
" Jika suatu pasangan berpegang teguh pada pendirian, maka orang yang akan merobohkan kita, akan roboh dengan sendirinya " kata bijak Ais.
" Sok bijak, kau dan mas Abi, tidak selevel, kau urakan dan mas Abi tekun agama !?" kata Lula.
" Pasangan tidak harus sekevel, atau satu jurusan, pasangan adalah masalah hati, bagai mana cara memahami satu sama lain dan saling melengkapi , belum tentu satu jurusan, jaminan ia akan langgeng, kalau aku tidak selevel, kamu jiga ia " kata Ais menohok, membuat dada Lula panas, persaingan semakin seru.
Ais melenggang masuk kamar " Aku akan membuatmu hancur Ais " gumam Lula sambil mengepalkan tanganya.
Di malamnya Ais yang merasa lelah tertidur sebelum sholat isya. Abi memandangi Ais dengan penuh cinta.
" Kau istriku paling cantik, tidak ada niatanku untuk menghianatimu sayang, dan kenapa allah, mencobamu begitu berat, sayang " kata Abi sambil mengelus perut Ais yang masih datar dan mencium kening dan perut Ais, dan tidur sambil meneluk Ais.
...****************...
" Mau ke mana sayang ?" tanya Abi pada Ais yang sudah rapih di pagi hari. " Aku mau tempat bang Jay" kata Ais cuek.
" Kak Abi antar " Kata Abi menawarkan. " Tidak usah " kata Ais.
" Jangan pernah marah pada kak Abi, kak Abi paling takut kau diamkan Ais. " kata Abi sambil memeluk Ais dari belakang.
Zhafi uang sudah mandiri, dan Intan dan Ega yang sudah di urus baby sister.
Sesampainya di tempat Jay bersama putri bungsu dan baby sisternya, Ais langsung cari Jay.
" Abangmu sudah berangkat Dinas " Kata Mira.
" Ais mau ada perlu dengan bang Jay !" kata Ais. " Perlu apa nanti biar mbak sampaikan !" kata Mira.
" Ais hanya ingin, seruh aset, di ganti nama Ais, atau anak - anak Ais " kata Ais.
" Kenapa kamu apa ada masalah ?" tanya Mira.
" Oh ya sore nanti Nurma sampai sini " lanjut Mira.
" Itulah mbak " Ais menceritakan semuanya, membuat Mira geleng kepala.
" Mbak tidak habis pikir, dengan jalan pikiran Nurma, nanti mbak bantu " kata Mira, Ais mengangguk.
__ADS_1
" Kalau gitu Ais pulang dulu mbak " pamit Ais setelah setengah hari main di tempat kakaknya bersama si bungsu tapi si bungsu tidak mau pulang.
" Ya sudah, nanti biar di susul kak Abi " kataAis.
Sedang di rumah, Abi membawa Lula ke rumah, untuk mengambil stok daging.
Tapi akal picik Lula untuk menhancurkan Abi semakin besar.
" Ngopi dulu mas, sudah aku bikinin " kata Lula.
" Tidak ada waktu, pelanggan sudah menunggu " kata Abi.
" Aku tahu, tapi di sana stok masih banyak " kata Lula.
" Katamu, stok di sana tinggal Sedikit, kamu gi mana sih Lula " kata Abi dongkol merasa di bohongi.
" Mbok, ! mbok ! kemana sih mbok Darmi, mana Ais belum pulang lagi " gerutu Abi.
" Minum dulu mas, ngubajir sudah aku bikinin " kata Lula dengan senyum cantiknya. Abi menyeruputnya sedikit, dan mengajak Lula berangkat lagi, dengan menenteng dua pelastik besar, belum sempat sampai pintu Abi merasakan pusing, ternyata dalam minumanya, di beri obat bius oleh Lula, Abi meraih ponselnya dan menghubungi Reza.
Lula memapah Abi masuk ke dalam kamar, walaupun berat karena tubuh Abi yang atletis tapi Lula tidak menyerah, Lalu melepas pakaian Abi satu persatu, hingga menyisakan boxer, dan ganti pakaianya.
