ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
manusia penuh tinta


__ADS_3

" Bela terus anak pembawa sial itu !" kata Norma sambil pergi menghentakan kakinya.


" Malam ini biar kita tidur di mobil, pasang spring bed, biar di jaga tante Ayu " kata Intan Ais mengangguk, tapi seketika membeliak.


" Apa kalian bawa kasur ?" tanya Ais.


" Atah tadi pagi sudah siapkan semua " kata Intan.


Selama seminggu juga Abi dan Ais menginap di sana tanpa anak - anak.


" Vino baik - baik ya di rumah, nanti bunda bantu cari dokter terbaik untuk kemo therapaht kamu " kata Ais.


" Terima kasih bunda, Vino tidak ada lagi harapan sembuh, karena kanker Vino sudah stadium 4 " kata Vino sambil memeluk Ais.


" Tidak ada yang mampu menahan ketentuan allah, yang terpenting Vino berusaha, kun fayakun " kata Ais Vino mengangguk pasrah.


Setelah itu mereka pulang.


Sesampainya di rumah, Ais memeluk anak - anaknya dengan penuh rindu.


Ais sudah mulai bee aktifitas seperti biasanya, Ais sudah mulai di tokonya.


maka datanglah sahabatnya, memberi kejutan pada Zha.


" Tante Ais " sapa Arka dan Aksa saat bertemu Ais.


" Hai putra Leonardo, suatu ke hormatan tuan Arka dan Aksa datang kemari " kata Ais samil mendorong kursi rodanya.


" Jangan tuan, nanti kebiasaan sombong seperti ayahnya " kata Ira, Ais mengangguk.


" Di sini bukan tante lagi tapi bunda, bunda Ais " jelas Ais.


" Baik bunda Ais " kata Arka dan Aksa bersamaan. Lalu Ira nenyuruh keponakanya membagikan mainan yang di beli tadi.


" Sedang kau kapan pulang ke tanah air !?" tanya Ais pada Ira.


" Sudah lama, sekitar seminggu, tapi baru kali ini, bisa main !" jawab Ira.


" Tapi apa hubunganmu dengan Leonardo yang angkuh itu ?" tanya Ais.


" Dia ternyata kakak kandungku " kata Ira, lalu menceritakan semuanya.


" Oh ya aku ke sini ingin cari solusi !" kata Ira.


" Solusi apa ?" tanya Ais.


" Aku ingin jadi wanita normal Ais " kata Ira dan di senyumi Ais.


" Carilah pendamping yang bisa membimbingmu, dan punya pendirian teguh, jika kau berhenti sekarang percuma, karena godaan akan selalu datang, untuk membawamu ke jalan sesat lagi, jika kau punya pendamping paling tidak, dia bisa melindungimu dari ke jahatan " kata Ais.

__ADS_1


" Mana ada yang mau, melihat tatoku saja mungkin pria begidik ngeri " kata Ira.


" Bukankah dulu sudah aku ingatkan, jangan pasang tato permanen, agar jati dirimu tidak di kenali " kata Ais.


" Ya iya, tapi ini akan hilang dua tahun lagi " jawab Ira menumpahkan segala kekesalanya.


" Aku dengar kau habos ada masalah, sevelum kau koma !?" tanya Ira, yang tahu masalag Ais dari Roy.


" Tidak, itu dulu !, biasa rumah tangga " kata Ais


" Aku dulu sakit Ira !" kata Ais yang ahirnya membuka.


" Sakit apa Ais ?" tanya Ira.


" Anak dalam kandungan kemarin adalah terahir aku mengandung, karena kecerobohanku. Aku habis kiret, dan kak Abi mintak jatahnya, dan aku langsung mengandung, ahirnya jika bayi ini gerak maka badanku perutku akan sakit, karena robekan di dinding rahim semakin melebar, dan yang lebih parahnya dia tidak mengakuinya " jelas Ais.


" Apa Abi tahu ?" tanya Ira.


