidak pantas, karena dia bagai kaswari yang langka, dan telah melahirkan keturunanku yang hebat, yang belum tentu kalian bisa melahirkanya !" kata Abi.


Abi langsung langsung menuju kamar.


" Mas Abi, dan ibu di apain sih dengan Ais, hingga sampai tunduk pada perempuan sekeras itu? " kata Ato.


" Pikiran Abi sudah dewasa, kau ingin dapat karmany?a karena ulah kalian yang menyuruh kakakmu poligami !" kata Arman


" Dek, mau ke mana ?" tanya Abi yang berpapasan di pintu kamarnya.


" Mas, biarkan mbak Ais tenang dulu " kata Ayu.


" Baiklah !" kata Abi.


Ais dan Ayu, pergi dengan grab.


( Jangan pernah kau hasut istriku, untuk meninggalkan aku Ayu ) pesan Abi.


(Aku bukan iblis mas ) jawab Ayu saat sudah di taxi online.


( Aku akan kirimkan vidio, apa saja yang di lakukan mbak Ais )balas Ayu lagi.


( Kau harus janji !) kata Abi.


(Mas aku membawanya pergi, hanya tidak mau mas berdebat terus, mbak Ais orangnya keras, jika semakin mas debat bukanya luluh tapi dia akan semakin benci ) pesan Ayu.


Abi hanya diam.


Ais dan Ayu pergi menuju danau.


" Apa kurangnya aku ya allah, kenapa hidup ini tidak adil ?" teriak Ais.


" Kenapa kau pertahankan aku, jika hanya ini yang akan jadi garis ku, aku sudah tidak kuat tuhan hiks, hiks hiks !" teriak dan menangis.


" Mbak, mas Abi hanya bercanda mbak !" kata Ayu. Ais menggeleng.


" Kata adalah do 'a Ayu " kata Ais.


" Tidak mbak, jikakita yakin dari hati " kata Ayu sambilmemegang dadanya


" Dulu aku di buang, keluargaku, dan sekarang suamiku Ayu, padahal aku telah memberikan yang dia mau, hingga ku pertaruhkan nyawa untuk melahirkan keturunanya " kataAis.


Ais melepaskan keluh kesahnya di tepi danau setelah puas, dia pergi lagi ke tokonya.


Ayu selalu mengirim, apa yang di lakukan Ais hingga vidio tadi.


" Dek, " panggil Abi di ruangan pribadi toko Ais.

__ADS_1


Ais akan membalikan kursi rodanya tapi di tahan oleh Abi. Abi lalu jongkok di depan kursi roda Ais dan memegang erat tangan Ais, yang satunya mengelus.


" Jika kak Abi salah maafkan kak Abi, tapi jangan seperti ini, maafkan kak Abi kalau tidak bisa menjaga perasan istri kak Abi, tapi percayalah, kak Abi hanya untuk dirimu dan anak kita " jelas Abi.


" Ais sadar kak, Ais tidak akan menahan kak Abi menikah lagi, Ais cacat !" kata Ais sambil memalingkan wajahnya menahan air mata.


" Tidak sayang, sampai kapanpun kak Abi hanya milikmu, jika, itu terjadi, kau bisa menghukum kak Abi " kata Abi.


" Jika kau meminta, kak Abi suruh meminta kak Abi bersumpah di bawah al qur 'an, kak Abi siap !" kata Abi.


Ais sesenggukan, Abi memeluknya.


" Jangan kau tunjukan air matamu, karena, air matamu berharga dan kak Abi, dan pada putri kita, kak Abi bisa mati berdiri " kata Abi.


Ais mengangguk, dan sesampainya di rumah. Abi mendapatkan undangan reuni dari pesantrenya.


" Kita ke sana ya, ?" tanya Abi pada Ais. Ais menggeleng.


" Ais istri yang memalukan " kata Ais.


" Kata siapa ?" tanya Abi.


" kata Ais, dan banyak yang bilang, seorang Abi manyu, kiroati internasional mempunyai istei cacat " kata Abi.


