ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
perawatan.


__ADS_3

" Pak Abi, mana mbak Ais, kangen juga, sudah lama tidak ke resto " sapa Lilis karyawan lama.


" Dia sedang sakit, mungkin kunjungan minggu depan " kata Abi, tapi Lilis jadi manyun.


" Kamu mau curhat ya ?" tanya Abi.


" Tidak curhat, cuman aku kangen sama tingkah konyolnya hehe !" kata Lilis.


" Banyak keceriaan ya Bi di sini ?" tanya Farhan.


" Ya, itu di tanamkan sama istriku, jika kerja di sini akan awet muda, karena banyak kekonyolan " kata Abi.


" Siapa pak, ?" tanya Lilis, sambil mengecek, kualitas makanan.


" Kenalkan ini Farhan karyawan baru di sini, tolong ajari dia " kata Abi.


" Kenalkan aku Lilis, wanita paling seksi di sini, dan paling cerewet, masuk di sini kalau yang training Lilis, siap - siap masuk NERAKA ?" kata Lilis.


" Farhan !" jawabnya sambil menunduk.


" Jangan dengarkan dia wanita paling konyol di sini !" kata Abi.


" Pak ada teman yang lain tidak ?' tanya Lilis


" Kenapa ? ganteng ?" tanya Abi,


" Dikit, tapi lumayan, bungkus pak, akan saya jadikan imam di rumah !" kata Lilis dengan tinfkah konyolnya.


" Dia sudah bersegel Lis Lis ?" kata Abi.


" Yang lain ?" tanya Lilis.


" Masih di cetak " kata Abi.


"Kalau gitu saya pesan satu pak ha ha ha !" teriak Lilis.


Lilis masuk dan mengganti buku, Abi menjelaskan perkerjaanya.


" Akan di taruh di mana pak karyawan baru ? Di botol atau di piring ?" tanya Lilis konyol.


" Di hati kamu " jawab karyawan lain.


" Jadi pelayan dulu, kalau dia mampu ajari yang lain !" kata Abi.


" Siap pak, aku selalu ada untukmu !" kata Lilis. " Makany nikah biar gombalanmu manjur. " kata Abi.


" Ha ha ha cowok mana yang betah sama Lilis, bisanya gombalin, tapi tidak mau nyuci " teriak yang lain


" Ha ha ha !" tawa semua. Lilis mengajak Farhan.


" Hari ini kita perkenalan, dulu, kalau sudah kenal kita pendekatan setelah itu lamaran baru nikah, ya tidak pak Abi " kata Lilis, membuat Farhan terkejut.

__ADS_1


" Farhan, kalau kata - kata Lilis kau masukan dalam hati hidup mu tidak akan lama. " kata Abi dan di acungi jempol Lilis.


Setelah mengontrol semua resto, Abi pulang.


" Di mana Ais Yu ?" tanya Abi.


"Tidak tahu mas, tadi katanya keluar !" jawab Ayu.


" Anak - anak ?" tanya Abi.


" Ikut semua. " jawab Ayu yang sedang membersihkan plavon dengan alat pembersih debu dengan bertumpu pada kursi plastik. Ayu tergelincir, untung ada Abi yang menyangga tubuhnya,


" Assalamualaikum ?" Ais dan ketiga putrinya mengucap bersamaan dan melihat Abi masih memeluk tubuh Ayu.


Abi panik, dan mendorong Ayu, Ais mengulas senyum dan berlalu ke ruang keluarga. Abi salah tingkah.


" De. !" kata Abi terputus.


" Ais tidak apa kok kak, yang penting pesan Ais, jangan berzina, Ais takut berdampak pada puterimu, dan jangan dekati wanita yang sudah bersuami, carilah yang lajang dan menyayangi anakmu bukan hartamu " kata Ais, katanya halus tapi dapat mengiris hati Abi.


" Mama, sepatunya pas !" teriak Zha dari kamar dengan memakai sepatu baru.


" Adek dari belanja ?" tanya Abi pada Ais, Ais menggeleng.


