
" Wajar anaknya luar biasa, orang ayahnya juga luar, luar biasa " bisik pada santri, dan peserta alumni.
Setelah acara reuni selesai Abi di panggil oleh abah kiayinya, mereka menghadap bersama Ais, sedang Intan memilih pulang dulu bersama dengan Ayu.
" Abi apa kau tahu kau di panggil ke sini bersama istrimu?" tanya abah Sukron.
" Mboten bah ( tidak bah )" kata Abi.
" Sebenarnya abah ingin melamar kamu untuk putri bungsu abah Almira !" kata abah Sukron.
Degh
Jantung Abi seperti sudah berdetak, di sisi lain, dia ingin menolak, karena ada wanita, yang menemaninya dari nol. dan di sisi lain dia tidak enak karena abah, sudah banyak baik padanya.
" Istrimu pasti setuju, karena tadi umi sudah ngobrol denganya " kata umi Rifa.
Abi lalu memandang Ais yang menunduk.
" Ya aku iklas, jika kak Abi menikah lagi, demi baktinya dengan abah, karena dia sering cerita tentang ke baikan abah dan umi " kata Ais, menahan sesak.
" Dek !" panggil Abi.
Abi menggenggam tangan Ais dengan erat.
" Saya pikirkan dulu bah, !" kata Abi.
" Istri kamu sudah mengizinkan apa lagi yang kau ragukan ?" tanya Umi Rifa.
" Istriku mengizinkan, tapi bagai mana rasanya jadi anaku yang semuanya perempuan, dia mulai beranjak dewasa " kata Abi.
" Umi mohon s3rkali lagi Abi, terimalah pinangan dari kami, karena kita butuh penerus, untuk pesantren ini, dan kau pantas, memberikan bibit berkualitas, dan Almira juga sempurna, dan tidak cacat, pasti bisa melayani anda dengan baik Abi " kata umi Rifa. abah Sukron malu mendengarkan istrinya bicara seperti itu. Seperti menawarkan putrinya.
" Dek !" panggil Abi pada Ais. Ais mengangguk.
" Abah dulu memaklumi, kau menolak Aisyah, karena kau baru lulus al fiah, abah sekarang tidak akan mempermasalahkan kau sudah punya istri, abah hanya ingin Almira melahirkan keturunan yang baik, dan bernasab yang baik " kata abah Sukron.
" Aku pikirkan dulu bah !" kata Abi.
__ADS_1
" Baik abah tunggu ke putusanmu besok? "kata abah Sukron.
" Semoga kau menerimanya Abi jangan sampai terulang, lima belas tahun yang lalu !" kata umi Rifa, saat keluarganya meminang Abi untuk Aisyah, yang sekarang jadi istri Ahmad.
Ahmad lebih pilih diam, merasa dirinya terhina karena belum bisa memberi keturunan pada putei sulung abah kiayi.
Abi pamit dan pulang. Ais membuang muka menghadap ke jendela hanya ke heningan.
" Dek !" panggil Abi menggenggam tangan Ais.
Ais memandang Abi dengan senyum dan mata berkaca - kaca.
" Apa kau sungguh mengatakan seperti itu ?" tanya Abi. Ais hanya mengangguk.
" Ais wanita cacat kak, sedang kak Abi hyper ***, dan satu lagi kak Abi sudah memenuhi syarat untuk berpoligami " kata Ais.
" Tapi dengan kamu ?" tanya Abi. Ais hanya geleng kepala.
" Kau tahu dek, berumah tangga, tidak hanya di atas ranjang, ke cocokan atau ke turunan, dan seharusnya abah tahu, sikap dan karakter anak, identik pada seorang ibu " kata Abi.
" Tapi entahlah, jika kau mengizinkan, kak Abi akan berusaha buka hati untuk Almira, !" kata Abi. Ais mengangguk, air mata yang ia tahan ahirnya lolos juga. Ais segera mengusap dan memandang ke luar.
" Kak, Ais ingin ke kamar Zayn, dan Zidan " pinta Ais. hingga berjan - jam, sampai selepas sholat masrib dan isya, Ais juga belum keluar, setiap di temui Abi. Ais hanya ingin memeluk ke dua putranya.
Hingga baby sisternya di suruhnya ke luar.
" Mana istrimu Bi, dia belum makan malam loh !" kata Reina.