" Hanya perasaanmu, tapi menurutku kau wanita hebat dan berharga " kata Abi.


" Jangan php aku lagi kak !" kata Ais.


" Yang terpenting kau hanya milik kak Abi, dan kau tidak bisa melahirkan anak lagi, keturunanmu, hanya di habiskan oleh Abi manyu " kata Abi sambil menoel hidung Ais.


Setelah perasaannya sudah dingin saudara Abi pamit pulang.


Rita Risa beserta suaminya masing - masing.


" Aku tunggu ke datangan kalian " kata Arman.


...****************...


Dua bulan sudah acara reuni di pesantren akan di laksanakan.


" Assalamualaikum ?" Ahmad mengucap salam.


"Waalaikum salam gus Ahmad dan ustadzah Aisyah !" sapa Abi pada Ahmad dan istrinya.


" Sudah siap Bi, kami ke sini jemput kalian, ingin memberikan tumpangan pada Zayn, dan Zidan " kata Ahmad.


" Terima kasih gus, tapi sepertinya mobil kita muat kok, dan juga merepotkan gus " kata Abi yang baru ganti mobil yang lebih besar.


" Tidak merepotkan, Aisyah juga kangen pada ke dua putera kalian, siapa tahu bisa cepat nular " kata Ahmad.


Abi ahirnya mengangguk setuju.

__ADS_1


" Kalian ke mana?" tanya Ahmad.


" Kita tempat mas Arman saja " kata Abi.


Mobil meluncur, perjalanan sekitar empat jam.


Arman Reina, dan ke dua putranya menyambut Abi dengan bahagia.


" Waw, ini keponakan baru aku ya, cakep seperti kakaknya " kata Wira anak sulung Arman.


" Pasti seperti ayahnya " kata Abi tidak may kalah.


" Ha ha ha . . !" tawa semua.


Mereka bercengkrama melepas rindu, Ahmad, juga ikut mampir.


Reuni akan di laksanakan besok lusa, jadi Abi mengajak Ais keliling kampung Arman.


" Abi, , kapan datang nak " sapa seorang nenek.


" Baru kemarin mbah, mbah apa kabar ?" tanya Abi ramah.


" Yo koyo ngene le, jarene awakmu wes sukses (ya seperti ini nak, katanya dirimu sudah sukses ) ?" tanya nenek yang di ketahui namanya mbah Yem.


" Alhamdulilah mbah !" jawab Abi.


" Iki nak Ais itu yo, kenek opo le kok kena lumpuh koyo ngene ? ( kenapa nak? kok bisa kena lumpuh seperti ini )" tanya mbok Yem.


Ais menanggapi dengan senyuman, biarkan Abi yang menjawab.


" Over dosis mbok " jawab Abi.


" Oper dpsis op tho nang maksude( over dosis apa lho nal, maksude )?"


" Kak Abi iti emang ngomongnya aneh mbok !" kata Ais.


Lalu Abi menceritakan, setelah bercerita singkat, Abi mendorong lagi, sampai di rumah, orang tua Reina, mertua kakaknya setelah pamit dengan mbok Yem.


" Mbok " panggil Abi setelah mengucap salam.


" Ya allah Abi, kapan datang? mana anak laki - lakimu !?" tanya mbok To dan pak To.


" Di rumah mas Arman mbok, pak " jawab Abi.


Mereka sudah menganggap Abi anak , karena Abi lama tinggal di sana walaupun di pesantren.


Setelah ngopi dan bercengkrama, Ais dan Abi pamit pulang, di tengah jalan berpapasan putri dengan abah kiayi Sukron.


" Mas !" senyum wanita itu pada Abi sambil mengangguk menyapa.


" Al mira, sudah besar kamu !" kata Abi.

__ADS_1


Biarpun, Almira anak abah kiyainya, tapi dia jarang di rumah, sejak lulus sekolah dasar, Almira sudah mondok di lain daerah, Al mira kenal Abi karena dulu Abi anak teladan.


__ADS_2