
" KARENA SEJATINYA LELAKI ITU MENDIDIK ISTRI, BUKAN DI HIANATI. BOSAN BUKAN ALASAN KALAU SALAH INGATKAN BUKAN PENGHIANATAN " kata Ais dengan derai air mata.
Ais walaupun wanita kuat, tapi dia punya hati, saat Arman yang bilang kalau Abi akan menikah, tidak sesakit, saat Abi sendiri yang bilang.
" Talak aku kak !" bentak Ais.
" Wahai Aisyah binti muhamad Idris saat ini juga, aku ta. . !" kata Abi tergantung, Lula tersenyum bahagia, sedang Ais semakin deras air matanya.
Plak. . ! tamparan dari Ais.
" Gak usah di gantung, buruan !" bentak Ais, menahan nada jengkel, dan berderai air mata, tapi Abi suka.
" Wahai Aisyah binti muhamad Idris saat ini juga, aku tak akan melepas kanmu, sekarang juga ayo kita pulang ! " Kata Abi sambil mendekap tubuh Ais dengan erat.
Ais tidak bosa gerak, membuatnya seperti kepompong karena dekapan tangan Abi yang kencang.
" Aku akan bikin peritungan dengan yang bikin masalah !" Kata Ais.
Bught. . !
" A g h t h . . . !" teriak Abi saat pusakanya di tendang Ais, seketika pelukanya terlepas lalu memegang pusakanya dan terduduk.
" Kamu tidak apa mas ?" tanya Lula panik, menghampiri Abi yang terduduk menahan sakit.
" Sakit ya kak Abi, maafin Ais ya, yok Ais angkat !" Kata Ais dengan nada mengejek, tapi di angguki Abi, dan langsung membawanya ke bangku, dan.
" Biar Ais obati ya ?" tanya Ais sambil memegang celana Abi dengan penuh perhatian dan meniup pelan, dan di angguki Abi.
" Plak. . !"
" Aw. . !" teriak Abi lagi, karena Ais menggoda, memukul di sebelah pusakanya.
" Aisyah. . !" bentak Lula.
" Cup !" Ais mencium bibir Abi.
" Da da kak !" Kata Ais berlalu pergi, Abi mengejarnya.
" Ais, jangan tinggalkan kita lagi dek !?" teriak Abi, tapi tanganya di tahan Lula, dengan kasar Abi mengibaskan tanganya yang di pegang Lula.
" Aw. !" al hasil Lula, jatuh terduduk.
" Mas jangan pergi !" panggil Lula, membuat Abi dilema.
Tapi Abi memilih mengejar Ais.
" Mas pacarnya jatuh !" ejek salah satu pengunjung.
" Bukan pacar, tapi pelakor " jawab Abi singkat .
" Ha ha ha. . !"
__ADS_1
" Ya mas gitu perjuangin istri !" teriak yang lain menyemangati Abi mengejar Ais.
" Dek kau ke mana lagi ?" tanya Abi yang di pintu resto, dan Ais, sudah di parkor.
" Cari berondong, untuk selingkuh !" jawab Ais.
Abi menyugar rambutnya, dengan nada kesal, karena, tertinggal motor Ais.
Lalu masuk mobil, dan menstaternya.
" Mas aku ikut !" teriak Lula di dekatnya.
" Ayo masuk " Kata Abi sambil menggelengkan kepala, menyuruhnya duduk di mobil.
Lula lalu lari akan menuju pintu mobil di sebelahnya. baru saja mau nyentuh pintu, Abi sudah menjalankan mobilnya.
" Mas Abi, kamu jahat. . !" teriak Lula sambil menghentakan kakinya.
" Makanya mbak, jangan jadi pelakor !" kata pengunjung.
...****************...
" Kau yakin Bi, akan menikahi Lula ?" tanya Arman pada adiknya di depan cermin memakai stelan jas.
" Mau bagai mana lagi, mas? sebenarnya aku yakin aku tidak melakukanya, tapi aku tidak punya ke kuatan dan bukti, keluarga Lula selalu mendesaku ! " Kata Abi.
" Awas ada perang dunia !" kata Arman.
" Aku takut nanti kamu menyesal, menikahi Lula ! " kata Arman.
" Kenapa tunggu nanti, sekarang saja aku sudah menyesal !" kata Abi.