" Belum mau mbak !" kata Abi.
" Kau bikin masalah mungkin hingga ia mgambek " kata Reina.
" Mas, Abi mau cerita !" kata Abi pada Arman.
" Emmm !"jawaban Arman singkat.
" Aku di lamar lagi oleh abah kiyai untuk Almira " kata Abi.
__ADS_1
" Uhuk uhuk !" Arman yang sedang meminum kopi tersendak.
" Lalu apa jawaban kamu Abi ?" tanya Reina sambil mengelus punggung suaminya.
" Aku belum jawab mbak !" kata Abi.
" Lalu Ais ?" tanya Reina.
" Aku heranya Ais setuju, apa ini saatnya aku poligami mas ?" tanya Abi.
" Tidak !" bentak Arman dengan mata memerah menahan amarah pada Abi. Abi menunduk.
" Apa kau tidak berpikir dengan anakmu, apa selama ini kau menikah dengan Ais, hanya nafsu Abi, dia korbankan seluruh jiwa raganya untuk mengurus kehidupanmu, melahirkan anakmu, dan membesarkanya, dan mendidiknya menjadi anak berbakti dan berbakat tanpa pamrih, jika uang mu sendiri untuk menghidupi anak - anakmu dan ibu belum tentu cukup tanpa dukungan, dan bantuan Ais !" jelas Arman.
" Jika kau akan menikah, lepaskan Ais, dan anakmu, dan seluruh hartamu, mulailah dari nol lagi, aku memang tahu Almira, lebih cantik dari Ais, dan lebih muda, tapi kau bukan cinta karena allah kau hanya obsesi atau balas budi !" jelas Arman
" Balas budi banyak jalan, tanpa harus menikahi anaknya, kau seharusnya sadar, kau masih terlihat tampan karena apa, padahal umurmu sudah kepala tiga, itu karena Ais rajin merawatmu, jika kau menikah dengan wanita lain, walaupun wanita ber ilmu, belum tentu dia bisa merawatmu, cinta bukan berarti bisa menggantikan posisi isyeimu, yang tulus mendampingimu dari nol !" Arman mewejang adik laki - lakinya.
" Jika kau akan menikah lagi menikahlah, tapi akan aku bawa pergi anak dan istrimu pergi dari kehidupanmu, dan aku yakin Zha akan sangat membencimu, karena kamu menyakiti ibunya ! " jelas Arman, seketika Abi yang tadinya menunduk langsung menatap Arman.
" Tapi Ais sendiri yang meminta mas " kata Abi lembut.
" Kau bodoh, mas memasukanmu ke pesantren agar kau pintar Abi tidak bodoh terus, seharusnya kau cari tahu, kenapa Ais bisa menyerah, apa mungkin umi melakukan ancaman " kata Arman.
" Tidak mungkin mas !" kata Abi.
" Tidak ada orang baik dalam dunia ini kalau setan sudah menggerogoti hati manusia.
"Aku yakin aku bisa adil mas, karena cinta aku hanya untuk Ais, dan anak - anak dari Ais, abah hanya ingin mendapatkan keturunan dariku " kata Abi.
" Cih adil, kata adil itu basi saat akan menikah, Almira itu cantik, sedang Ais sekarang sering tidak terurus. rungokne tuturan jowo, TEKANE TRESNO JALARAN SOKO KULINO ( dengarkan omongan jawa datangnya cinta karena kebiasaan )" jelas Arman.
" Menikah itu bukan soal ti tit yang bisa memberikan keturunan, tapi perhatian dan pendidikan. jika kau ingin menikah hanya ingin memberikan ke turunan potong saja tititmu, berikan pada Almira " kata Arman membuat Abi melongo. saat aka melayangkan protes Arman sudah bicara duluan
" Mas bukanya tidak bisa sepertimu Abi, mas juga banyak yang naksir, tapi setiap mas lihat yang lebih menggoda membayangkan, tidak ada wanita yang sesempurna mbakmu, ya walaupun dia sudah tidak cantik, tapi dia begitu menyayangi keluargaku, hingga, uang mas, saat kau sekolah di sini dia bagi untuk menyekolahkanmu, yang notabenya adalah adik kandung mas " kata Arman.
" Jangan plin plan Abi, seharusnya kau punya pendirian seperti Ais " kata Arman.
__ADS_1
Abi mengangguk mendengar ucapan Arman