ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
perut palsu


__ADS_3

" Katanya putri kiayi, seorang gus, tapi apa sopan santun kurang, beda dengan Ais yang notabenya hanya seorang preman pasar, tapi dia bisa menghargai orang tua !" kata bu Dwi mengomel.


" Sudah buk, Nadia juga istriku, dan jangan bahas soal ini di depan anak - anak !" kata Abi.


" Maaf buk !" kata Nadia yang baru datang bersama Ais.


Selesai sarapan Ayu menyirami bunga di taman.


" Bagai mana Yu, sudah dapat info ?" tanya Ais pada Ayu saat Nadia tidak ada di rumah.


" Ada mbak, tapi belum akurat !" kata Ayu.


" Dia belum lulus, tujuanya ingin menikah dengan mas Abi karena ingin cari uang untuk wisuda, dan satu lagi yang terpenting !" kata Ayu menjeda.


" Apa Yu ?" tanya Ais.


" Aku dan Menik, sempat menggeledah kamarnya saat dia sedang mandi dan Ayu menemukan, perut palsu mbak !" kata Ayu.


" Perut palsu gi mana ?" tanya Ais. Ayu memutar kranya lalu duduk di dekat Ais.


" Ai, mbak Ais ini, kan pernah nonton t*k t*k kan ?" tanya Ayu. Ais mengangguk


" Ituloh, yang viral, perut besar yang ternyata di dalamnya kosong untuk mencuri !" kata Ayu.


" Itukan adanya di luar negri !" kata Ais.


" Di Indonesia sudah banyak mbak " kata Ayu gereget.


"Ooooo !" kata Ais.


" Jawabanya cuma itu ?" tanya Ayu geram. Ais nyengir kuda.


" Lalu kak Abi pernah tidak masuk kamar Nadia ?" tanya Ais.


" Pernah !" jawab Ayu.


" Sering ?" tanyanya lagi.


" sedang !" jawab Ayu.


" Ngapain ?" tanya Ais.


" Emang aku nungguin di kamar mbak ?" tanya Ayu. Ais mengepalkan tanganya.


" Tapi tenang saja, mas Abi tidak macam - macam !" kata Ayu.


" Kau bisa jamin ?" tanya Ais. Ayu mengangguk.

__ADS_1


" Aku dan Menik jadi jaminanya !" kata Ayu.


(" Tidak mungkin umi semakin lama, kalau orang hamil itu semakin membesar, jika Nad, di sini lebih lama, Nad takut mas Abi semakin curiga, Ayu saja, sekarang sudah mulai curiga !"


....


" Memang tanda bukti kalau Nadia ke guguran sudah Nad lenyapkan !"


....


" Mas Abi juga sudah mulai perhatian, kadang kalau Nad, bilang kakinya sakit dia pihitin, walau masih di bandingin sama istri pertamanya tapi lumayan lah sudah ada ke majuan ") rekaman Nadia saat teleponan dengan umi Kulsum yang dapat di rekam Ayu.


" Terima kasih ! cara kerja bagus ! hari ini, kau mintak keterangan dari rumah sakit yang menangani Nadia ke guguran, jadi kita bisa lapor ke kak Abi dengan bukti yang kuat !" kata Ais.


" Baik buk boss !" kata Ayu.


" Menik yang tahu seluk beluk rumah sakit !" kata Ais.


" Kalau gitu mbak Ais dan Menik saja, Ayu yang jaga Zayn, dan Zaidan, Menik juga yang bisa mengendarai mobil " kata Ayu.


" Kak Abi !" panggil Ais manja pada Abi.


" Apa sayang ?" tanya Abi membalasnya.


" Ais meminta sesuatu tidak ?" tanya Ais.


" Yang ini beda !" kata Ais. Abi yang tadinya sibuk akan siap mandi, mendekati Ais yang berbaring di kasur dalam keadaan miring, tanganya, membentuk sudut, untuk menopang kepalanya.


" Apa dek ?" tanya Abi.


" Ais ingin ke jujuran dari hati kak Abi !" kata Ais.


