ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Hanya Ais


__ADS_3

" Apa itu istri mudanya, memang ya yang ke dua ingin di utamakan " bisik para pengunjung. dan masih banyak bisikan yang lain.


" Kalian sudah selesaikan belanjanya ?" tanya Abi pada semua. semua mengangguk


" Rit, ajak pulang ibuk dan anak kita, biar istriku tercinta bersamaku !" kata Abi.


" Tidak mau, kakak tidak mau mama di sakiti nenek lampir berhijab itu !" tunjuk Zha pada Nadia.


" Ayah pasti melindungi mama kalian !" kata Abi.


Zha meneteskan air mata, sambil menggeleng


" Ayah janji, hingga tetes darah penghabisan akan melindungi mama !" kata Abi.


Setelah semua membijuk tidak ada yang bisa Ais angkat bicara.


" Kakak, mama hanya sebentar, mama janji mama akan pulang cepat, dan semua kegiatan mama di sini akan mama vidio, lalu mengirim pada Zha !" kata Ais.


Zha mengangguk dan ahirnya ikut pulang.


" Nadia saya minta, jangan kasar dengan Ais di depan anak ku !" kata Abi halus.


" Rapi mas juga harusnya jaga perasaanku, aku juga istrimu mas !" kata Nadia.


" Berdebat denganmu tidak ada habisnya " jawab Abi.


Nadia hanya diam, mengikuti langkah Abi mendorong kursu roda Ais.


" Nad kau pulang sendiri ya, ?" kata Abi.


" Mas kamu ke sini nya sama aku, jadi pulang ya sama Nad " kata Nadia.


" Mbak Ais jangan meracuni mas Abi ya, bukankah kata mbak, mbak akan adil, membiarkan mas Abi menginap di tempatku tiga malam " kata Nadia menunjuk Ais.


" Bukankan kau bilang Ais cacat, yang tidak bisa apa - apa, jadi kau yang sempurna harusnya sadar !" kata Abi.


" Kak Abi !" kata Ais akan melayangkan protes tapi tidak jadi karena Abi.


" Ssssst " Abi menaruh jari telunjuknya di bibir Ais.


" Taxi online sudah datang, sudah saya pesan " kata Abi.


" Mbak Ais saja yang naik taxi !" kata Nadia.


" Ais tidak akan pulang ke pesantren sayang, dan mobil ini milik Ais !" kata Abi. sambil menggendong Ais ke mobilnya.


" Ais bukan orang serakah kok, jadi nanti aku pulang ke pesantren " kata Abi.


Sesampainya di rumah. Abi menggendong Ais langsung masuk kamar.

__ADS_1


" Masih siang kak Abi, sana kalau mau tempat Nadia !" kata Ais saat Abi mencumbu tubuh Ais.


" Suka - suka saya, adek tidak tahu rasanya tidak tidur bersama adek!" kata Abi.


Hingga Abi melepas kancing celana Ais. dan polos tanpa sehelai benangpun.


Abi menerjang Ais tanpa ampun.


" Kak Abi perih !" kata Ais setelah selesai permainan.


" Kan kak Abi sudah bilang, punyamu harus di terjang setiap hari, supaya, tidak sakit, perih ngilu !" kata Abi.


" Kalau kau merintih seperti ini kak Abi jadi ingin lagi !" kata Abi.


Abi langsung memasukan pusakanya yang sudah layu ke mulut Ais, Ais yang belum ada persiapan hanya pasrah, hingga tegang lagi.


" Si siang bolong kak Abi " kata Ais saat Abi menggenjotnya hingga suaranya terputus.


" Biarin " kata Abi mencium bibir Ais. Ais menereskan air mata.


" Kenapa menangis dek, apa terlalu sakit ? " tanya Abi menghentikan gerakanya, Ais menggeleng.


" Ada apa ?" tanya Abi. Ais menggeleng.


