ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Hamil terahir


__ADS_3

" Ibu dulu lebih parah, bapakmu dulu tidak jujur sama ibu, dan dia langsung bawa pulang ibunya Arman dan anak laki - lakinya, ternyata ibu istri ke dua, ibu pergi, tapi ibu Arman dengan sabar merawatmu dan adikmu dengan sabar, yang membuat ibu menyesal, dia mencari ayahmu karena dia sakit kanker rahim, dia menitipkan Arman pada ibu, dan sebagian harta untuk di bagi anak ayahmu " kata bu Dwi.


" Jadi mas Arman anak orang kaya ?" tanya Abi.


" Ya, semua sawah, tanah yang sebagian di jual Arman itu asli milik ibunya, tapi dia tidak serakah, dia bagi semua, adiknya untuk modal. dan sifat Arman seperti ibunya, dia melindungi adik - adiknya, makanya ibu tidak pernah membedakan kalian, ibu juga tidak rela seorang wanita tersakiti karena ulah anak ibu, Ais adalah berlian langka, dia menyayangi ibu seperti ibu kandungnya " cerita bu Dwi.


" Terus sawah yang masih Itu buk ?" tanya Abi.


" Kata Arman itu milik ibu, untuk masa tua ibu, dan bapak dan ibu hanya punya rumah sebangunan ini !" kata bu Dwi.


" Reina lebih cerewet dari Ais, Arman tetap sabar, karena dia tidak mau seorang wanita tersakiti seperti ibunya, dan di saat di sini butuh dia, dia selalu sigap Bi "


" Kau sendiri yang tidak di beri harta, tapi dia menyekolahkanmu walau hanya di pesantren, karena katanya kau laki - laki, dan adikmu perempuan, jadi jika adikmu di sakiti suaminya, dia masih punya modal " cerita bu Dwi tentang Arman.


" Ibu keluar dulu, jaga istrimu !" pamit buk Dwi. Abi mengangguk.


" Kak, di mana Ais ?" tanya Ais saat sadar.


" Kau di kamar dek, kau hamil sayang, kau hamil lagi !" kata Abi memberi kabar bahagia, tapi Ais malah membuang muka dan meneteskan air mata.


" Ini hamil terahir aku ya kak ?" kata Ais, membuat Abi terkejut.


" Apa yang kau katakan dek ?" tanya Abi lalu menggeleng.


" Satu istana itu hanya ada satu ratu kak, Ais tidak ingin ada dua ratu, jadi Ais akan pergi setelah melahirkan !" kata Ais.


" Maaf kan kak Abi, kak Abi hanya kasihan sama Vino, kata Norma dia mengidap parnyakit kanker darah, atau leo kimia, dan masih menjalani kemo terapi, dan dia menginginkan sosok seorang ayah !" jelas Abi.


" Kau percaya ?" tanya Ais. Abi menaikan pundaknya.


" Hingga kau melupakan darah dagingmu, yang menginginkan kasih sayang ayahnya sendiri ? " kata Ais.


" Akan aku lakukan jika itu demi ke baikan keluarga kita dek !" kata Abi.


" Lepaskan aku, jangan kau semakin rusak mental putri - putrimu, karena rasa cemburunya, akan semakin benci padamu, aku takut jika kak Abi teruskan hatinya membeku !" kata Ais.


" Tidak. . ! Dengan melepaskanmu sama saja aku melepas semua anaku, melepas semua harapanku " jelas Abi.


" Emang apa harapan kak Abi ?" tanya Ais.


" Menua bersamamu, momong anak cucu kita bersama " jelas Abi.


" Kau kan bisa dengan Norma !" kata Ais.


" Ais hanya ingin melihat orang yang Ais cintai bahagia " kata Ais.

__ADS_1


" Sudah, jangan bahas seperti itu lagi !" sergah Abi. Abi keluar menemui Norma.


" Aku minta sama kamu keluar dari rumah ini !" kata Abi pada Norma.


" Kau jahat Bi, Vino sedang sakit, kau usir aku dari rumah ini, apa kau tidak malu, Abi manyu pengusaha restauran ternama, saudaranya di biarkan lontang lantung di jalanan, do biarkan terlantar !" kata Norma.


" Aku mohon Nor demi keutuhan rumah tanggaku tinggalkan rumahku !" kata Abi.


