
Perdebatanya selesai karena sudah masuk rumah sakit dan Abi segera membopong Ais masuk UGD, dan menaikan ke brabkar, lalu di larikan ke ICU tapi Abi di larang masuk, baju Abi yang putih, masih bersimbah darah, sama dengan kemeja Reza.
Reza di dalam mobil sudah mengabari Jay, dan juga buk Dwi. Brught. . . ! Jay yang baru sampai meninju Abi.
" Kurang apa Ais padamu ? Otak, pikiran hanya terkuras untuk kamu, kesetiaan dan kau tahu, betapa besarnya cintanya padamu, hingga dia tidak mau kau tersakiti, apa karena Ais, datang kesini tidak bawa apa - apa sampai kamu tega bermain api di belakangnya " Omel Jay, Abi mendengarkan dalam diam.
Plak. . . !
Buk Dwi menampar putranya sambil meneteskan air mata, mungkin pipi Abi saat ini sudah tidak putih lagi, tapi sudah seperti terong ungu, di sudut bibir sudah keluar darah.
" Ibu kecewa sama kamu Abi " kata bu Dwi dengan mata memerah.
" Abi juga tidak tahu bang, Abi meminum kopi dari Lula, dan kepala Abi jadi pusing, Abi juga sempat menelpon Reza, karena seperti ada yang tidak beres, saat Abi sadar, Lula sudah berada di atas tubuh Abi, Abi mendorongnya tapi pelukan itu semakin erat, dan terdengar suara pintu di tendang ternyata Ais " cerita Abi hanya di senyumi sinis oleh semua.
Dokter keluar dari ruang ICU Ais, semua keluarganya mengerubungi.
" Bagai mana keadaan istri saya dok ?" tanya Abi dengan panik.
" Kami hana bisa menyelamatkan ibunya, dan untuk bayi di dalam kandunganya,tidak bisa di selamatkan karena benturan terlalu kuat " jelas Dokter.
" Apakah sudah boleh di temui dok ?" tanya bu Dwi.
Dokter mengangguk.
" Mungkin nanti satu jam ke depan, aku akan memeriksanya takutnya masih ada luka di dalam rahimnya " kata dokter.
" Dan ini janinya " Sambil menyerahkan segumpal darah, yang di balut kain putih pada Abi, karena umur kandungan Ais masih sembilan mingggu, tangis Abi pecah.
" Sayang, kenapa kau ahirnya pergi, ayah selalu beeusaha menjagamu supaya lahir ke dunia dengan kakak - kakakmu !" tangis Abi di buntelan kain putih.
__ADS_1
" Sabar bro, mungkin ini sudah garis yang kuasa, yang penting istrimu selamat, dan semoga segera dapat gantinya " kata Reza menenangkan Abi.
Abi pulang di antar Reza, memakamkan darah dagingnya yang belum berbentuk itu, dan berangkat lagi ke rumah sakit. Ais sudah siuman, tapi di dapatinya sudah tidak ada Abi, air matanya menetes mengingat penghianatan Abi, sampai harus ke hilangan janinya, tapi Jay segera memeluk adiknya, Mira hanya merasa nyeri di hati sebagai sesama wanita, Ais yang sudah seperti adiknya sendiri tersakiti.
" Bang !" kata Ais.
Buk Dwi juga meneteskan air mata
" Abang tahu apa yang kamu rasakan, tapi abang yakin kalau adik abang kuat " kata Jay, masih memeluk adiknya.
" Makan dulu ndok " kata buk Dwi setelah Jay melepas pelukanya. Nurma yang baru datang juga ikut menjenguk Aisyah. Ais memakan satu sendok saja seperti tidak tertelan
" Mungkin kak Abi masih mengulang yang tadi siang karena terganggu oleh ku " Kata Ais dalam lamunanya, membayangkan kalau Abi masih bergumul dengan Lula.
" Jangan kau pikirkan yang macam - macam, serang fokus pada kesehatanmu dulu " kata Mira.
