
" Tapi kemarin kau kan sudah dengar sendiri, kalau Ais mengizinkan Abi berpoligami " kata umi Rifa, sambil memeluk putei sulungnya.
" Itu karena ancaman umi !" kata Ahmad.
" Ahmad mengumpulkan, semua di sini, hanya ingin meminta izin menikah, tidak untuk berdebat, Assalamialaikum " kata Ahmad, lalu berjalan ke arah kamar.
Aisyah, mengikutinya dari belakang.
" Mas !" teriak Aisyah.
Ahmad lalu memeluk Aisyah, bagai manapun Aisyah adalah istrinya,yang menemaninya dari nol, semarahnua Ahmad dia tidak ada niat untuk menikah lagi, ataupun mrnceraikan Aisyah.
" Apa kau masih mencintai Abi?" tanya Ahmad. Aisyah menggeleng.
" Jangan kau usik keluarga mereka, kau tahu Abi masih tampan itu karena Ais " kata Ahmad.
" Maafkan aku mas yang ikut umi, mengeroyok Ais " kata Aisyah.
" Besok kau minta maaf pada Ais ya, mas hanya mau istei mas, seorang putri kiayi besar, memanfaatkan titel ayahnya, bagai mana perasaan keluarga Ais jika dia tahu anaknya kau bully " kata Ahmad.
Aisyah mengangguk.
Setelah sholat malam, dan di teruskan sholat subuh, Ais merasa tenang, dan sudah bisa dia ajak komunikasi oleh Abi.
" Ayah, mama, kita ikut bude pasar ya ?" tanya Zha.
Abi mengangguk. " Tapijabgan nakal ya ?" kata Abi. ha mengangguk.
" Tenang saja, dia antar mas Arman dan dua jagoanku " kata Reina.
" Ini, dan jaga asikmu " kata Abi menyeragkan ATMnya pada Zha.
" Baikbos !" kata Zha sambil mengangkat tanganya ke kepala dan memberi hormat.
" Semoga urusanmu segera selesai !" kata Arman sambil menepuk pundak adiknya.
__ADS_1
" Ayah, pipi ayah kenapa ?" tanya Intan saat menyalami Abi akan ikut bu denya.
" Di cakar kucing tadi malam " kata Abi.
Intan menunjukan wajah bingung, karena di rumah pak denya kucingnya ada rumah sendiri, dia masuk rumah kalau siang hari.
" Jadi tadi malam kucing perempuanya ayah peluk, dan kucing prianya datang dia cemburu dan langsung mencakar pipi ayah "kata Abi yang melihat kebingungan Intan. Intan tersenyum.
" Tuh kan kucing saja bisa cemburu apa lagi Mama " kata Intan.
Lalu setelah nendengar penjelasan Abi, Intan langsung pamit. Sedang Abi dan Ais pergi menuju rumah abah Sukron.
" Kenapa pipimu mas ?" tanya Almira saat Abi dan Ais baru datang menyentuh pipi Abi di depan Ais.
" Tidak papa - jawab Abi santai.
Aisyah menunduk merasa bersalah pada Ais, tapi keluarganya juga penting dan Ahmad adalah imamnya, yang harus ia patuhi ini jiga demi ke baikanya.
" Almira jaga sikapmu !" bentak abah
Abi menangkapi dengan senyum. Abi duduk, dengan percaya diri umi Rifa, pasti Abi akan menerima Rifa, karena Almira lebih cantik, dan lebih muda dari Ais, dan tubuhnya sempurna tidak cacat seperti Ais. Sedang abah Sukron, masih bingung dengan diamnya Abi.
" Maafkan umi, karena abah gagal mendidiknya, benar kata Ahmad, kau berhasil mendidik istrimu " kata abah.
" Abah . . !" bentak umi Rifa. Abi menanggapinya dengan senyum simpul.
" Bagai mana Abi, apa kau sudah siapkan jawabanya ?" tanya umi Rifa tanpa mempedulikan perasaan suaminya. Abi mengangguk. Semua tersenyum.
" Jika anda bahagia atau kecewa ini lah jawabah dari allah, karena saya dapat jawabannya tadi malam setelah sholat Sunah malam " kata Abi.
" Baiklah utarakan akan kami terima semua keputusanmu jika benar itu jawaban dari allah !" kata abah.
" Maaf saya tidak bisa menerima Almira sebagai istri ke dua saya, saya takut tidak bisa adil " jawab Abi.
" Apa kurangnya Almira Abi ?" tanya umi Rifa.
__ADS_1
" Maka dari itu, Almira tidak punya kekurangan maka dari itu, saya hanya takut jadi suami yang dzolim, karena kesempurnaan Almira, saya melupakan istri dan anak - anak saya !" kata Abi.
" Jika kau lupa, aku akan ingatkan mas !?' kata Almira.
" Dari ke baikanmu itulah, aku jadi semakin yakin, aku tidak bisa bersamamu, karena, aku bukan putra kiayi, ataupun pemuka agama terpandang !" Abi masih terus merendah.
Membuat keluarga abah Sukron bingung menghadapinya.
" Kami tidak memandang apa dan siapa pendamping putri kami, yang terpenting dari segi keturunan, dan kau masuk dalam itu, kau telah melahirkan putri yang sempurna !" kata abah.
" Jadi jika nanti aku tidak bisa memberi keturunan yang sempurna, saya tidak pantas ?" kata Abi.
Semua mata memandang Abi.
" Jangan salah paham dulu !" kata Abah.
" Anak yang sempurna, yak ni di turunkan dari seorang ibu yang setiap hari dari pembentukan karakter, emosional, karena waktu seorang ibu lebih banyak bersama anak, dari pada bersama ayah, jadi pembentukan karakter dan kecerdasan anak, ada di otak dan ide seorang ibu, sedang saya, hanya bertugas mencari nafkah " kata Abi.
" Kenapa kau bodoh Abi, apa kelebihanya dia wanita tanpa rahim, wanita lumpuh !" teriak umi Rifa sambil menunjuk Ais.
Abi menggenggam erat tangan Ais.
" Dia bidadari sirgaku, beliau lumpuh karena melahirkan anak - anaku, beliau tanpa rahim, karena ku, jadi cinta wanita tampa rahim itu tulus, beliau tidak pernah mengeluh saat kita susah, beliau tanpa mengeluh saat anak - anak rewel " jelas Abi.
" Mungkin ini cara allah membuatnya beristirahat, dan menghukumku, agar lebih peka, jika masalah ranjang, siapa bilang dia yidak bosa melayaniku dengan baik, saat dokter menjelaskan tentang angkat rahim, aku lelaki paling bersyukur " jelas Abi.
" Bersyukur, karena saya sudah tidak perlu repot menunggunya sampai berhari -hari menunggunya masa haid, dan dia lumpuh, aku bisa lebih leluasa dia bergerak dengan gaya apa saja " kata Abi.
" Jadi menurutku, tidak ada alasan untuku berpoligami, jika anda ingin mendaparkan keturunan jangan dengan saja, mungkin suaraku bagus, tapi otaku kosong !" jelas Abi.
" Aku mohon Abi, teroma Almira sebagai isteimu, Almira akan menerima semia kekuranganmu " tangis umi tergugu memohon pada Abi.
" Tidak umi, bukankah Abi sudah bilang, kalau ini jawaban dari allah " kata Abi.
" Bi. apa kau tidak kasihn sama umi, jika kau tidak bosa menikahi Almira, abah akan nikah lagi, karena Sitta tidak bisa memberi cucu laki - laki " kata umi Rifa.
__ADS_1
Abah memandang tidak setuju dengan tuduhan umi