ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
terbongkarnya sebuah kebohongan


__ADS_3

" Bu bukankah masih haram ya mas ?" tanya Nadia.


" Itu, jika aku masukin burungku, aku hanya ingin mencicipi, lekuk tubuhmu, saat kau beri obat perangsang itu hanya kau yang menikmati " kata Abi.


Srek. . !


baju Nadia di tarik kasar oleh Abi, tertinggal tangtop dan lejing panjang. betapa terkejutnya Abi tidak ada tanda - tanda Nadia hamil, tubuh ramping Nadia terekpos jelas.


" Kau menipuku Nadia, wanita apa kau ini !?" bentak Abi.


" Mas, mana bayiku, mas mana perutku !" teriak Nadia pura - pura histeris panik.


Abi mendekati merasa bersalah.


" Mas, pasti ada yang memindahkan bayiku mas, pasti orang yang benci padaku agar aku tidak jadi hamil anak kamu, tadi masih ada mas !" tangis Nadia.


" Nadia tidak mungkin !" kata Abi.


" Mas, aku mohon percaya padaku kali ini mas " kata Nadia.


" Ini zaman modern Nadia !" kata Abi.


" Modern juga masih ada yang bermain seperti itu !" kata Nadia.


" Tenang Nadia, tenang !" Abi menenangkan Nadia yang masih menangis histeris


' Lihat saja mbak, kau pasti seperti cacing ke panasan ' senyum sinis Nadia di pelukan Abi.


Menik masuk.


" Ada apa pak Abi ?" tanya Menik mendengar teriakan Nadila.


" Dia mas, dia yang mrnghilangkan anak kita, aku melihat dia pergi tanpa pamit, pasti ke rumah dukun itu, di suruh mbak Ais !" kata Nadia. Menik akan menjawab, tapi di senggol oleh Ais yang baru datang agar diam.


" Dia juga habis menyiapakan bunga tujuh rupa !" kata Nadia.


" Sudah ustadzah Nadia ?" tanya Menik.


" Lihat mas dia tidak ada pembelaan pasti semua itu benar " kata Nadia dulu.


" Diam Nadia, biar Menik menjelaskan !" kata Abi geram pada Menik.


" Pak Abi, saya bekerja di sini sudah berapa tahun, semenjak saya sebelum menikah bukan, sejak adek Ega masih kecil ?" tanya Menik


" Dia baru berapa hari masuk ke rumah ini, apakah pak Abi lebih percya pada ustadzah dzolim, berlidah buaya ?" tanya Menik.


Abi menunduk.


" Aku Menik bersumpah, tidak pernah main dukun ataupun ahli nujum dan sejenisnya, untuk menghancurkan keluarga pak Abi. tapi di sini Menik memberi ke saksian bahwasanya ustadzah Nadia, telah keguguran dua bulan yang lalu " kata Menik membuat semua orang memandang Menik, Ayu, dan Farhan pun memandangnya. Nadia jadi gelagapan.


" Jika aku ke guguran apa buktinya ?" tanya Nadia.


" Terus perut besarnya setiap hari ?" tanya Abi memandang satu persatu wanita di situ.


Ayu langsung menerobos masuk dan membuka lemari.

__ADS_1


" Ini buktinya kalau yang dia kandung bukan anak manusia tapi anak iblis !" kata Ayu menunjukan perut palsu.


" Mas, pasti itu akal - akalan Ayu, untuk memfitnahku, nyatanya dia langsung tahu ada benda seperti itu !" kata Nadia manja, dan masih memeluk Abi. Abi memandang Ayu.


" Peluklah suamiku, sebelum kau di depak !" kata Ais.


" Dek !" panggil Abi ingin melepas pelukan Nadia.


" Bunda Ais !" kata Ayu memberi kode.


" Silakan baca !" Abi gemetar takut surat gugatan cerai yang di beri Ais, sedang Nadia tersenyum.


" Bhakti husada !" Abi mengawalinya membaca.


