
Seiring berjalanya waktu.
" Mas Abi pulang, perutku sakit !" teriak Nadia dari sebrang telepon, padahal Nadia baik - baik saja. Abi langsung pulang ke kontrakan yang berukuran 3 × 4 itu. Tapi tidak terjadi apa - apa, Abi juga hanya diam.
" Maafkan aku mas, anak kita hanya rindu padamu !" kata Nadia.
" Emmm !" jawab Abi.
" Hati - hati kata adalah do 'a " Abi memperingatkan.
" Mas kok nyumpahin jelek sih !? " kata Nadia. Abi pergi membuat kopi.
" Mas aku mohon sentuh aku !?' pinta Nadia di dalam kamar memakai lingery yang membiat Abi jijik..
" Apa kau mau menambah dosa, cukup waktu itu kita berzina, jika kita berhubungan kita masih tetap zina, karena anak kamu ada, sebelum kau aku halalkan, aku hanya ayah biologis, bukan ayah nasab paham" bentak Abi
" Hamil diluar nikah adalah perbuatan yang tercela atau tidak bermoral. Karena perzinaan itu hukumnya haram. Tetapi ada dampak wanita hamil itu bisa mengakibatkan haram ataupun boleh untuk dinikahi.
Jadi kesimpulannya, jika seorang laki-laki menikahi wanita yang sedang mengandung anak dari orang lain, hukumnya haram(menurut Imam Malik dan Imam Ahmad).
Jadi jangan pernah meminta hak mu Nadia " kata Abi.
Abi merasakan hidupnya hancur, anaknya mulai menjauhinya.
" Mas, Nad ingin di pesantren saja, di sini juga, biarpun punya, suami seperti tidak punya, suami, karena mas, jarang ada,di rumah " kata Nadia.
" Resikomu, punya suami yang sudah punya, anak istri, makanya cari yang lajang ? " kata Abi.
" Tapi aku jiga istrimu mas, mana tanggung jawabmu padaku, aku mengandung anakmu ?" tanya Nadia.
" Jangan bahas soal anak, anak ku dari Ais lebih penting !" jawab Abi, Abi yang tadi akan meminum kopinya, seketika membantingnya.
" Mas, kau boleh siksa aku, tapi aku mohon jangan salahkan anak ini !" kata Nadia dengan berderai air mata.
" Bukanlah aku sudah menuruti untuk menikahimu !" tunjuk Abi ke wajah Nadia.
" Ais tidak pernah, mengungkit apapun di saat badanku masih lelah, ia selesaikan di saat kepalaku sudah dingin !" kata Abi.
" Baik, aku akan banyak belajar jadi mbak Ais " kata Nadia. Abi mengacak rambutnya lalu menuju kamar.
" Dasar bodoh " kata Abi berlalu.
Nadia menangis sesenggukan sendiri, sambil membereskan pakaianya ke dalam ransel kecil.
" Ayah " kata Intan di balik vidio call.
__ADS_1
" Sayang, mama mana ?' tanya Abi.
" Tadi mama habis dari kanar sini, lalu pergi setelah semua terlelap " kata Intan.
" Jadi kau bohongin mama ?" tanya Abi. Intan mengangguk.
" Kasihan mama yah, mama sering menangis, lelah katanya !" cerita Intan.
" Tapi tadi ada tante bertato menginap di sini jadi mama ada teman !" kata Intan.
" Ayah yakin, kita akan kembali seperti dulu !" kata Abi.
" Udah dulu yah, nanti terdengar mama !" kata Intan.
Setelah mengucap salam.
Abi tidur dengan memunggungi Nadia.
Esoknya Abi mengantar Nadia ke pesantren, ke tempat orang tuanya, selain di sana ramai, tempat mengajarnya juga dekat dan memberikan uang.
" Ini uang nafkah untukmu ?" kata Abi sambil mengulurkan uang sekitar tiga juta.
" Mas, kenapa cuman segini, Nad juga kan butuh perawatan, agar tidak kalah saing dengan mbak Ais, sedangkan mbak Ais kau selalu suruh perawatan " protes Nadia.
