ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Minuman haram


__ADS_3

" Maaf pak, semua anak sudah pulang semua !" kata satpam membuat Abi kaget.


" Apa anda melihat anak, yang satu umurnya, delapan tahun setengah, dan yang satunya empat tahun lebih ?" tanya Abi.


" Apa anda suaminya mbak Ais ?" tanya satpam di angguki Abi.


" Mereka tadi berjalan ke arah selatan pak, dan saya dengar tadi akan cari mamah gitu !" kata satpam.


" Terima kasih pak. !" kata Abi dan segera menstater mobil ke arah selatan.


[" Bang, Zhafi dan Intan hilang, cari mamahnya "] kata Abi menghubungi Jay.


[" Baik bang. . !"] kata Abi lagi setelah mendengar intruksi dari Jay.


Dua anak kecil, berjalan menyusuri trotoar.


"Itu seperti mamah " Intan melihat sekelibatan Ais masuk toko buku, merwka mengikuti setengah berlari, tapi di cari di dalamnya tidak ada, ahirnya Zha bertanya.


" Kak, apa kakak lihat mama saya, ini fotonya ?" tanya Zha pada remaja yang kerja di toko sambil meninjukan foto Ais, dan jawabanya mengecewakan, hanya menggeleng.


Sebenarnya mereka tahu, hanya tidak percaya kalau Ais sudah punya anak, karena body nya yang masih seperti remaja.


Zha dan Intan keluar dengan gontai, lalu menyusuri trotoar lagi.


" Kemana lagi kita cari mama kak !?" kata Intan sambil menyeka keringat di keningnya.


" Ha ha ha. . ! anak kecil sudah pintar halu, ha ha ha !" tawa para karyawan tadi.


" Mungkin dia salah satu fans kak Aisyah penulis ternama " kata karyawan yang lain.


" Ha ha ha. . !" tawa semua.


" Apa yang kalian tertawakan ?" tanya Aisyah yang baru keluar dari toilet.


" Ini loh kak, ada dua anak kecil perempuan yang mengaku anak mbak Ais ha ha ha !" kata salah satu karyawan.


" Kita tidak percayalah, sudah kecil sudah pintar halu " kata yang lain.


" Ha ha ha. . !" tawa semuanya.


" Diam, dia anak ku !" bentak Ais, membuat semua diam tidak percaya seketika semuanya hening.


" Lari ke mana dia ?" tanya Ais dengan panik.


Ais lalu menyambar kontak, dan helm, dan segera menunggangi motor besarnya.


" Kak Ais, sudah punya anak ?" kata karyawanya dengan hati bertanya - tanya.


" Kita juga tidak tahu lagian kita kenal Ais baru sekitar satu bulan "

__ADS_1


" Tidak mungkin sepertinya umurnya masih seperti aku, punya anak sebesar itu !?" kata yang lain.


" Tega sekali suaminya mencampakan istri secantik kak Ais, pintar, berbakat, dan pintar cari uang lagi " kata yang lain.


" Sepertinya ada yang patah hati ini !" kata yang lain sambil melirik seorang pria, berhidung mancung di dekatnya.


" Kakak, Intan lapar !" kata Intan.


" Kakak masih punya roti, kita duduk situ, makan yok ?" ajak Zha.


" Kita harus cari kemana lagi, mama kak ?" tanya Intan.


" Ntah lah dek, kakak sudah lelah, tapi kakak malas pulang, pasti tante Lula di rumah !" kata Zha.


...****************...


" Ais pulang, anakmu merindukanmu, anakmu hilang !" kata Abi prustasi.


" Aght. . !" Abi memukul setirnya.


Seketika matanya memandang, dia anak kecil di bangku taman di pinggir jalan.


" Zha , Intan " kata Abi, lalu menghampiri kedua putrinya.


" Ayah. . !" seketika kedianya memeluk Abi.


" Kami kangen mama ayah, Ega juga sering panas, pasti karena kangen mama ayah " tangis ke duanya.


" Jangan bikin ayah panik lagi !" kata Abi.


Ais melihatnya dari jauh, dan mendengarkan percakapan mereka.