" Sepatu dari om Roy yah !" kata Zha. " Dek jangan terlalu dekat dengan pria bertato itu !" kata Abi, yang merasakan sakit pada hatinya di landa rasa cemburu.


" Zha juga dapat jaket ini dari tante Ira, dan di ajari rumus matematika baru dari gus Rayyen " cerita Zha dengan bahagia.


" Om Roy kok tahu ukuran sepatu kakak ?" tanya Zha.


" Om Roy telepon mama waktu di Jepang kemaren " kata Ais.


" Tahu tidak Yah, ini asli dari Jepang loh, harganya tidak hanya sejuta dua juta loh, mungkin sampai puluhan juta, jaket ini juga iya !" kata Zha sambil menunjuk jaket pelindung yang akan di gunakan nanti. Zha lari ke kamar lagi.


"Jangan patahkan semangat anak kak ?" kata Ais.


" Ais memang buruk, tapi tidak seburuk yang kau pikirkan " kata Ais.


" Kak Abi tidak mau !" kata Abi selalu di putus Ais.


" Roy hadi, dia adalah pria satu perjuangan denganku sebagai atlit perwakilan Indonesia, kita di kirim ke Jepang waktu itu, dalam ke adaan aku kabur dari rumah, karena bapak tidak mengizinkan Ais !" kata Ais.


" Roy hadi juga bernasib sama denganku dia di besarkan di panti asuhan, semua lawan memakai sepatu ber merk, beda aku dan Roy, kita hanya pakai sepatu yang di beri oleh pemerintah.


" Kau ingin sepatu seperti itu, katanya Roy, aku mengangguk, nanti kalau aku sudah sukses akan aku belikan sepatu seperti itu gitu kak, jadi sekarang dia begotu bahagia saay anaku masuk perwakilan provinsi, apa saja yang Ais dan Zha sebut pasti dia belikan, dan dia juga berhenti jadi atlit setelah lulus SMA, dia juga waktu SMA, juga sudah menjadi body guard sampai sekarang" kata Ais.


" Emm " kata Abi.


" Jangan kau kekang anakmu, biarkan dia berekpresi, dan mendapatkan banyak dukungan " kata Ais lalu menuju kamar.


Ais tidur siang dengan di peluk Abi dari belakang yang terjaga, Ais terbangun karena mendengar rengakan anak - anaknya.

__ADS_1


" Kami lapar " kata semuanya .


" Ma, kaka minta rendang " kata Zha.


" Intan mau opor ma " kata Intan .


" Adek mau ayam goreng " kata Ega. " Order saja ya nak ?" tanya Ais. Zha menggeleng


" Kalau order dikit, nanti kalau mas Arief biang rusuh ke sini, habis " rengek Zha.


" Ya sudah ayah masakin " kata Abi.


" Horeee !" kata semua.


" Ya sudah, teruskan tidurmu " kata Abi lalu mencium kening Ais.


" Sini mas aku saja " kata Ayu merebut penggorengan pada tangan Abi.


" Tidak usah Yu, kamu kerjakan yang lain " kata Abi sambil merebutnya lagi.


Tok


tok


tok.


Ais keluar dengan nada kesal, dan acak acakan.


" Kak kuku Ais pecah semua !" kata Ais.


" Adek nyuci paleng ?" tanya Abi.


' Dasar suami tidak peka ' gumam Ais, sedikit terdengar Abi walau tidak jelas.


" Apa dek ?" jelas Abi.


" Tidak " kata Ais.


" Kulitku kusam " kata Ais.


" Terus kak Abi harus bilang waw gitu !?" canda Abi.


" Kamu nanya e ak kamu bertanyaeak tanyaeak " kata Ais sambil memonyongkan bibirnya.


" Mau perawatan !?" tanya Abi.


" Ya tapi yang vvip " jawab Ais.


" Ya " kata Abi singkat.


" Tapi Ais tidak punya uangkak Abi !" teriak Ais.

__ADS_1


__ADS_2