ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Bingung


__ADS_3

Aisyah dan Ahmad ikut tersenyum, sampai beberapa menit henong, Aisyah mengutarakan apa dan tujuan apa dia datang menemui Ais.


" A Ais, aku ke sini mau minta maaf, atas perlakuan terutama aku dan yang ke dua ibu dan ke dua adiku " kata Aisyah.


" Tidak apa - apa, aku sudah maafkan, memang benar apa yang kalian bilang, aku wanita cacat mandul, dan seorang preman, ini karma untuku, itu benar !" kata Ais.


" Dan jika aku seperti ini juga jangan seratus persen itu semua salahku, aku seperti ini juga karena melahirkan anak keturunan Abimanyu " jelas Ais


" Maaf !" kata Aisyah menunduk.


" Bolehkan aku bertanya ustadzah !?" tanya Ais. Aisyah mempersilahkan.


" Apakah anda masih menyimpan rasa pada kak Abi, ustadzah ?" tanya Ais seketika Aisyah mrngangkat kepalanya memandang Ais dengan penuh tanda tanya.


Aisyah diam sejenak dan menggeleng.


" Dek. . !" kata Abi.


" Dari sifat yang anda tunjukan, sepertinya anda mengalami pernyakit hati, anda tidak akan rela jika pria yang anda sukai hidup bahagia bersama keluarganya, yang notabenya istrinya tidak sepadan denganya " kata Ais.


" Maaf, Ais aku tidak pernah berpikir sejauh itu, aku selalu berpikir, memang aku dan Abi tidak jodoh, dan allah mengirim pria lain yang tidak kalah tampan dari Abi dan mau menerima ku apa adanya " kata Aisyah.


" Syukurlah kalau begitu " jawab Ais.


Ini masalah Ais dan Aisyah, semua orang hanya diam.


" Kapan kalian pulang ?" tanya Aisyah, mencairkan keheningan.


" Insya allah besok, anak - anak sekolah, jadi belum bisa liburan lama " jawab Abi.


" Kalau gitu, boleh ya, Zayn, Zaidan ikut kami lagi " kata Aisyah.


" Mas Arman yang akan antar " kata Ais.


Arman yang tidak tahu hanya memandang Ais.


Abi meraih tangan Ais lalu meremasnya memberi isyarat.


" Oh, aku menyayanginya, siapa tahu bisa buat mancing agar aku segera hamil " kata Aisyah.


" Apa ustadzah, tidak usaha, ke dokter misalnya ?" tanya Ais.


Aisyah menggeleng.


" Kenapa tidak, walaupun dokter sama - sama manusia, siapa tahu dia bisa jadi perantara !" kata Ais.

__ADS_1


" Ais, Abi mas Arman besok tidak bisa mengantar, keponakan, ada acara jadi mas antar mereka !" kata Arman.


" Ayah, mama !" sapa ketiga anak Abi yang pulang dari pasar malam di iringi anaknya Arman.


Keesok paginya Ahmad dan Aisyah sudah menjemput keluarga Abi pulang bersama, mereka akrab lagi seperti sudah tidak ada masalah, karena Abi dan Ahmad dari dulu memang sudah akrab.


...****************...


" Mas kita ke toko buku Ais, yang pernah mas dan Rayyen ceritakan aku jadi penasaran " kata Aisyah.


" Mas kirim pesan Abi terlebih dahulu ya ?" kata Ahmad.


Setelah berbalas pesan, Ahmad ahirnya meluncur ke toko Ais.


Aisyah di sambut Ais dengan senyum.


" Teeima kasih telah di sambangi toko kami " kata Ais. tapi Aisyah, malah begidik, karena kebanyakan karyawan toko banyak yang preman bertato.


Semua menunduk memberi hormat pada setiap pelanggan.


" Inilah kediaman kami, dan di sinilah surga anak jalanan " kata Edo, salah satu ketua geng.


" Maksudnya mas ?" tanya Aisyah, pada Ahmad.


" Mereka hanya seram tampan, tapi berkat didikan Ais, dan komunitas ini mereka manusia bertalenta " kata Ahmad.


" Itu perbadaan kamu dan Ais " kata Ahmad.


" Apa maksudnya membandingkan aku dan istri Abi yang dari jalanan " kata Aisyah emosi, Ahmad hanya tersenyum.