" Maafkan mama sayang, mama akan cari bukti ke jahatan Lula " gumam Ais, lalu memutar motornya berlalu pergi.


" Kita lapar ayah " rengek Intan.


" Kita makan dulu ya, lalu lanjut cari mama !" kata Abi, dan di sambut gembira oleh, Zha dan Intan.


" Hore e e. . !" teriaknya.


[" Bang, mereka sudah ketemu, sidah bersama saya "] kata Abi di sambungan telepon Jay.


" Bagai mana kak ?" tanya karyawanya setelah Ais masuk di tokonya.


" Mereka sudah bertemu ayahnya " kata Ais berlalu pergi, sesampainya di ruanganya Ais menangis membayangkan buah hatinya, merindukanya.


" Maafkan aku kak Abi, aku pernah mencurigaimu, tapi biarkan aku mencari tahu kebenaran tentang Lula " kata Ais dalam tangisanya.


" Kau suami setia, tapi kau juga harus merasakan, bagai mana mengurus anak, agar kau tidak meremehkanku lagi " gumam Ais.

__ADS_1


...****************...


[" Bi aku tahu posisi Ais istrimu "] pesan dari Reza.


[" Dimana Za ?"] tanya Abi.


[" Di area balapan !"] Balas Reza.


[" Di sirkuit ?"] balas Abi.


[" Di area balap liar "] kata Reza.


[" Sear lok "] balas Abi.


[" Ok . . !"] balas Reza singkat


Abi segera meluncur ke tempat arahan Reza, saat aampai di sana Ais sedang tertawa bersama teman se brandalanya, di base cam dengan duduk di atas motor. Walaupun Ais bersama berandalan dia selalu jaga jarak, dan masih berhijab, walau gaul masih dengan gayanya yang staylis.


Ais melihat keberadaan suaminya dan Reza dari ke jauhan, yang tidak memungkinkan untuk dia kabur, salah satu temanya ada yang masih meminum Wine, sedang Ais sudah lama tidak menjama minuman haram itu.


Seketika Ais mengambilnya dan menyeruput sedikit supaya nafasnya berbau wine, jangan sampai mabok, dan mengucek matanya sampai merah supaya seperti mabuk berat.


" Hai ada teman baru ini !" kata teman Ais menghampiri Abi dan Reza.


" Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu, aku ke sini akan menjemput istriku !" kata Abi.


Membuat semua orang saling pandang, siapa istriinya pria tersebut.


Ais yang dari belakang muncul seketika seperti orang mabuk barat dengan jalan tidak arah menuju Abi, dengan sesekali terjatuh di kumpulan temanya .


" Dia suamiku, perkenalkan dia suamiku, Abi manyu ayah dari ketiga putri yang aku lahirkan, Ups, hampir empat ya !?" kata Ais sambil berjalan seperti tidak seimbang ke arah Abi karena mabok, dan menutup mulutnya.


" Ais berhenti minum seperti ini, ini haram Ais " kata Abi merebut Wine di tangan Ais, tapi Ais segera menghindar.


" Anak - anak menunggumu di rumah, dia rindu dengan kamu. . !" bentak Abi.


" Apa kak, kau bilang apa, tentang minuman ini ?" tanya Ais menjelaskan.


" Ha ha ha. . ! dia bilang ini haram teman - teman " kata Ais sambil mengangkat Wine di gelas ke atas.


" *KAU TAHU KAK, WINE INI MAHAL, KARENA AKU SUKA YANG MAHAL, TIDAK SEPERTI TUBUHMU YANG KAU OBRAL.


*WINE INI HARAM, TAPI LEBIH HARAM TUBUHMU KARENA MENJAMAK WANITA LAIN YANG SELAIN ISTRIMU*.


WINE INI MEMABUKAN SEPERTI KATA - KATAMU YANG MEMBUATKU HANYUT.


DAN WINE INI MENENANGKAN SEPERTI AKU SAAT DENGAR RAYUANMU* " kata Ais.


kata Ais halus tapi menusuk hati. " Kau sudah janji samaku tidak akan menjama minuman haram ini Ais " kata Abi.

__ADS_1


" Ya itu dulu, saat kau setia, tapi saat ini No! no! no !"


__ADS_2