ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Dunia anta branta


__ADS_3

" Maafkan kakak adek, maafkan kakak !" kata Zha. sedang Ais dan Abi semakin tergugu.


" Tidak semua pria jahat nak, kenyataanya, om Farhan, dia tetap setia pada tante, walay tante orang bodoh !" kata Ayu menenangkan Zha.


Ais semakin teriris saat Abi mendekati Zha tapi di tolaknya.


Anak yang paling ceria, kini lebih sering melamun, karena ayahnya.


" Kak, kita ke phisikiater ya, jadi tidak usah sekolah !" pinta Ais pada Zha.


" Kakak tidak gila ma ?" kata Zha.


" Siapa yang bilang kakak gila, mama hanya ingin yang terbaik buat kakak, mama bukan wanita lemah sayang, mama lemah, karena anak mama tidak ada senyum lagi ?" kata Ais.


" Mama !" Zha memeluk Ais menangis sesenggukan.


" Zha tidak sekolah nak ?" tanya bu Dwi.


" Ais akan ajak Zha ke rumah sakit buk ?" kata Ais.


" Kenapa dek, ? apa kakak sakit ?" tanya Abi.


Ais menggeleng.


" Zha akan adek bawa ke phisikiater " kata Ais.


" Ya sudah ayah anter ya ?" tanya Abi. Pandangan Zha langsung nyalang ke arah Abi.


" Tidak usah kak, biar nanti Ais sama Ira, karena dia punya kenalan !" kata Ais, memberi kode Abi.


" Oh ya sudah hati - hati,! ayah percaya pada mama, masalah anak !" kata Abi.


Di saat semua sudah pergi, Abi menangis di atas sajadah setelah sholat dhuha memohon ampunan.


" Abi, ibu tahu apa yang kau rasakan ?" tegur bu Dwi.


" Maafkan Abi bu, Abi ceroboh, Abi takut kehilangan Ais, ibu yang baik buat anak - anak Abi, tapi Abi malah menghancurkan phikis anak Abi sendiri " kata Abi dengan berderai air mata.


" Yang sabar, mungkin ini cobaan !" kata Abi.


" Tapi Abi juga mendzolimi Nadia bu, yang menjadi istri Abi, dan mengandung anak Abi " kata Abi.


" Apa bawa Nadia ke sini ya buk, agar melakukan pendekatan dengan anak - anak, agar mereka bisa menerima anak Nadia, beseeta Naduanya, di terima oleh anak - anak Abi dari Ais ?" kata Abi.

__ADS_1


" Jangan berbuat hal bodoh, jangan sampai Ais sakit hati nak ?" kata bu Dwi lalu pergi.


Abi masih merenung, bagai mana jalan yang akan ia pilih.


Abi pulang ke pesantren untuk menemui Nadia istri mudanya. untuk tiga hari ke depan, karena di suruh Ais.


" Mas ! liburan ini Nad ingin mendekatkan diri pad keluarga kita,terutama mbak Ais mas !" kata Nadia.


" Kau jangan cari masalah Nad, belum tentu Ais akan menerimamu, karena kau telah merusak fikis anak ku !" kata Abi.


" Nad, tidak bermaksud mas !" kata Nadia.


" Tapi dengan cara bicaramu saja kau seperti mengintimidasi anak ku " kata Abi lalu pergi.


Di seper ti ga malam Abi menghadap sang kholik di mushola mini milik keluarga abah Ridho.


" Ya allah ampunilah hambamu, yang dzolim ini, lingdungilan isteiku Aisyah al fakih, dab anak kita, dekatkanlah hambamu, dengan pendamping surgaku, Ya allah jagalah hatinya, agar tidak meninggalkan hamba, hamba sangat mencintainya, hamba, sangat merindukanya "


" Permudahkanlah urusan hamba, "


Abi terus berdo'a dengan bercucur air mata, hanya nama Ais dan anaknya yang ia sebut.


" Abi !" panggil abah Ridho yang mendengar doa Abi, dan melihat Abi bercucuran air mata.