" Aku dan Nadia tidak pernak berhubungan, karena hukumnya zina, dia sedang hamil di luar nikah, jangan menangis jangan pikirkan yang tidak - tidak, pusaka kak Abi hanya milikmu, walaupun pernah berbagi tubuh, tapi percayalah, kak Abi hanya milikmu, hati dan jiwanya " kata Abi memulainya lagi.


Setelah selesai dan ritual mandi. mereka keluar dari kamar.


" Temui Zha, dia sangat terpukul, nilainya menurun drastis " kata Aisvmengelis tangan Abi.


Abi menuruti Ais dan menemui Zha.


" Maafkan ayah, tapi ayah mohon jangan benci ayah"


" Bicaralah apa yang kau inginlan dari ayah, insya allah ayah akan lakukan " kata Abi.


" Ceraikan tante Nadia, berhentilah sakiti hati mama !" kata Zha membuka mulutnya.


Abi mengangguk.


" Tapi ayah butuh waktu, biarkan tante Nadia melahirkan dulu " kata Abi.


" Zha sudah tahu alasan ayah, semakin lama ayah bukanya meninggalkanya, malah mencintainya nanti !" kata Zha.


" Ayah janji, jika ayah lupa ingatkan, jika ayah terkena pelet sembuhkan !" kata Abi.


" Mama cukup menderita ayah, Zha yang tahu sejak kecil berapa besar perjuangan mama untuk ayah, jadi Zha yang paling sakit saat ayah menyakiti mama " kata Zha.


" Maafkan ayah " kata Abi memegang tangan Zha memohon.

__ADS_1


" Zha tunggu janji ayah !" kata Zha.


" Kata mama besok jadwal ke phisikiater ya, ? ayah yang antar ya, jangan banyak pikiran, nilaimu merosot, mama yang paling sedih, kalian punya ikatan batin yang kuat !" kata Abi.


" Tidak usah janji ayah, kalau ada,waktu kalau mau antar, antar saja !" kata Abi.


Abi memeluk Zha dan mengusap kepalanya, dengan tangisan masing - masing.


" Maafkan ayah maafkan ayah !" kata Abi.


" Kalian kapan pulang ?" tanya Abi pada ke dua, adiknya.


" Idih, kita di usir Ris !" kata Rita.


" Bukanya ngusir, mau nyiapin uang saku !" kata Abi.


" Ha ha, ha. . tumben amat biasanya mbak Ais yang bayar ongkos kita " kata Risa.


" Kita bakalan sering ke mari, karena kita dan mbak Ais, membuka cabang di kota X, jadi mas Ao, dan Roni sudah ada di sana " kata Risa.


" Kamu Rit ?" tanya Abi.


" Kalau aku lebih dekat mas !" kata Rita.


" Beli rumah kok tidak bilang ?, lalu resto yang di kampung kalian ?" tanya Abi.


" Di sana juga masih di kelola mas, hanya aku ingin sering saja nengokin ibu seperti mas Arman, nengoki, mertua juga. di sana masih ada penghasilan !" kata Rita.


Setelah itu Abi pamit ke tempat Nadia.


" Ayo mas aku sudah siap !" kata Nadia menenteng kopernya.


" Apa maksudmu Nadia ?" tanya Abi bingung melihat Nadia menenteng koper.


" Nadia ingin ke tempatmu, karena besok libur panjang Abi, biar dia jiga dekat dengan isteimu, biar lebih mengenal siapa isteimu !" jelas abah Ridho.


" Dan juga anak mu, Nadia bisa ikut menjaga !" lanjut abah.


" Tapi bah !" kata Abi terputus di sahut umi Kulsum.


" Nadia juga istrimu Abi !" kata umi Kulsum.


Abi hanya bisa pasrah.


Dengan ke adaan gontai memasuku mobil pulang lagi, di depan pintu du sambut Ais.


" Kak Abi, Ais sudah bisa jalan !" teriak Ais memeluk Abi, melepas dua tongkatnya yang menopang tubuhnya tadi.


" Ini anak susah banar di bilangin " kata Abi memegang hidung Ais.

__ADS_1


" Assalamualaikum !" Nadia menarik koper memandang Ais


__ADS_2