" Jujur gi mana lagi, apa kak Abi pernah bohong sama adek ?" tanya Abi mengelus kepala Ais.


" Kak Abi mulai jatuh cinta kah dengan Nadia ?" tanya Ais . Abi akan jawab


" Tidak usah di jawab adek sudah tahu jawabanya, karena kak Abi sering masuk kamar Nadia " kata Ais, Abi yang tadinya senyum langsung memudar dengan kesimpulan Ais.


" Kau tahu dari mana ?" tanya Abi.


" Ais bukan wanita bodoh kak, kak Abi bisa bohongi Ais, tapi tidak allah, allah cerita pada Ais, karena Ais sering curhat padanya " kata Ais. Abi tersenyum


" Cinta kak Abi, perhatian kak Abi padamu tidak akan berubah !" kata Abi.


" Tapi tetap saja, tidak ada, seorang wanita yang mau berbagi suami walaupun dia sudah tidak sempurna, tapi seharusnya kak Abi ingat, di saat kak Abi mendua maka ingatlah masa indah kita !" kata Ais.


" Kak Abi masuk kamar Nadia karena Nadia sakit, bagai manapun juga dia istri kak Abi, tidak lebih dari itu !" kata Abi.

__ADS_1


" Tapi kak Abi mulai cinta kan ?" tanya Ais. Abi menggeleng.


" Kak Abi hanya tidak ingin menjadi suami yang dzolim dek, bagai manapun juga dia sedang mengandung anak kita !" kata Abi.


" Anak lo saja kali, bukan kita, alasan dzolim itu yang buat jalan !" kata Ais sewot .


" Kalau kak Abi benaran hanya tidak mau jadi suami dzolim, maka setelah mandi masuklah kamar Nadia !" kata Ais.


" Maksudmu,? kau mau meninggalkan kak Abi kan ?" tanya Abi. Ais menggeleng.


" Jika kak Abi mencintai Ais peluk dia, seolah olah kak Abi rindu padanya, jika kak belum tahu jawabanya nanti bisa tanya pada Ais " kata Ais


Abi penasaran dan menuruti permainan Ais. Abi masuk ke kamar Nadia.


" Mas Abi !" panggil Nadia terkejut saat dapat pelukan dari belakang oleh Abi.


' Kemana perut Nadia, seharusnya sudah besar karena sudah jalan lima bulan ' pikir Abi.


" Kenapa kamu terkejut, bukankah posisi seperti ini yang kau inginkan ?" tanya Abi.


" Ti ti tidak, Nadia hanya kaget saja karena mas Abi tidak seperti biasanya " kata Nasia tergagap.


Abi merebahkan tubuh Nadia, dan Abi berbaring di dekatnya.


Abi mulai membuka kancing baju gamis Nadia satu persatu.


" Jangan mas !" teriak Nadia.


" Bukankah seintim ini, kita dari dulu, kau jangan beringsik, nanti ke tahuan Ais " kata Abi.


" Bu bukankah masih haram ya mas ?" tanya Nadia.


" Itu, jika aku masukin burungku, aku hanya ingin mencicipi, lekuk tubuhmu, saat kau beri obat perangsang itu hanya kau yang menikmati " kata Abi.


Srek. . !


baju Nadia di tarik kasar oleh Abi, tertinggal tangtop dan lejing panjang. betapa terkejutnya Abi tidak ada tanda - tanda Nadia hamil, tubuh ramping Nadia terekpos jelas.


" Kau menipuku Nadia, wanita apa kau ini !?" bentak Abi.


" Mas, mana bayiku, mas mana perutku !" teriak Nadia pura - pura histeris panik.


Abi mendekati merasa bersalah.


" Mas, pasti ada yang memindahkan bayiku mas, pasti orang yang benci padaku agar aku tidak jadi hamil anak kamu, tadi masih ada mas !" tangis Nadia.


" Nadia tidak mungkin !" kata Abi.

__ADS_1


" Mas, aku mohon percaya padaku kali ini mas " kata Nadia.


__ADS_2