" Aku berharap Ais datang menyelamatkanku dari pernikahan ini, dan aku janji, aku akan lebih perhatian denganya, tidak egois seperti dulu, kalau Ais mau kembali padaku " kata Abi, tidak terasa, air matanya menetes.
" Sudah, kita doakan semoga acaranya lancar !" kata Arman membuat mata Abi memandang Arman dengan tatapan tajam.
" Terus apa do'anya, semua orang kalau ingin ijab kobul, itu do' anya " jelas Arman yang tahu isyarat tatapan Abi.
" Semoga tidak lancar, Amiiin " kata Abi dengan mengusap wajahnya kasar dan keluar.
" Semoga tidak lancar ! Amiiin !" teriak Arman mengikuti tingkah Abi, Reina dan bu Dwi yang tadinya tegang, jadi tersenyum melihat dua pria kakak adik dengan tingkah lucunya.
Ahirnya mereka berangkat Reina menunggu anak - anak di rumah, bersama baby sisternya. Buk Dwi juga tidak ikut, hanya Arman Abi dan Reza saja yang berangkat, dan di dampingi Jay.
" Semoga saja tidak lancar ya buk " kata baby sister pada Reina yang mengantar Abi sampai depan pintu.
" Kau bawa apa Bi, mau nikah ?" tanya Jay.
" Bawa mental " jawab Abi singkat di senyumi Arman dan Jay.
" Jangan kau tanya Jay, dia masih stres !" kata Arman pada Jay.
__ADS_1
Jadi Abi berangkat ke tempat Lula dengan tangan kpsong.
" Pengantin di belakang !" kata Arman saat Abi mau duduk di kursi pengemudi.
" Biar Abi saja !" kata Abi.
Tapi Arman dengan sigap menarik kunci mobil dari tangan Abi.
" Kenapa sih, kalian lihat aku nikah, bukanya sedih tapi bahagia !?" kata Abi jengkel lihat kedua orang yang mengantarnya senyum sendiri.
" Kenapa harus sedih, kalau orang nikah itu harus senang seharusnya kan seneng, malam ini malam pertama " kata Arman.
Abi hanya diam memandang luar, melihat suasana desa yang sepi lengang, dengan di terangi lampu malam hari, tidak terasa air mata Abi menetes.
" Ais, di mana kamu dek, kak Abi rindu !" gumam Abi masih terdengar Arman dan Jay.
Jay menepuk pundak Arman sambil melihat Abi dari spion.
Saat sudah sampai, Arman dan Jay ada di belakang, dan saling berbisik.
" Kau yakin Man ?" tanya Jay.
" Yakin, semua bukti sudah di kumpulkan oleh Ais " kata Arman.
" Kalau ini gagal, malam ini penentuan pernikahan Abi dan Ais, di ambang perceraian " kata Jay.
" Santai bro, adikmu tidak gegabah !" jawab Arman.
" Kau tidak takut ?" tanya Jay.
" Takut apa ?" tanya Arman.
" Takut malam pertamanya malah di tinggal bunuh diri !" kata Jay.
" Ngawur kamu, dia masih punya iman kali !" jawab Arman dan masuk.
Ahirnya mereka masuk, dan hanya di hadiri segelintir orang saja, karena hanya ijab sirih, dan resepsinya akan di adakan kalau udah ada izin dari Ais itu rayu Abi pada Lula, supaya di adakan sederhana.
Semua sudah siap, Lula keluar, dengan berbalut gaun pengantin warna putih, terlihat cantik sempurna, dengan rambut di sanggul, tubuhnya berisi, membuat terlihat lebih seksi.
Bapaknya Lula, sudah menjabat tangan Abi dan mulai mengucap ijab kobul, dan Abi men jawab.
" Saya. . . " terputus.
Pintu yang terbuka, datang serombongan, dua polisi di depan dan para preman di belakang. di tengahnya terselip wanita yang di nanti Abi.
Abi langsung melepas tanganya dari tangan bapaknya Lula, lalu, Ais, men dekati Abi dengan pemukul bisbol, membuat semua orang diam mematung, kedatangan Ais, seperti menghipnotis semua orang.
Ais menyuruh minggir yang ada di dekat meja ijab kobul dengan tanganya, mereka langsung munggir, hanya tersisa Abi dan Lula, sekarang ada Ais yang duduk di meja di depan mereka.
Dengan pemukul bisbol, Ais mengarahkan pada dagu Abi.
__ADS_1
" Kau sungguh, sudah tidak mencintaiku kak ?" tanya Ais.