ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Ais koma


__ADS_3

Para pembaca setia kasih ide namanya dong, untuk putra kembar Abi dan Ais


Aku minta secepatnya ya ?" karena besok insya alloh mau akikahan. terima kasih 🙏🙏🙏


...****************...


" Hallo ada apa bu Naya ?" tanyabu Dwi.


....


Bu Dwi lalu melirik Ais.


Ais lalu menyahut ponsel ibunya.


" Ya nanti sore, Ais transfer !" kata Ais.


...


" Sudah lah buk tidak usah drama, aku sudah tidak mempan dengan drama keluarga " kata Ais saat mengabari Vino sakit.


Belum sempat bu Naya mengabarkan dirinya dalam bahaya, karena Norma datang ke sana, Ais sudah ke buru mematikan ponselnya.


" Dek, kau tidak boleh seperri itu, bagai manapun jiga dia orang tuamu " kata Abi.


" Orang tua seperti apa kak, yang menjadikan anaknya budak, yang menjadikan anaknya mesin ATM nya !" bentak Ais dengan mata memerah.


Abi langsung memeluk Ais, mendekapnya dengan erat.


" Maafkan kak Abi !?" kata Abi, baru sadar kalau mood Ais tidak baik - baik saja kalau sudah dengar kabar keluarganya.


Dengan emosi Norma ke rumah Abi dan Ais.


" Dek, besok acara tujuh bulanan kamu, enaknya, catring atau masak sendiri ?" tanya Abi.

__ADS_1


" Catring saja buat makanya, kuenya bikin sendiri, besok belanja ya !" kata Ais, Abi mengangguk.


" Sehat ya sayang, ayah, sama mama, menunggu hadirmu !" kata Abi sambil mengelus perut Ais dan menciumnya, seketika perut Ais bergerak, Ais hanya menahan sakit.


"Dia respon dengan ayahnya yang tampan ini " kekeh Abi.


" Dek sakit ya ?" tanya Abi, saat Ais menahan perutnya dengan ekpresi kesakitan.


Dulu saat hamil momen seperti ini yang mereka tunggu, tapi kali ini beda, jika si jabang bayi bergerak, terasa sakit seluruh tubuh Ais.


Paginya Abi berangkat ke pasar, dengan buk Dwi dan juga Ayu, di perjalanan pulang pak Idris dan buk Naya menghadangnya.


" Abi ! Norma di sini selamatkan istrimu !" kata pak Idris, memperingatkan Abi, karena Norma punya dendam kesumat dengan Ais.


Seketika hati Abi nyeri, dia lalu pulang dengan cepat, saat sampai di dapur, terlihat Norma, dan Ais yang gelimpungan di dapur, dengan bersimbah darah di bagian dua paha.


" Keparat, belum cukup kau sakiti istriku, sehingga kau berusaha membunuhnya ?" tanya Abi, yang tidak pernah mengeluarkan kata kasar, sekarang keluar juga.


Sedang Norma meringkuk ketakutan, buk Dwi segara menelpon polisi. Abi panik, selalu teriak memanggil Ais, sedang Ais, kadang menutup mata, membukanya lagi.


" Ayo Farhan cepat !" bentak Abi pada Farhan yang duduk di kursi pengemudi. Farhan jadi semakin panik jiga.


" Istigfar Bi !" kata Farhan.


" Sssst Kak Abi tampan, maafkan Ais, Ais lelah, hanya ingin ostirahat !" kata Ais, dengan lemas, wajah pucat seperti tidak di aliri darah itu mengangkat tanganya , ke bibir Abi, dan mengelus pipi Abi, yang di tumbuhi jambang. Perlahan Ais menutup matanya, menjatuhkan tanganya dari wajah Abi.


" Adekkk, temani kak Abi, dek, kak Abi tidak bisa tanpamu !" tangis Abi histeris di dalam mobil. Sampai di rumah sakit Abi langsung menggendong Ais masuk ke ruang ugd, dan langsung di tangani dokter.