Ais datang, dan melihat mobil Abi di rumah, dan ada kresek di depan pintu, begitu kagetnya saat melihat ada sepatu Lula di lantai dasar.
Ais langsung ke kamarnya.
" Lepas Lula kau keterlaluan !" teriak Abi yang sadar di peluk Lula berusaha melepaskan, dengan satu selimut denganya.
Brak. . !
Ais menendang pintu kamarnya, di susul oleh Reza, lalu seketika Lula menangis seperti dia korban.
" B a j i n g a n. . ! K e p a r a t. . ! Menjijikan !" umpat Ais melihat suaminya satu selimut dengan mantan pacarnya.
" Dek dengarkan aku " kata Abi berdiri menghampiri Ais yang hanya pakai boxer.
" Kau tega mas, kau tidak mau mengakuinya " kata Lula di sudut ranjang hanga mengenakan pakaian dalam, dan tertutup selimut.
__ADS_1
Ais tidak menghiraukan Abi, dan langsung loncat di dekat Lula, dan menjambak rambutnya.
" Au sakit Ais. . Salahkan suamimu bukan aku !" teriak Lula.
Abi melerai.
" Yah kalau g u n d i k nya pasti lebih berat dari pada istri " kata Ais menahan kesal dan air mata. Bught. .
" Aku sungguh kecewa padamu Abi " kata Reza dengan mata memerah menghantam satu tonjokan pada Abi.
Lula mengambil kesempatan, kalau Ais dalam keadaan sadar menyerangnya, sudah di pastikan Lula kalah, Lula menarik jilbab Ais dan mendorongnya.
Bught. ! Tubuh Ais limbung hilang ke seimbangan, dan perutnya terbentur meja rias di kamarnua.
" Auuu. . " Ais berusaha kuat dan berdiri, tapi rasa nyeri dalam perutnya semakin menjadi, dan darah segar mengalir di sela pahanya seketika Abi panik dan mencekik Lula.
" Kau membunuh darah dagingku !" teriak Abi.
" Ini bukan saatnya berdebat, nyawa Ais lebih penting " kata Reza, langsung membopong tubuh Ais.
Abi melepaskan cekikanya, dan memakai baju segera menyusul Ais dan Reza di mobil." Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiranmu Bi " kata Reza setelah Abi memangku tubuh Ais yang sudah sidah tidak sadar menahan sakit. " Ini bukan saatnya debat keselamatan istriku terpenting !" teriak Abi.
" Kau baru mikir keselamatan Ais, di mana otak kamu, saat melakukan hal menjijikan dengan Lula " bentak Reza.
" Za, aku mintak tolong padamu, tolong cari kebenaran, jika aku sengaja, aku tidak akan menghubungimu, karena tadi aku merasakan ada hal yang tidak beres " Kata Abi.
Reza geleng kepala, sedikit aneh memang
Perdebatanya selesai karena sudah masuk rumah sakit dan Abi segera membopong Ais masuk UGD, dan menaikan ke brabkar, lalu di larikan ke ICU tapi Abi di larang masuk, baju Abi yang putih, masih bersimbah darah, sama dengan kemeja Reza.
Reza di dalam mobil sudah mengabari Jay, dan juga buk Dwi. Brught. . . ! Jay yang baru sampai meninju Abi.
" Kurang apa Ais padamu ? Otak, pikiran hanya terkuras untuk kamu, kesetiaan dan kau tahu, betapa besarnya cintanya padamu, hingga dia tidak mau kau tersakiti, apa karena Ais, datang kesini tidak bawa apa - apa sampai kamu tega bermain api di belakangnya " Omel Jay, Abi mendengarkan dalam diam.
Plak. . . !
Buk Dwi menampar putranya sambil meneteskan air mata, mungkin pipi Abi saat ini sudah tidak putih lagi, tapi sudah seperti terong ungu, di sudut bibir sudah keluar darah.
__ADS_1