ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Hilangnya Ais.


__ADS_3

" Kau yang sabar Bi, kalau kau tidak salah, buktikan, kalau cuma omongan banyak yang tidak percaya !" kata Jay.


" Ya mas, akan saya buktikan " Kata Abi. Tidak lama kemudian, pak Rt datang dengan marah - marah, karena seharusnya malam ini sidang, tentang ke jadian tadi siang yang di laporkan Lula, sebagai korban p e m e r k o s a an Abi.


" Apa kau tidak tau, aku sebagai kades, dan Abi sebagai suami Ais, masih menunggu Ais, yang stres karena perbuatan wanita J a lang itu " kata Jay.


Arman yang sebagai teman dekat Jay, berusaha menenangkan Jay.


" Okey, kata dokter, Ais, besok sudah boleh pulang, jadi bagaimana kalau besok mlam saja ?" kata Jay sambil megatus nafasnya naik turun karena emosi.


" Baiklah pak " kata pak Rt.


Malamnya saat yang menunggu Abi terlelap, Ais, teebangun dan dia dapati kepala Abi di tanganya, terasa tanganya dingin karena banyak air mata Abi mengalir di tanganya, pelan - pelan Ais menarik tanyanya, dari dekapan Abi.


" Kau terlalu naif kak, hilafmu, hilaf nikmat yang bikin kecanduan, dasar Buaya. Aku akan mencari tahu kebenaranya, jika kau bermain api, aku tidak akan membiarkanmu lagi bersama Lula, tapi aku akan menghukumu sampai kau menyesalinya, telah berhadapan dengan Ais


" gumam Ais. Ais melihat Arman dan Jay, tertidur di sofa rumah sakit seperti bangkai. Ais diam - diam berjalan menjijitkan kaki supaya tidak terdengar suaranya kalau Ais mau kabur.


Setelah bisa keluar Ais merasa lega, dan mencari tempat aman. Adzan subuh berkumandang.


" Mas, bang, Ais hilang !" Abi panik sambil mencari - cari ke kamar mandi.


" Kok bisa Bi kau yang menemani Ais di Brankar ? " kata Arman.


" Abi juga bingung mas, bang !" kata Abi yang masih kebingungan.


" Kita sholat dulu, baru kita cari, semoga saja belum jauh " Ajak Jay.


" Dan dia tidak bawa sedikitpun uang mas " kefelisahan Abi.


" Kau tenang, Ais bisa hidup di manapun, karena dia sering bilang, di mana bumi di pijak, di situlah langit di jinjing " kata Jay.

__ADS_1


" Walaupun di jalanan, dia bisa hidup, Ais bukan wanita lemah, makanya kau akan menyesal, jika kau terbukti menduakan Ais !" tanjuk Jay pada Abi.


...****************...


Hari sudah cerah, Ais merasa lapar sambil memegang perutnya, yang merasa lapas, dan juga merasa sedikit sakit karena habis kuretase.


" Aku bukan wanita lemah " Gumam Ais.


Ais mengambil kaleng dan di isinya batu, lalu ke lampu merah dan mengamen di sana, saat masih mengamen ada anak laki - laki kecil seumuran Zhafi anaknya menghampiri, karena melihat Ais dapat uang banyak.


" Kakak, kita gabung yuk aku juga lapar " kata anak itu sambil mengulurkan alat misiknya gitar moni, atau di sebut uku lele.


" Bagai mana kalau makan dulu, kakak sudah punya uang, kita beli nasi bungkus yuk !?" ajak Ais pada anak itu.


" Tapi aku butuh tidak hanya buat aku kak, ada adik dan ibuku di rumah " kata anak itu.


" Kita hitung dulu yuk, uangnya, cukup atau tidak ?" kata Ais sambil mengulurkan uangnya sambil menghitung uang pecahan dua ribu dan lima ribu itu. " Alhamdulilah cukup, yok kita beli empat bungkus, mau lauk apa kamu ?" tanya Ais.


" Boleh kak yang enak ?" tanya anak itu, Ais mengangguk dengan senyum.


" Habis ini temenin kakak ke tempat penggadaian ya, dan kasih tahu tempat penggadaian terdekat !" ajak Ais.


" Okey kak !" kata anak itu dengan penuh nasi di mulutnya.