" Ambil tindakan pasien kritis, kita selamatkan anak yang ada di kandunganya !" teriak dokter panik.


" Kita harus segera ambil tindakn pak, tubuh buk Ais sudah lemah, dan harus pengangkatan rahim, karena rahim buk Ais sudah rusak, jika anda setuju tanda tangani, berkas ini !" kata seorang dokter mengambil kertas pada tangan seorang perawat.


" Lakukan yang terbaik untuk istri saya dok ! " kata Abi. Selang sudah menempel srmua ke tubuh Ais, Ais segera mendapatkan tindakan.

__ADS_1


" Adek gigit kak Abi, kak Abi tidak marah. " Adek cakar kak Abi, kak Abi tidak marah, seperti kau melahirkan tiga buah hati kita, adek jangan diam, kalau kau diam membuat kak Abi sakit, sakit di sini sini dan sini " kata Abi memegang tangan Ais menunjuk dada dan kepalanya.


" Bangun sayang srut srit srit !" Abi menarik ingusnya.


" Sabar Abi semua bakal baik - baik saja !" kata Farhan.


" Kau tahu, dalam do ' a kak Abi, kak Abi mohon pada tuhan, agar menjauhkan pelakor dari rumah tangga kita, kak Abi hanya ingin hidup bersama denganmu, sampai ajal menjemput, kak Abi selalu ingat pesanmu, Sejatinya hidup hanya berdua, anak adalah bonus, jika menambah orang ke tiga, itu bukan kodrat, tapi biadab, karena, adam dan hawa, di ciptakan hanya berdua, dia cinta abadi hanya maut yang memisahkan. Padahal hidupnya ratusan hingga ribuan tahun, sedang kita, hanya di beri umur enam puluh tahun, plus bonus, sudah gaya, mau punya pendamping banyak, jangan bilang adam dan hawa tidak ada penggoda karena di ciptakan berdua, iblis, itu bisa cantik, dia juga bisa baik, tapi iblis bisa marah kalau tidak di turuti, ya seperti pelakor modelan sekarang ingin menguasai suaminya !" Abi mengingat kata - kata Ais.


Di ruang oprasi Abi masih menciumi wajah Ais dia sapu bersih, dengan jambangnya.


" Kak Abi janji, kalau kau sehat, kak Abi tidak bandel lagi !" kata Abi, masih menciumi wajah Ais yang pucat.


Owe e e ek ! Owe e ee ek ! Bayi satu keluar dengan selamat, dokter langsung menyerahkan bayi itu pada Abi untuk di adzani,


" Owek owek !" bayi dua menangis, tapi tidak sekeras, bayi pertama, lalu di adzani Abi.


" Dok, kenapa anak saya semakin lemah !" teroak Abi setelah mengadazaninya,


" Anak ini lemah, segera, bawa ke dokter anak, dia butuh penanganan khusus !" seorang dokter, menyerahkan bayinya ke pada suster. Saat dokter sibuk di perut Ais, suara alat pengukur detak jantung ( defribrilator )berbunyi nyaring.


" Dokter pasien koma !" panggil pendamping.


" Ambil alat untuk defribrilator !" teeiak dokter.


" Adek, jangan tinggalkan kak Abi . . !" teriak Abi. Abi sudah tidak terkontrol, sebagian, menenangkan Abi.


" Sedikit ada harapan pak Abi, mungkin 20 persen harapan buk Ais bisa hidup " kata dokter sambil mengelap keringat, setelah bersusah payah, untuk menyelamatkan nyawa Ais.


" Tapi jika alat di lepas, nyawa buk Ais sudah tidak ada, ini tergantung anda, karena kita tidak tahu kapan buk Ais akan bangun !" kata dokter.


" Aku yakin istriku akan bangun, sehari dua hari, atau sebulan dua bulan, bahkan setahun, dua tahun aku akan menunggunya, aku yakin dia akan kembali ke raganya " kata Abi.


Ais akan di pindahkan ke ruang ICU, Abi sudah tidak

__ADS_1


__ADS_2