Abi di hadang Arman saat akan masuk mobil, dan Arman seketika mencekiknya, membuat Abi susah bernafas.
Abi merasakan kalau sudah tidak ada yang peduli denganya, walaupun Ais mantan preman tapi hatinya tulus, pada keluarganya. Abi diam dan masuk mobil karena takut kalau dia cekcok tiga malaikat kecilnya akan terganggu.
Abi masuk dengan membawa malaikat kecilnya, Ais menyambutnya dengan senyum. Abi mencium keningnya, tapi belum sampai, Ais sudah mendorong bibirnya, dengan alasan gatal, supaya tidak terlihat oleh buah hatinya. Abi tahu penolakan Ais dan apa yang di rasakan Ais, yang menyeka sudut matanya. Abi menyuruh bu Dwi untuk membawa anaknya keluar.
" Talak Ais kak, talak Ais sekarang jiga ! " Kata yang keluar dari bibir Ais.
" Tidak akan, sampai kapanpun tidak akan pernah, aku mengucap talak untukmu ! " jawab Abi tegas.
" Kau sudah mengingkari janji, dan menghilangkan kepercayaanku " Kata Ais. " Aku tidak mengingkari janji " kata Abi.
" Ya tapi telah membuktikan kalau kau bosan dengan Ais " kata Ais.
__ADS_1
" Apa kau tidak memikirkan anak kita jika bercerai ?" tanya Abi.
" Apa kau memikirkan anak kita saat kau tidur dengan g u n d i k mu ?" Ais balas bertanya.
" Aku yakin aku hanya di jebak oleh Lula, karena setelah aku minum kopi, kepalaku pusing, dan saat aku terbangun, Lula sudah ada di atasku " kata Abi.
" Ya jebakan nikmat " Kata Ais.
" Kau percaya padaku dek " teriak Abi mendekati Ais, tapi mata Ais tertuju pada leher Abi yang di cekik Arman tadi meninggalkan jejak merah.
" Apa. . ?" aku harus percaya padamu, sedang kau pulang, habis bercinta dengan g u n d i k m u !" teriak Ais histeris. " Kamu ngomong apa Ais ?" tanya Abi.
Ais tersenyum menyeringai. Abi akan memeluk Ais menenangkan, tapi Ais mendorongnya.
" Pergi kak, jangan pernah kau dekati Ais jangan kau sentuh aku, aku jijik sama kamu pergi !" teriak Ais seperti orang kesurupan membuat Arman dan Jay yang ada,di luar masuk.
" Ais tidak percaya padamu lagi tinggalkan aku dan ceraikan Ais, Ais tidak sudi hidup dengan lelaki penghianat !" Ais masih teriak histeris, walau sudah di tenangkan Jay dan Mira.
" Ais benci kamu. Ais benci kamu kak Abi. !" teriak Ais, Abi masih menahan dadanya yang di pukuli Ais, tim medis datang dan menyuntikan obat penenang pada Ais, dan mulai hilang ke sadaranya.
Abi menangis sambil menciumi wajah Ais, yang menutup mata.
" Aku harus bagaimana dek, agar kau percaya padaku, aku tidak mau kau tinggalkan, aku sangat mencintaimu ?" kata Abi sambil meneteskan air mata.
" Kau yang sabar Bi, kalau kau tidak salah, buktikan, kalau cuma omongan banyak yang tidak percaya !" kata Jay.
" Ya mas, akan saya buktikan " Kata Abi. Tidak lama kemudian, pak Rt datang dengan marah - marah, karena seharusnya malam ini sidang, tentang ke jadian tadi siang yang di laporkan Lula, sebagai korban p e m e r k o s a an Abi.
" Apa kau tidak tau, aku sebagai kades, dan Abi sebagai suami Ais, masih menunggu Ais, yang stres karena perbuatan wanita J a lang itu " kata Jay.
__ADS_1
Arman yang sebagai teman dekat Jay, berusaha menenangkan Jay.