" Jangankan terima kasih, segitu kurang !" kata Abi.
" Abi kenapa kau kasar dengan istrimu,? apa begitu besar pengaruh Ais si preman itu ?" tanya umi Kulsum.
" Uangmu adalah hak istrimu Abi !" bentak umi Kulsum.
" Bukankah sudah saya tekankan umi, saya bukan pemilik semua harta itu, itu murni milik Ais, karena yang buat bangun usaha itu, dari modal uang Ais, dan sekarang usaha itu milik Ais, saya hanya menjalankan " jelas Abi.
" Tapi Nadia juga istrimu ?" kata umi Kulsum.
" Beda !" kata Abi.
" Apa bedanya malah Nadia lebih muda lebih cantik dari pada Ais!" kata umi Kulsum.
" Ya lebih cantik, lebih muda, lebih kelihatan hidungnya, dan lebih tidak tahu diri, ini lah perbedaan istri muda dan tua, istri tua dengan setia mendampingi dari nol, sedang kau hanya mau enaknya sja, kalau kau tidak mau uang segitu, bawa sini, biar aku kasih pada anak ku !" kata Abi, tapi Nadia menarik uangnya.
" Maaf mas !" kata Abi. lalu pergi.
" Abi hargai istrimu !" bentak umi Kulsum.
" Dia saja tidak bisa menghargai hati sesamanya !" kata Abi langsung Abi menunggangi, roda besinya.
__ADS_1
Nadia berteriak memanggil Abi.
Brught !
" Nadia . . !" teriak umi Kulsum, saat Nadia terpeleset, dan darah segarengalir pada pahanya. sedang Abi sudah melesat jauh
" Asstagfirullah Nadia kau pendarahan !" kata umi Kulsum.
" Umi sakit sekali umi !" Nadia merintih samvil memegang perutnya.
" Maaf kami tidak bisa menyelanatkan janin yang di kandung buk Nadia !" kata dokter, setelah keluar dari ruang UGD.
Umi kulsum dan Nadia menangis.
" Umi, jangan bilang ke siapapun ya, kalau Nadia keguguran, terutama mas Abi dan abah, Nad takut di marah abah dan di tinggalkan mas Abi, !" kata Nadia umi Kulsum mengangguk
" Nad takut Nad, bisa membuat mas Abi jatuh cinta pada Nad !" kata Nadia.
Umi Kulsum memeluk putri bungsunya sambil menangis.
...****************...
" Kau, kau yang membuat mama lumpuh, seandainya kau tidak lahir dalam dunia ini, pasti kita masih bahagia, mama, bisa melindungi kita !" bentak Zha, pada Zayn bayi kecil umur tujuh bulan yang mulai aktif merangkak sana merangkak sini menangis karena, di tinggal Ais dan baby sisternya.
" Kau tidak tahu perasaan kakak, kakak juga wanita seperti mama, "
" Kenapa senua laki - laki jahat, bisanya hanya menyakiti seorang perempuan !" teriak Zha sekuatnya, Ais yang ada di lantai atas nenutikan air mata, sedang Abi menangis di tengah pintu.
Zha meraih adiknya, lalu menangis tergugu.
" Maafkan kakak adek, maafkan kakak !" kata Zha. sedang Ais dan Abi semakin tergugu.
" Tidak semua pria jahat nak, kenyataanya, om Farhan, dia tetap setia pada tante, walay tante orang bodoh !" kata Ayu menenangkan Zha.
Ais semakin teriris saat Abi mendekati Zha tapi di tolaknya.
Anak yang paling ceria, kini lebih sering melamun, karena ayahnya.
" Kak, kita ke phisikiater ya, jadi tidak usah sekolah !" pinta Ais pada Zha.
" Kakak tidak gila ma ?" kata Zha.
" Siapa yang bilang kakak gila, mama hanya ingin yang terbaik buat kakak, mama bukan wanita lemah sayang, mama lemah, karena anak mama tidak ada senyum lagi ?" kata Ais.
" Mama !" Zha memeluk Ais menangis sesenggukan.
__ADS_1