" Apa Abi tidak ke sini Ais ?" tanya Ahmad.


" Beliau, sebentar lagi sampai gus " kata Ais.


Tidak berapa lama Abi sampai.


" Gus !" sapa Abi yang baru datang.


" Ahirnya datang juga " kata Ahmad.


" Kak Abi ajak keliling dulu ya, Ais masih ada keperluan " kata Ais. Abi mengangguk.


" Banyak sekali ruanganya Bi ?" tanya Aisyah.


" Apa ini milikmu sendiri ?" tanya Aisyah lagi.

__ADS_1


" Ini milik isteiku, murni punyanya, kabar gedung ini, sekitar setengah hektar, dengan lebar bangunan satu hektar, terdiri dari lapangan futsal, bulu tangkis, dan basket itu yang ada di aut dor, sedang tenisnya ada di lantai dua, dan ada taman bermain anak - anak di dua bagian lantai bawah satu dan atas satu, yang di dalam gedung, seni tari, dan hasil kerajinan, melukis, menganyam, hingga memanfaatkan barang bekas, tapi ini semua belum lunas, semua masih kredit " jelas Abi.


" Lalu bayarnya ?" tanya Ahmad.


" Istriku bukan orang bodoh gus, tanpa dia meminta uang padaku pun, dia bisa bayar, dia membentuk komunitas, dan mandidik anak yang masuk sini, dan mulai ke internasional !" kata Abi.


Membuka gedung,


" Apa ini Abi? tanya Aisyah.


" Ini kotor, mungkin ini kata ustadzah Aisyah jorok, tapi ini surga bagi anak - anak, dia mencari sesuap nasi dari sampah, tapi kini tidak lagi, sampah ini menjadi istana.sekarang bukan hanya sesuap nasi tapi sekarung beras " kata Abi membuka gedung pengrajin, dari barang bekas yang sudah sepi di tinggal anak - anak.


" Aku sendiripun, dulu tidak pernah peduli dengan orang di jalanan, tapi ternyata istriku, yang membangunkanku dari rasa cuek muncul rasa peduli " kata Abi


Cklek


Sebiah, gedung hasil karya, dari anak jalanan dari gaun, dari pipet bekas, botol bekas, dan bunga hias sari plastik, anyaman dari bambu, robot dari plartik dan masih banyak lagi hasil karya itu , seperti istana hingga dekorasinya, dari barang bekas.


Aisyah memandang dengan penuh ke kaguman.


" Dan ini rencananya akan meluluskan seorang dokter, di ambil dari komunitas ini, Edo yang menyambut kita tadi " cerita Abi tentang istrinya membuat Ahmad dan istrinya salut.


Setelah puas, Abi menjelaskan semua. dan melihat semua. ingin bertemu Ais.


" Bagai mana kita tidak bingung Edo, itu nyawa, mungkin kita tidak sedih dengan dia pergi, yang kita pikirkan anaknya, bukan hanya fisik tapi shikisnya karena dia masih kecil " kata Ais.


" Tapi mau bagaiana lagi, uang yang peruntukan untuk wisudaku sudah masuk unifersitas, dan tidak bisa keluar lagi " kata Edo.


" Jual Boni " kata Ais.


" Jangan Ais, tanpa Boni bagai mana nasib anak - anak yang ingin baca, dan menambah wawasan " kata Edo.


" Terus aku harus bagai mana, aku tidak mungkin minta uang sama suamiku, aku takut di tertawakan karena ini usahaku " kata Ais sambil menutup wajahnya.


Sedang tiga manusia yang mengintip bertanya - tanya siapa itu Boni.


Boni adalah mini bus, yang berisikan buku - buku untuk anak giat membaca, bisa di sebut perpustakaan keliling, milik komunitas.


" Jual motor sportku !" kata Ais.


" Itu kau taruh kan nyawamu di sana dengan balap liar, untuk mendapatkan motor itu !" kata Edo


" Sekarang, aku bilang, untuk menyelamatkan nyawa, jual dia !" bentak Ais.


" Di gadai sa. .!" kata Edo terputus.

__ADS_1


" Bodoh " Seorang wanita bertato datang tanpa permisi langsung menonyor Ais.


__ADS_2