Brugh


Plak . . ! Abi langsung mendorong Nadia dan menamparnya.


" Dasar kau wanita berkepala ular !" bentak Abi.


" Kak Abi berhenti !" teriak Ais yang tidak menyangka dengan aksi brutal Abi yang selalu lembut.


Ais langsung merangkak, ke kaki Abi san memeluknya.


" Farhan hentikan kak Abi !" kata Ais.


Farhan berlari menahan tangan Abi.


" Abi istigfar !" kata Farhan.


" Ya allah ampuni hambamu ini !" kata Abi menangis, menengadahkan tanganya ke atas.


Bu Dwi melihat putranya yang kalut, datang memeluk.


" Sadar nak, istigfar !" kata bu Dwi.


" Bangga kamu, menghancurkan phikis putraku lagi, kau datang hanya membawa sial !" teriak bu Dwi dengan bercucuran air mata pada Nadia.


" Nadia bereskan semua pakaianmu !" kata Ais.


" Selamatkan dirimu, jangan sampai bang Jay, datang ke sini, dan menghajarmu, karena Zha dengar ke ributan ini !" kata Ais.


Waktu Nadia sudah siap. benar apa yang di katakan Ais.


Brak. .


" Keparat !" teriak Roy, menambah seram suasana.


" Jangan Roy dia wanita !" kata Ais.


Brak. . !


" Dia bukan wanita tapi iblis !" teriak Jay yang baru datang.


" Kau hancurkan phikis, adik ku dan anak - anak ku !" bentak Jay.

__ADS_1


" Bang, istigfar !" kata Ais pada bang Jay. Ais merangkak, ke kanan dan ke kiri.


Sedang Nadia sudah pucat seperti tidak ada darahnya.


" Biar saya antar pulang bang !" kata Abi.


Ais terheran - heran.


" Kau Farhan, kau jadi saksi !" lanjut Abi.


" Aku akan mengiringimu !" kata Roy.


" Ayah Zha ikut !" Zha yang baru datang.


" Zha ini urusan oeang dewasa !" jelas Abi.


" Pokoknya Zha ikut " kata Zha.


Ahirnya Roy, Jay, Farhan, ikut.


" Arif, dampingi adikmu !" kata Ais.


" Baik bi !" kata Arif.


" Biar aku yang nyopir !" kata Farhan pada Abi.


" Mas bawa ponselku, di sini barang bukti ustadzah teekumpul !" kata Ayu.


" Jika dia tidak mengwlak maka jangan kau bongkar aibnya Farhan, tapi jika dia terus mengelak, atau mempersulit, baru kau bongkar " pesan Ais.


" Kak Abi pergi dulu dek, doakan semoga lancar !" kata Abi pada Ais sambil menciumnya.


Ais mengangguk.


" Kak Abi mencintaimu " kata Abi dengan bercucuran air mata. Ais tersenyum, menguatkan Abi, phikis Abi terganggu lagi, membuat Ais terlihat tegar di hadapan Abi.


Zha, Nadia dan Arif satu mobil dengan Abi, yang di kemudi oleh Farhan.


Sedang di belakangnya di iringi Roy dan Jay. di perjalanan hanya ada ke heningan.


Sesampainya di rumah Nadia. abah Ridho menyambut.


" Tumben nak Abi ke sini malam - malam ?" tanya abah Ridho.


Nadia masih menunduk nenutupi wajahnya, yang sembab, habis di pukul Abi dan menangis.


Farhan yang menjawab, perihal ke datanganya ke sana, abah terkejut lalu memandang Nadia dengan penuh kecewa


Umi Kulsum langsung memandang Nadia dan memeluknya sebelum jadi sasaran amarah abahnya.


Abi berdiri.


" Wahai ustadzah Nadia binti Muhamad Ridho, saya Abimanyu menalak talak, talak tiga kamu, maka mulai malam ini san seterusnya kau bukan tanggung jawabku lagi " kata Abi lantang.


" Mas Abi maafkan aku !" teriak Nadia.

__ADS_1


__ADS_2