
" Ow jadi Boni itu " tunjuk Ahmad Abi dan Aisyah bersamaan menunjuk mini bus, yang ber gambar BERANI DENGAN KITA KAU HEBAT dan banyak gambar buku.
" Emang siapa, di kita selingkuhan Ais !" kata Ais.
" Boni juga sering, ke depan pesantren gus, kita buat sewa buku dua ribu untuk dua hari !" kata Ais.
" Oh ya kak sebentar lagi ada pameran hasil karya di hotel, punya anak tadi tolong di bantu ya siapa tahu masuh go internasional, karena dia anak dari salah satu pemegang perusahaan besar di kota ini " kata Ais.
" Kau kenal kak daddynya dia ?" tanya Ais pada Abi tapi Abi menggeleng
" Tapi dia kenal kak Abi, dulu katanya, saat lihat kak Abi teringat putranya !" kata Ais
" Apa dia pria tampan yang bawa bayi, yang di tolong bapak,? apa bayi itu dia?, ku kira selingkuhan ibu, dan dia pergi tanpa pamit " kata Abi mengingat masa masih kecil.
Abi masih mengingatnya.
Zha masuk dengan gaya Ais.
beginilah hidup kami
yang tak suka berpura-pura
beginilah hidup kami
kami slalu apa adanya...".
Lagu Duduk Sama Rata Berdiri Tanpa Raja dari Mara FM bisa Langsung kamu unduh dan Berlangganan melalui media digital seperti Spotify, Amazon Music, iTunes dan media pembelian online musik lainnya, Karena kami tidak membagikan tautan Unduhan dari lagu Duduk Sama Rata Berdiri Tanpa Raja. Blog Nesialyrics hanya menulis Lirik Lagu saja.
Semua materi yang terkandung di Blog ini termasuk lirik lagu hanya untuk tujuan promosi saja. Selengkapnya Lirik Lagu Duduk Sama Rata Berdiri Tanpa Raja
Zha pulang sekolah dengan gitarnya sambil bernyanyi.
" Kau mengamen nak ?" tanya Ais.
" Demi ibunya Elsa ma !" kata Zha sambil menyerakan uang recehan pada Ais.
Setelah, mencium tangan yang ada di sana, Zha duduk.
" Ibunya Elsa sudah di tangani " jelas Ais
" Zha sika saja lagunya, karena dia seperti mama, yang todak membedakan satu sama lain, lain agama, dan beberapa kelainan pada kehodupan manusia, Itu lagu jaman mama muda sekarang masih ada juga " kata Zha.
...****************...
Dreeeeettt
Dreeeeeeet.
Ponsel Ais berbunyi.
__ADS_1
(" Nak pulanglah, bapakmu sakit, kau yang di panggil terus !") kata buk Naya.
(" Bukan Ais yang di butuhkan tapi uangnya, nanti aku bilang kak Abi, biar di tf, kalau tidak jual saja tanahnya, Ais tidak butuh, allah sudah menggantinya yang lebih " )kata Ais.
(" Kau keterlaluan Ais, bapakmu koma !" )bentak bu Naya di sambungan telepon.
(" Di mana, saat Ais sekarat ?" )tanya Ais.
(" Di hati nuranimu Ais, aku menyesal melahirkanmu !") bentak bu Naya lagi.
(" Jika Ais memilih, Ais tidak ingin di lahirkan dan hidup dengan kalian yang memperlakukan aku seperti binatang ") jawab Ais.
Tut.
Ais tidak mau banyak bicara, karena dia masih berada di pelukan Abi, yang terbiasa tidur tanpa busana, walau beranak lima.
" Siapa dek, tengah malam telepon ?" tanya Abi.
" Biasa ibu, bapak sakit mintak tf, kak Abi izinin tidak ?" tanya Ais.
Abi mengangguk.
" Besok pagi saja Ais mengantuk " kata Ais Abi mengangguk lagi.
Sedang di rumag sakit.
" Ais sungguh keterlaluan Jay !" kata bu Naya pada putra sulungnya.
" Ais tidak salah buk, dia tidak pernah minta ibu melahirkanya, dia di besarkan oleh alam, makanpun hanya sebagian kecil ibu beri walaupun tidur di rumah ibu, dia sekolah dengan ke mauan sendiri, dan cari biaya sendiri !" kata Jay.
" Jangan salah kan Ais, sifat Ais seperti bapak, dia keras, sedang Norma seperti ibu, yang bisa memutar kata !" kata Jay.
" Anak durhaka kamu Jay, kalau gitu jual saja tanahnya Ais, tidak perlu ganti rugi, biar tahu rasa !" kata bu Naya.
" Ja jangan, it itu pu punya Ais !" kata pak Idris yang sudah lemah.
" Ais maafkan bapak nak !" tangis pak Idris bercucuran ais mata.
" Hub hubungi A A Abi Jay !" kata pak Idris.
" Benar kata bapak, kelemahan Ais hanya Abi.
Jay menghubungi tapi tidak di angkat, karena Abi dan Ais masih di kamar mandi sedang mandi.
Saat akan sholat subuh.
(" Ada apa bang ?" )tanya Abi.
(" Tolong Abi bujuk Ais, bapak beberan sakit, dan hanya Ais yanga bapak sebut !" ) kata Jay.
__ADS_1
(" Ya bang, tapi Abi tidak bisa janji !" ) kata Abi.
Lalu Jay buat rencana, Abi mendengarkan dengan cara seksama.
" Hari ini jalan - jalan ya dek !?" kata Abi.
" Ke mana kak !?" tanya Ais.
" Kejutan dong !" kata Abi.
Ais memeluk pinggang suaminya dari belakang, karena hanya bisa sambil duduk.
" Kau makmumku, kak Abi tidak mau, kau lebih lama menyimpan dendam " gumam Abi.
" Semua anak di ajak kak ?" tanya Ais. Abi mengangguk.
Setelah keperluan selesai, Abi dan Ais pamit, di ikuti abak - anaknya dan dua bavy sisternya.
Abi menggendong Ais, mendudukan di dalam mobil, sedang bu Dwi memasukan kursi roda Ais ke jok belakang.
Mobil keluarga, yang sedikit besar itu, sangat nyaman
" Seperti mau berenang saja kak bawa baju ganti, atau menginap di hotel ?" kata Ais.
Abi tidak menjawab, malah menarik kepala Ais lalu menciumnya.
Sesampainya di depan pintu rumah sakit. Ais memandang Abi penuh tanda tanya.
" Pergilah ke bapak, jangan sampai adek menyesal, bapak kritis " kata Abi.
" Tapi !" kata Ais.
" Kak Abi yakin dalam hatimu tidak ada dendam, kau hanya ingin di sayang, tapi rasa gengsimu juga besar !" kata Abi.
Semua anak turun, dan Abi menurunkan Ais ke kursi roda.
" Ais haus kak !" kata Ais.
" Biar kak Abi cari minum ya ?" kata Abi.
Mereka memasuki koridor rumah sakit dengan pelan.
" Bapak sabar ya, Ais pasti datang " kata Jay, menggenggam erat tangan pak Idris.
" Ais maafkan bapak nak, Ais, Ais !" kata itu yang terus keluar dari mulut pak Idris dengan mata terpejam.
" Assalamualaikum !" salam dari anak - anak Ais.
" Bapak, ini Ais, bapak !" panggil Ais.
__ADS_1
" A ais kau Ais nak " kata pak Idris, bobornya mulai memventuk bulan sabit.