ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Pelakor 2


__ADS_3

pelakor 2


****************


Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan?


Pelindung dari Api Neraka


Pasalnya, kehadiran anak perempuan bisa menjadi pelindung di akherat dari api neraka sesuai dengan hadist berikut; “Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi pelindung baginya di neraka”. (HR Ahmad) "


" Maafkan Ais kak, ku kira kak Abi akan menuntut Ais untuk memberi anak laki - laki " tutur Ais.


" Walaupun anak yang kau kandung ini anak perempuan, kak Abi akan menerimanya, berarti allah lebih percaya pada kita untuk mengurus anak perempuan. tapi yang kak Abi mintak kamu sehat sayang . " kata Abi sambil mengelus kepala Ais dan menyiumya.


" Kak Abi makasih ? " kata Ais sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Abi.


Abi tersenyum dan membelai rambut Ais.


****************


Pagi sekali Abi dan Ais berangkat ke tempat tinggal Ais dengan ketiga anaknya, sesampai di rumah sederhana, seperti dulu sebelum Ais menikah , hanya di ganti warna catnya.


Ais belum berani mengetuk pintu, Ais masih ragu. Ahirnya Abi yang mengetuk pintu dan di sambut dengan wanita berpakaian seksi menggendong anak kecil, tinggi semampai dengan rambut di pirang.


" Ohh masih ingat pulang kamu ?" kata Nurma kakak perempuan Aisyah bukan mengucap salam, dan mempersilakan masuk malah dengan sapaan ketus.


" Aku kesini ingin lihat keadaan bapak dan ibuk " kata Ais.


" Siapa Nur " tanya buk Naya dari dapur.


Buk Naya keluar dan beekaca - kaca, menahan Rindu.


" Aisyah. . . uhuk uhuk . . . !" kata buk Naya terbatuk batuk.


" Ibu sakit ?" kata Ais sambil memegang buk Naya.


Lalu mereka masuk, anak - anak di temani satu baby suster.


" Sudah setahun Ais, tapi ntahlah !" kata bu Naya.


" Sudah di bawa ke rumah sakit ?" tanya Ais.


Bu Naya menggeleng.


" Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit ? atau karena biaya, kenapa tidak bilang sama Ais ?" tanya Ais bertubi - tubi.

__ADS_1


Bu Naya hanya menangis.


" Bagaimana mau bilang, nengok keluarga saja kamu tidak pernah . . !" kata Nurma sinis.


" Diam kamu mbak . . .?" bentak Ais pada Nurma.


" Katanya istri ustad tapi masih tetap aklaknya minim " kata Nurma.


Ais mengepalkan tanganya.


" Sudah sudah, istirahat dulu " kata buk Naya.


Melihat cucunya yang cantik - cantik buk Naya gemas, Ais memperkenalkan kalau Buk Naya adalah neneknya.


Pak Idris baru datang dari sawah, tapi cuek akan kedatanganya Ais dan Abi.


Dan malah memegang anaknya Nurma yang beejenis kelamin laki - laki.


" Pak ?" Ais menyalami pak Idis, tapi pak Idis malah buang muka,


" Masih ingat sama orang tua ?" tanya pak Idis, membuat hati Ais nyeri


" Ais masih ingat terus pak, walaupun bapak tidak pernah menganggap Ais ada " kata Ais.


" Omong kosong . . .! " kata pak Idis,


Keesok harinya Ais membawa buk Naya ke runah sakit untuk berobat, tapi komentar pak Idis bukanya menyenangkan hati, malah bikin tidak enak.


" Tidak usah sombong . . .! sok gaya ngobatin ibunya ?" Kata pak Idris.


" Ais tidak sombong, bagaimanapun juga ibuku yang telah melahirkanku dengan bertaruh nyawa, walau tidak ingin kehadiranku dalam dunia ini. . !" kata Ais.


" Kamu masih tetap seperti dulu, kalau ada orang tua ngomong selalu di jawab " kata pak Idis.


" Karena Ais tidak bisu dan tidak tuli, dan satu lagi, bila Ais sudah tidak menjawab omongan bapak, pasti bapak akan menyesal, karena Ais juga sudah menutup mata " kata Ais.


" Abi. . . . . ! apa kau tidak bisa mendidik istrimu, kalau kamu tidak bisa, biar saya yang akan mengajarimu . . .!" kata pak Idis yang mendekat ke Ais dan akan mengangkat tanganya yang akan di layangkan ke wajah Ais.


Tapi belum sampai ke wajah Ais Abi sudah menahanya.


" Bapak salah, seorang anak akan tumbuh mengikuti karaktar orang tuanya, dan pembentukan karakter itu di saat anak - anak menginjak usia Balita ".


" Abi mau tanya pak, apa Abi mengurus Ais dari balita ? Tidak. dan Ais meniru karakter dari anda, sama - sama keras dan tidak ada yang mau mengalah " jelas Abi.


Saat pak Idis akan membuka mulut Abi sudah menjawabnya duluan.

__ADS_1


" Ya aku tahu partanyaan bapak, kenapa aku mau sama Ais, dan mencintai Ais, secara aku keluar dari pesantren bisa di bilang soleh dalam pandangan manusia, tapi itu semua hanya Ais yang tahu siapa sebenarnya aku. aku suka sama Ais karena aku mencintai kekuranganya, maka di saat dia menunjukan kelebihanya itu menurutku kesempurnaan !" jawab Abi.


" Hidup bagaikan air mengalir, seperti halnya Ais, dia mengikuti alur dan sikap bapak yang keras dan tempramen saat bersama bapak, beda lagi kalau dia bersama keluargaku, dia wanita humoris dan ceria, san beda lagi dengan anak - anak dia bersifat ke ibuan dan mandiri, dan sama aku dia romantis dan manja " jelas Abi membuat pak Idis diam seribu bahasa.


" Walaupun sikapnya keras sama bapak, tapi di sisi lain dia memikirkan keluarganya, hingga ia kumpulkan uang jajanya untuk mengirim keluarga bapak " kata Abi.


" Mana uang, tidak salah dengar aku ?" kata pak Idis yang tidak tahu prihal uang yang di kirim Ais.


Emosi pak Idis mulai naik, tapi dia pilih pergi.


Untung saja anak - anak Abi di bawa main oleh pengasuhnya jadi tidak mendengar perdebatan itu. .


Ais menangis do pelukan suaminya sedang Nurma tersenyum puas, melihat bapaknya masih benci dengan Ais.


Sedang buk Naya bimbang siapa yang akan di bela.


Abi bermain bersama anak - anak di taman, sedang Ais sedang memasak.


Saat Abi sedang asik bermain.


Greeeb. . !


Ada yang memeluknya dari belakang.


****************


***Maaf ya para pembaca setia, ada salah penulisan nama tokoh terutama putri - putri Abi dan Ais.


putri pertama bernama Zha, kemaren jadi anak bungsu maaf sekali, putri kedua Intan, dan putri ketiga Ega.


Keluarga Ais


Ayah Ais Idris, ibu Ais Naya,


Jay kakak kandung pertama istrinya Mira


Siti kakak kedua bersuami galih dan


Nurma kakak kandung ketiga berstatus janda dua kali.


Keluarga Abi.


Ibunya Dwi


kakak Abi Arman istrinya Bernana Reina,

__ADS_1


Adiknya Abi Rita suaminya Edi dan Risa suaminya Ato.


mohon dukunganya, jangan lupa Like, dan komentar***.


__ADS_2