ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
pecandu Wine


__ADS_3

Sedangkan Abi sudah tidak punya semangat hidup lagi, sidang sudah dua kali tapi, tidak membuahkan hasil, malah Lula selalu menuntut mintak di nikahi, tapi Abi tetap menepisnya, malah sekarang Lula lebih sering ke rumah Abi, berusaha menjadi Ais. karena ingin menggeser posisi Ais.


" Kenapa cucu nenek pulang cemberut ?" tanya buk Dwi, pada putri sulung Abi, pulang sekolah dengan wajah di tekuk yang do iringi dengan Intan dan Abi di belakangnya lalu menyodorkan amplop putih pada neneknya. Buk Dwi tersenyum


" Seharusnya Zhafi bahagia, dapat surat undangan untuk latihan, menyambut O2SN tahun ini, tingkat provinsi !" kata bu Dwi.


" Mungkin kalau mamah ada, Zha bakalan bahagia, bakalan sorak karena ada yang membimbing Zha " kata Zha.


" Tapi ini kan masih enam bulan lagi sayang, pasti mamah sudah pulang " hibur buk Dwi.


Lalu Zha berjalan di dekat meja makan dan meneguk air putih, sedang Intan langsung masuk kamar.


" Ini semua gara - gara kamu !?" sambil menunjuk Lula, yang duduk santai, Abi yang baru duduk melihat anaknya bersikap todak sopan lalu di bentaknya.


" Zha. . !" bentak Abi, membuat Zha menatap tajam ke Abi.


" Mas anakmu kasar padaku " kata Lula langsung bergelayut do tangan Abi.


" Heh, kalian tidak ada bedanya " kata Zha mencebik bibirnya sambil menunjuk ayah dan Lula, lalu lari ke kamar.


" Zha siapa yang mengajarimu ?" teriak Abi pada Zha yang masih menapaki tangga naik ke lantai atas menuju kamarnya seketika berhenti.


" Aku anak Ais, jadi aku pintar, tidak seperti otak tante lula yang buntu, karena uang " Teriak Zha.


Abi akan mengejar tapi tanganya di tahan buk Dwi.


" Jangan kau kejar, kalau sampai Ais tahu kau kasar dengan anakmu sendiri, kau akan tahu akibatnya Abi, dan benar yang di katakan anakmu, otak bisa buntu karena uang, seperti Lula," kata bu Dwi melirik sinis pada wanita yang ada di samping putranya.

__ADS_1


" Tapi aku calon mantumu buk !" kata Lula menjelaskan.


" Cuih, kalau Abi mau menikahimu, silakan keluar dari sini, dan ceraikan Ais, karena ini semua bukan milik Abi, tapi milik Ais dan anak - anaknya, karena tanah ini milik ibu, dan resto itu hasil dari otak Ais sampai kapanpun tidak ada yang menggantikan posisi Ais sedang kau bukanya menenangkan anaknya, tapi malah memprovokasi Abi untuk membully Zha putrinya sendiri, darah dagingnya sendiri, sungguh memalukan " ceramah buk Dwi.


" Sampai kapanpun, aku tidak akan ceraikan Ais, aku tidak mau anaku jadi korban broken home ! " kata Abi.


" Lebih baik dia jadi broken home, dari pada mentalnya terganggu, karena punya ibu seperti dia !" tunjuk buk Dwi di wajah Lula.


Lalu buk Dwi pergi dengan rasa kecewa pada putranya.


Malamnya Ega si putri bungsu,,panas membuat, baby sisternya panik. " Pak Abi, Ega panas, dn nafas Intan kambuh " Kata baby sisternya sambil menggedor pintu kamar Abi, Abi langsung terbangun dan menuju kamar anaknya.


" Adek, kamu tadi di sekolahan makan apa ?" tanya Zha dengan panik pada adiknya. Tapi Intan, napasnya sudah ngap - ngapan, Intan memiliki Asma seperti Seperti Abi.


Tapi Abi tidak pernah menyadarinya, semua masalah anak terbiasa Aisyah yang menanganinya dan mengurusnya, tanpa ada campur tangan dari dia.


Abi segera mengangkat Intan, dan membawanya ke rumah sakit, sepulangnya dari rumah sakit sudah jam dua dini hari Abi tertidur, sampai terlewat sholat subuh.


" Dek, pulang dek, anak kita butuh kamu !" kata Abi, meringkuk di pinggir ranjang, karena melihat cerahnya mata hari pagi.


Abi memikirkan Ais, yang selalu membangunkanya setiap sholat subuh.


" Kau bangun ke siangan Bi ?" tanya buk Dwi pada putranya yang jalan menuju meja makan memandang Arman dan buk Dwi, Abi mengangguk.


" Itilah yang di rasakan Ais, selama jadi istrimu, anaknya sakot, dia langsung bawa ke rumah sakit, entah itu tengah malam atau apa, tanpa mengenal waktu, sedang kau kalau malam tidak pernah peduli, suruh nunggu besok pagi !" kata bu Dwi.


" Abi lelah buk, biarkan Abi sarapan dulu !" kata Abi.

__ADS_1


" Apa Ais pernah mengeluh, seperti kamu saat mengurus anakmu sebentar sudah mengeluh, hingga dia masih bisa bangun pagi, membuatkan sarapan intuk kamu dan anak - anak. apa kau tahu sakit Intan ?" tanya buk Dwi.


" Kata dokter alergi makanan !" kata Abi.


" Ya, karena anakmu, mengalami gangguan pada paru - parunya keturunan dari kamu, kenapa dia bisa kambuh, karena kau tidak peduli denganya, kalau Ais, setiap minggu, selalu kontrol " kata buk Dwi, membuat mata Abi membulat sempurna.


" Kenapa Ais tidak pernah cerita buk !?" tanya Abi. " Karena kau tidak pernah tanya keadaan putri - putrimu, dan dia tidak mau kau salahkan, todak pecus merawat anak !" jawab buk Dwi.


Abi langsung lari menuju kamar, dan membuka semua laci, dan terlihat ada amplop coklat, yang catatanya dengan logo bakti husada, dan nama rumah sakitnya, Abi membuka dengan tangan gemetar, dan di bacanya, lalu kakinya terduduk lemas.


" Kenapa kau tidak pernah cerita Ais, kau tangging sendiri keluh kesah putri - putri kita " kata Abi, dengan tetesan air mata.


" Dan Intan harus menjalani terapi, agar tidak sampai dewasa di paru - parunya, aku janjo, kalau kau pulang, aku akan memperbaiki semuanya, akan lebih peduli denganmu dan keluarga dek " tangis Abi.


Abi sekarang lebih sering menyendiri tanpa terawat, rambut saat ini yang sedikit gondrong.


" Ais harus kemana lagi aku mencarimu ?" kata Abi frustasi, mengacak rambutnya di dalam mobil karena sudah berulang kali mencari Ais, tapi tidak ada tanda - tandanya, bagaikan hilang di telan bumi. **


" Aku yakin Jay, Abi tidak melakukanya !" kata Arman pada Jay.


" Tapi mana buktinya, kalau dia kelamaan, bisa - bisa Ais masuk ke jalanan " kata Jay.


" Maksudnya ?" tanya Arman.


" Kau tahu, Ais bisa hidup di mana saja, dia bisa di jalanan, di club jiga bosa, dia bisa kembali ke wine Arman " kata Jay membuat mata Arman membulat sempurna.


" Apa Ais salah satu pecandi wine ?" tanya Arman dan di angguki Jay.

__ADS_1


__ADS_2