Setelah Ais dan anak itu makan Ais, menuju di tempat penggadaian, dan gelang, yang di belikan Abi, ia gadaikan, dan sebagian uangnya di berikan anak itu, membuat anak itu merasa bahagia seperti ketiban duren.


Ais mencari ruko, untuk di sewa, tapi hanya sebulan, karena uang yang lainya untuk modal. Dan mendapatkanua di tempat strategos Tapi modal kurang, jadi Ais bingung mau kerja apa, saat dia sedang berjalan, ada seorang pemuda tanggung, motornya rusak, tapi tidak bisa membenarkan, Ais turun tangan, dan di benerinya, sebagai tanda terima kasih, anak muda itu memberi uang, tapi di tolaknya, Ais hanya ingin meminjam motornya malam nanti, dan benar saja, Ais kini turun ke jalanan, menjadi pembalap liar,


" Siapa tadi yang meremehkan wanita, yang mau kasih uang sepuluh juta " kata Ais menagih janji seseorang yang mentahin dia.


" Aku akan tantang kamu, gadis cantik, dua puluh juta !" kata pemuda tampan, sambil menjawil dagu Ais, dengan genit, Ais menepisnya jijik.

__ADS_1


" Tidak usah genit, dari pada tangan ini melayang di wajahmu "!" bentak Ais.


" Okey, maaf sayang !" katanya sambilmengejek.


Pertandingan di mulai, ahirnya Ais memenangkanya, dan dapat membuka toko, penerbitan novel.


Dan sudah dapat surat izin dari pemerintah, Ais mendirikan itu jiga srmata - mata, teman untuk membantu teman jalananya, supaya tidak pengangguran, dan ada rasa tanggung jawabnya, karena di jalanan keras.


" Hai, semakin ramai saja ini toko buk bos, padahal baru dua minggu " kata teman baru Ais, di jalanan, Edo namanya ketua geng.


" Ya dong, oh ya Do, aku ingin mendirikan komunitas, kamu setuju tidak ?" tanya Ais pada ketua geng.


" Komunitas apa ?" tanya Edo penasaran.


" Komunitas, anak jalanan, jadi kita kan berpendidikan, walaupun tidak tinggi, jadi Ais ingin, anak yang bisa mengarang, dan punya bakat halu, bisa kita ajak gabung, supaya dia bisa dapat penghasilan, soalnya Ais takut, kalau mereka di jalanan " kata Ais.


" Terus aku tugasnya ?" tanya Edo.


" Kau gerakan temanmu, untuk membimbingnya, Ais tahu kau orang baik, yang suka membantu anak jalanan, dan soal biayanya, kitakan bisa ambil dari penjualan novel, cerbung dan cerpen yang mereka buat dari pf. dan satu lagi, aku ingin mendirikan perpustakaan mini di tapi belum ada modal buku, kau bisakan gerakan temanmu, untuk menyumbangkan buku " kata Ais.


" Kenapa aku tidak dari dulu kenal teman seperti kamu Ais, pemikoran yang maju, aku jadi ingin nikahin kamu !" canda Edo.


" Tidak mungkin !" kata Ais membuat Edo kaget, karena selama ini dia tidak tahu status Ais.


" Kenapa kita kan sama anak jalanan, kau single, aku juga single apa salahnya !?" tanya Edo.


" Aku seorang istri dengan tiga orang anak, dan aku sangat mencintai suamiku !" kata Ais, membuat Edo terkejut.


" Aku terdampar di sini, karena aku butuh ketenangan, bukan pelarian !" jelas Ais.


" Ah jangan bahas itu !" kata Ais, membuat mata Edo merah menahan cemburu, walaupu, Ais baru sebentar di situ, tapi Ais cepat, akrab, karena pintar berbaur.

__ADS_1


Sedangkan Abi sudah tidak punya semangat hidup lagi, sidang sudah dua kali tapi, tidak membuahkan hasil, malah Lula selalu menuntut mintak di nikahi, tapi Abi tetap menepisnya, malah sekarang Lula lebih sering ke rumah Abi, berusaha menjadi Ais. karena ingin menggeser posisi Ais.


" Kenapa cucu nenek pulang cemberut ?" tanya buk Dwi, pada putri sulung Abi, pulang sekolah dengan wajah di tekuk yang do iringi dengan Intan dan Abi di belakangnya lalu menyodorkan amplop putih pada neneknya. Buk Dwi tersenyum


__ADS_2