" Tapi abah minta kau bersabar ya, sampai Nadia melahirkan, ceraikan dia, dan abah titip anak itu, abah yakin kalau istrimu bisa mendidiknya! abah sudah dengar cerita, dari Aisyah dan Ahmad siapa sebenarnya istrimu, " kata abah.


" Tapi sebelum kau ceraikan, berikanlah perhatianmu padanya, agar tidak terjadi sesuatu padanya, dan anaknya " kata abah


" Sekarang tenangkan pikiranmu, jangan kau buat, istri tercintamu gelisah, kalau kau depresi lagi " abah Ridho memeluk Abi.


" Abah jadi malu pada keluargamu, istrimu yang hanya lulusan SMA mampu memeluk dan melindungi keluarganya, sedang anak abah yang lulusan Kairo, menghancurkan keluarga mu " kata abah.


" Mungkin ini salah satu ujian keluargaku bah " kata Abi.


(" Adek sayang, kak Abi rindu !") kata Abi vidio call.


(" Kak Abi di sini gabut kalau di rumah, di dekat adek, pasti adek yang kak Abi garap, adek yang selalu bikin kak Abi ******, tapi di sini hanya nyamuk yang peduli pada kak Abi !") kata Abi.


(" Kan ada Nadia kak, istri muda !") kata Ais.


(" Tidak nafsu " ) kata Abi.


" Ku kira mas di mana ? ternyata mas di sini !" kata Nadia, dengan nada marah melihat Abi vidio call dengan Ais.

__ADS_1


Prang


ponsel Abi di banting oleh Nadia. Abi menunduk memunguti puing ponselnya.


" Astagfirullah " kata Abi.


" Mas jaga perasaanku, aku yang di sini bukan mbak Ais, jadi aku mohon, jangan bermesraan dengan mbak Ais di depanku " kata Nadia.


Abi hanya diam mendengarkan Nadia mengomel, setelah diam, Abi berlalu ke kamar mandi. adzan subuh berkumandang Abi mengambil wudlu lalu pergi ke mushola pondok.


" mas hari ini antar Nadia ke mall ya ?' kata Nadia,sambil menaruh nasi dan telur dadar ke piring Abi. Abi mengangguk.


Abi menyisih kan telurnya, dan hanya makan nasi putih, dengan menunduk, dan meneteskan air mata.


" Nak Abi, kenapa telurnya tidak di makan ?" tanya abah, dan kebetulan Seno ada di sana.


" Aku tahu kau merindukan Ais kan, phikismu, belum normal Abi, pulanglah, jangan kau paksakan dirimu, di negri anta branta penuh dengan dongeng ini " kata Seno.


" Aghhhhtttt !" teriak Abi sambil memegang kepalanya, semua orang panik.


" Dek, mana obat kak Abi, kepala kak Abi sakit dek !" teriak Abi memanggil Ais.


Seno menyuntikan obat penenang, suasana yang tadinya panik, sudah mulai reda.


" Jangan kau beri dia telur lagi dalam bentuk apapun !" kata Seno.


" Kenapa mas ?" tanya Nadia pada kakak iparnya.


" Hanya telur buatan Ais yang bisa ia makan, karena telur itu sangat berharga baginya, di masa dia masih susah hidup bersama Ais " jelas Seno.


...****************...


Sedang di tempat lain.


" Kalau bukan kita siapa lagi Rit, Ris yang menjaga mbak mu ?" kata bu Dwi pada ke dua putrinya yang baru datang tadi malam bersama suaminya masing - .masing.


" Lalu kita harus bagai mana ?" tanya Rita.


" Buat mbak mu nyaman, jika sampai mbakmu pergi, masa depan mas Abi mu hancur !"


" Phikisnya dia terganggu !" jelas bu Dwi.


" Habosin uangnya kak Abi yok ?" ajak Ais pada ke dua adik iparnya.

__ADS_1


bu Dwi dan ke dua iparnya melongo ke arah Ais, takut tadi dia dengar obrolanya.


__ADS_2