" Awalnya tidak tahu, karena aku takut dia menyuruhku, untuk menggugurkan kandungan itu, dan sekarang dia sudah tahu " jawab Ais.


Setelah berbincang Zhafira putri Ais pulang sekolah.


" Hai anak cantik, aunt punya sesuatu buat kamu, maaf ya tante baru bisa kasih hadiah ini sekarang, sebagai, kemenanganmu " kata Ira.


" Tara " Ira menyerahkan mobil listrik pada Zha, bukanya senang tapi malah terkejut.


Jawaban yang tidak peenah di sangka.


" Plis kali ini saja ya kado dari aunt kamu terima " kata Ira.


" Tapi Zha di larang ayah untuk tidak menyetir dulu " kata Zha.


" Tidak apa, nanti kalau pergi, sama ayah sama dan mama " kata Ira. membujuk Zhafira.


Ahirnya putri Abi mengangguk.


Mobil di antar ke rumahnya.


" Dek ada orang dealer mengirim mobil bagus aras nama Zha " Abi menghubungi Ais, dengan bingung menghubungi Ais.


" Itu mobil kado dari teman saya kak " jawab Ais.


" Masa se mahal itu ?' tanya Abi.


" Wajar oeang kaya " kata Ais.


Ira yang mendengarkan hanya tersenyum mendengarkan perdebatan.


" Nanti jemput ya kak ?" kata Ais.

__ADS_1


" Okey sayang !" kata Abi.


" Assalamualaikum !" kata Ais.


" Waalaikum salam " jawab Abi.


Abi datang, heran melihat Ira.


" Jangan pandang dia nanti kak Abi jatuh cinta !" kata Ais.


Abi menggeleng.


" Manusia penuh lobang, manusia penuh tinta " kata Abi melihat tindikan Ira dari atas sampai bawah.


Ira hanya memandang tajam Abi.


" Kak jemput aku, ban mobilku kempes, di blok M, aku share lok" pesan Ira pada Leon. Leon langsung menyambar jaketnya


" Mau ke mana kak ?" tanya Zha.


" Jemput anak - anak " jawab Leon.


" Kan ada Ira " kata Zha. Leon tanpa menanggapi langsung keluar, dan mengeluarkan mobil dari garansi.


" Masuk dulu, sudah magrib, tunggu saja di dalam, sekalian kita sholat berjamaah " ajak Abi.


" Tidak usah di sini saja " jawab Ira.


" Ya kamu aman, anak kecil yang harus di waspadai, karena saat magrib, makluk halus pada keluar, dan mencari pikiran manusia yang masih labil " kata Abi.


" Kalian sudah bisa wudlu belum, kalau belum bisa, sana ikut kak Zha sama kak Intan " suruh Abi pada putra Leon. Ahirnya Ira mau menuruti dan mau masuk, sholat berjamaah bersama.


Ais bersalaman dengan Abi, dan ke tiga putrinya, Ira akan ikut menyalami Abi tapi di tepis Ais.


" Dia suamiku, kalau ingin cium tangan sama suamimu " kata Ais, Abi hanya tersenyum.


" Bi, aku ada perlu denganmu !" kata Ira.


" Bicaralah " kata Abi.


" Aku ingin hijrah, tapi aku tidak tahu caranya " kata Ira.


" Jika kau ingin hirjah, bersungguh - sungguh, mintaklah, pada kiayi Aby manyu, dia bisa membimbingnya " kata Abi.


" Tapi kan kamu pesantrenan juga, aku malu, jika minta sama orang lain " kata Ira. Abi tersenyum.


" Aku belum bisa di sebut ustad apalagi kiayi, karena aku hanya lulusan alfiah, sedang kiayi Abi manyu itu sudah bertital L.LC " jawab Abi.


" Dan jika kau hijrah tidak sedikit yang akan kau lakukan, mungkin akan mandi taubat, karena kau perempuan nanti akan di bimbing oleh umi Latif, Shadat dan banyak lainya !" kata Abi.

__ADS_1


__ADS_2