
Alergi rumah sakit
****************
" Bagai mana Bi, kok bisa Ais seperti ini ?" tanya buk Dwi dengan kwatir.
" Ceritanya panjang buk !" jawab Abi.
" Buk anak - anak belum makan nasi, tadi hanya Abi belikan roti buk ?" kata Abi.
" Ya sudah anak - anak mana, biar ibu yang urus nereka ?" kata buk Dwi.
" Nanti kalau Ais sudah sadar, kabari ibu ?" sambung buk Dwi.
Jay tang masih dalam ruangan Ais.
" Ais, adik abang, kau wanita kuat, jangan kau bikin panik abang ?" kata Jay pada Ais yang masih belum sasarkan diri.
" Pak Abi dan pak Jay ? ini makanan yang di kirim buk Dwi untuk bapak, pesan buk Dwi jangan sampai pak Abi dan pak Jay, ikutan sakit " terang pengasuh anak - anak.
" Ya trima kasih " Jawab Jay.
Jay dan Abi makan seperti di paksakan di sofa, dekat Ais, sambil memandang Ais.
" Nasi ini serasa besar, seperti tidak tertelan !" Kata Abi sambil memandang Ais.
Ais tiba - tiba sadar. Abi langsung menghampirinya.
" Sayang. . . " kata Abi sambil mengelus rambutnya.
" Kak Abi, bang Jay, Ais ingin pulang " kata Ais, saat tahu dia di rumah sakit.
Jay hanya tersenyum melihat tingkah adiknya.
" Kamu sudah mau anak empat, masih saja egonya " kata Jay yang melipat tanganya di dada.
" Ais alergi di rumah sakit . . . !" bentak Ais.
__ADS_1
" Kalau abang lihat kamu Ais, sikap bapak sama sama kamu, cuman bedanya, kamu berkomitmen, sedang bapak pakai logika " kata bang Jay.
" Begini ni kalau sama pejabat, di ajak pulang malah ngajak debat " kata Ais pada Jay.
" Ya sudah Bi, kamu urusin dia, biar abang yang urusin administrasinya, nanti kalau kelamaan mati nanti di rumah sakit " kata Jay mengejek.
" Bang Jay y y y. . !" teriak Ais sambil melempar bantal ke arah Jay. Jay hanya berlalu sambil senyum.
Di mobil. mereka di mobil beetiga, sedang anak - anak, dengan buk Dwi dan pengasuhnya yang nyopir Reza.
" Bang, Ais boleh tidak kalau Ais balas perlakuan bapak sama ibuk pada Ais ?" tanya Ais pada Jay.
" Lebih baik tanya suamimu, dia pasti yang tahu agama ?" jawab Jay.
" Pasti tidak boleh kalau sama kak Abi " kata Ais yang melirik suaminya yang masih menyetir mobil.
" Ais sakit kak, mungkin selama ini Ais terima, Ais di perlakukan tidak adil, mungkin sampai tidak di anggap manusia, tapi kali ini Ais lebih sakit kak, Nurma mengganggu rumah tangga Ais, bapak izinin, dan merebut hak Ais yang Ais berikan pada orang tua, malah Nurma akui ?" kata Ais.
" Ya kalau abang terserah kamu, kalau abang jadi kamu mungkin sudah dari dulu abang tidak perduli pada mereka " kata Jay.
" Beri saja dia pelajaran, jangan sampai kau membenci dia, bagaimanapun dia orang tuamu, tanpa dia kamu belum tentu seperti ini, tanpa dia juga kamu tidak akan sehebat ini dan tanpa dia, kau bukan apa apa !" jelas Abi.
Ais hanya mengangguk.
" Kita ambil hikmahnya dari perlakuan orang tuamu, kalau kamu tidak di perlakukan seperti iti mungkin kamu akan seperti Nurma yang minim aklak " jwlas Abi.
" Iya, tapi kak Abi menikmatinya kan ? dengan baju seksi dengan dada montok, bokong bahenol, yang kata setiap laki - laki itu rezeki, bilang astagfirullah tapi hatinya alhamdulilah " kata Ais.
" Salah lagi salah lagi " kata Abi.
Jay hanya menggeleng dengan tingkah adiknya sendiri.
" Wanita yang selalu terbuka, itu tidak sebesar menarik nafsu pria di banding wanita yang biasa tertutup dan terbuka sedikit saja itu bisa membangunkan birahi pria " jelas Abi.
" Ooooooh " jawab Ais.
Sesampainya di rumah, Abi menyuruh Ais untuk istirahat, dan jangan sampai banyak bergerak. karena kondisinya lemah.
__ADS_1
Abi masih sibuk masak untuk istrinya dan
Greeeb. . !
Abi di peluk dari belakang.
" Dek . . ." kata Abi melihat Ais yang memeluk dan membalika badanya dan berhadapan dengan Ais.
" Kan sudah kak Abi bilang, kamu istirahat saja ?" kata Abi.
" Aku kangen " kata Ais dan menenggelamkan kepalanya di dada Abi.
" Ini kebiasaan istriku kalau lagi hamil, dia lebih agresif, lebih manja, dan posesif padahal aku mikirin kalau dia nasih lemah " kata Abi.
" Itu tahu lagian kita kan sudah tiga hari tidak melakukan ritual " kata Ais.
" Iya, tapi kamu harus makan dulu, biar kuat ngadepin kak Abi !" kata Abi.
Ais mengangguk, dan Abi menyuapinya dengan kasih sayang.
" Kak Abi, kalau Nurma bukan kakaku, apa kak Abi mau kalau suruh nikahin dia ?" tanya Ais.
" Kenapa harus istri dua, kalau hanya ada keributan ?" kata Abi.
" Berarti kak Abi suka ya sama Nurma ?" tanya Ais dengan nada marah.
" Kamu tahu Ais, rosullaloh menikahi perempuan bukan karena nafsu, tapi dia menikahi perempuan karena mau menolongnya, Rosulloh juga berkata kalau dia juga belum bisa adil pada istrinya, padahal beliau orang pilihan, apa lagi kak Abi yang hanya pria penuh nafsu !" jelas Abi.
Saat Ais akan buka mulut lagi.
" Apalagi kak Abi sudah mendapatkan Aisyah, yang seperti Aisyah istri rosulluloh tidak ada alasan untuk kak Abi berpaling ! " jelas Abi.
" Sudah pintar masak, sudah pintar perawatan, sudah jago berantem, apa lagi jago di ranjang !" jelas Abi membulatkan mata Ais.
" Ai, kak Abi sok sok an memuji, padahal mau ngajak berantem ?" kata Ais.
Tanpa aba - aba Abi langsung, menggendong Ais dan menjatuhkanya di ranjang,
__ADS_1