" Kau bilang rumahmu, ini juga hasil jerih payah Ais, aku kakaknya Ais " kata Norma.


" Ya memang, tapi aku kepala keluarga di sini " kata Abi.


" Beri aku waktu ya Bi, dalam sebulan ini aku janji aku akan keluar dari rumah ini, setelah aku membongkar kebusukan Ais " kata Norma mulai mencuci otak Abi


"Apa maksudmu ? Cukup Ais tidak busuk !" bentak Abi.


" Aku yakin anak yang di kandung Ais itu bukan anakmu !" kata Norma.


" Berhenti memfitnah Ais !" kata Abi.


" Coba kau lihat ini !" Norma menyodorkan beberapa foto Ais dengan beberapa pria yang tidak di kenal Abi.


" Itu urusanku, jangan pernah kau ikut campur " kata Abi lalu pergi.


" Ma, kita jangan pernah tinggalin nenek ya, kita harus jaga nenek !" kata Intan meminta pada Ais sambil memijit kaki Ais, Ais hanya tersenyum dan mengangguk. Semua anak berkumpul dengan sumringah di depan Ais, Abi melihat di pintu juga teelihat bahagia.


" Dek, kak Abi mau tanya, anak siapa yang kau kandung ?" tanya Abi saat akan tidur malam. Ais hanya diam.


" Jawab dek, jika itu anak orang lain, kak Abi siap menerimanya, mungkin ini ke salahan kak Abi ?" kata Abi melihat bungkamnya Ais.


" Biarkan allah yang menjawabnya " kata Ais, dan langsung menarik selimut, dan menangis di dalamnya.


" Ini uang untuk kemo terapi Vino " kata Abi sambil menyerahkan uang lima juta pada Norma.


" Makasih Bi, aku akan cicil, uang ini dengan kerja ku di resto mu, kalau Vino sudah sembuh !" kata Norma, Abi hanya tersenyum.


Prok,


prok


prok ! Ais tepuk tangan.


" Ternyata ini yang buat Norma betah di rumah, sehari berapa kali kak di layani ?" tanya Ais pada Abi yang tahu Abi memberi uang Norma tanpa sepengetahuan Ais .


" Dek, ini !" kata Abi terputus.

__ADS_1


" Ini tidak seperti yang kau pikirkan !" lanjut Ais sambil mengejek Abi.


" Tapi. . !" jawab Abi.


" Sudah berapa kali kau beri uang pada Norma ?" tanya Ais. Abi diam.


" Jawab " bentak Ais.


" Sebulan dua kali Vino kemo !" jawab Norma.


" Jadi kamu sudah di sini tiga bulan berarti sudah enam kali !" kata Ais.


" Kau tahu Norma, kata adalah do 'a dan do 'a ibu itu adalah hal mujarab, jadi jika Vino terkena leo kimia, beneran, maka itu adalah buah dari mulutmu !" kata Ais sambil menunjuk Norma.


" Habiskanlah uangnu dengan gundikmu !" teriak Ais.


" Dek !" panggil Abi dan menarik tangan Ais.


" Lepaskan aku !, toh kamu juga ragu dengan anak yang aku kandung, jadi mulai saat ini lupakan aku !" kata Ais sambil menyentakan tanganya membuat tanganya terlepas.


Ais pergi ntah ke mana dengan motornya.


" Ha ha ha. . ! Kau ya Roy masih lucu juga !" kata Ais di sebuah restauran mewah, Abi melacak G P S yang terpasang di motor Ais. Melihat pemandangan yang membuat hatinya bergemuruh di depa matanya Ais bercanda ria dengan pria tampan lebih muda darinya.


" Dek !" panggil Abi.


" Kak Abi !" kata Ais, memasang wajah biasa saja.


" Kenalkan Roy ini suamiku " kata Ais.


" Roy hadi " kata Roy.


" Abi manyu !" kata Abi.


" Sudah tahu, karena nama Ais menyandang namamu !" kata Roy.


" Terus terus Ais lanjutnya ?" tanya Roy melanjutkan yang tadi.


" Khek !" kata Ais sambil menggaris lehernya.


" Ha ha ha ! " Tawa Roy.


" Selera humormu masih tinggi Ais, masih sama seperti dulu !" teriak Roy.


" Kau tidak berubah dari dulu !" kata Roy.

__ADS_1


" Apa aku


__ADS_2