
Panasnya Lula.
*******
" Siapa nama bayinya mas ? " tanya Rian pada Abi.
" Zhafira, di panggil Zha " jawab Abi.
" Nama yang cantik, secantik anaknya " kata Rian.
Namun belum selesai acara Rian dapat telepon dari istri sahnya, dan segera pamit pulang, Lula yang tau hal itu segera mengikutinya dari belakang, dan melayangkan sedikit protes, secara Rian tidak banyak waktu untuknya. Lebih memilih istri sahnya padahal Lula sedang mengandung anaknya. Rian tidak perduli di maki - maki oleh Lula, karena dalam keadaan darurat dia akan segera pulang, untung saja tetangga tidak mendengar makian Lula pada Rian. Rian langsung masuk mobil dan tancap gas, dan membiarkan Lula yang berdiri mematung
Tidak terasa rumah tangga Abi dan Ais sudah berjalan delapan tahun, di karuniai 3 Putri cantik - cantik, dan mereka telah sukses dengan perkembangan usahanya, membuat Lula semakin panas, apa lagi dia kini telah menjanda lagi, karena Rian lebih memilih istri sahnya, walaupun begitu Rian masih sering bermain tempat Abi sebagai teman.
Kini cafenya sudah mempunyai tiga cabang, Cafe yang pertama bernuansa instalgremers, untuk kalangan anak muda karena posisinya dekat dengan fasilitas pendidikan, seperti kampus, sekolah SMA dan banyak yang dari kalangan keluarga Elit. dengan menu bermacam - macam olahan daging sapi, yang kedua bernuansa cafe out door di desain oleh Ais di bikin taman yang indah, dan ada sedikit kolam ikan, yang menambah keromantisan dari kalangan muda - mudi yang di mabuk asmara , dengan menu juga sama, yang ketiga cafe bernuansa water park, dengan menu agak beda dikit, di sini juga menyiapkan menu mi, dan juga nasi goreng, karena banyak yang berkunjung di sini membawa anak kecil untuk liburan. Semua itu ide dari Ais.
Sedangkan warung kecil yang dulu masih tetap buka, tidak boleh di tutup walau punya yang baru. itu prinsip Abi. Jadi sekarang tidak cuma di cafe yang karyawanya banyak, di rumahpun sama halnya kalau cuman Ais dan mbok darmi kualahan, apalagi sekarang Ais harus mengurus ketiga putrinya, jadi di larang Abi untuk bantu - bantu, supaya Ais positif dengan dirinya Abi dan anak - anaknya.
Rumahnyapun sudah di bangun tidak seperti dulu lagi yang sempit, sekarang rumah minimalis modern dengan dua lantai, yang di sampingnya ada garansi mobil.
Buk Dwi pun semakin sayang pada Ais, membuat Lula dan buk Neni semakin cemburu. Saat belanja sayur sama mang sayur di depan rumah.
" Buk menantunya mana, kok bu Dwi terus yang belanja ?" tanya buk Neni pada ibunya Abi.
" Ah biasa, jam segini masih repot - repotnya ngurusin anak - anaknya, baru nanti kalau zha sama Intan sudah sekolah, baru agak santai " jawab bu Dwi. Intan adalah anak kedua dari Abi, zha yang sudah masuk SD dan Intan baru mau masuk PAUD.
" Oh " jawaban buk Neni.
Setelah itu bu Dwi undur diri.
" Mari pak buk saya duluan ya ? " sapa bu Dwi pada orang - orang.
Setelah itu kesempatan bu Neni yang gosip.
" Buk Dwi itu kasihan sekali ya punya menantu adanya cuman mainan hape mulu " kata buk Neni dengan nyinyir mulutnya.
" Apa iya buk " tanya ibu yang satunya memastikan.
" Iyalah, saya lihat sendiri waktu ke warungnya, buk Dwi repot melayani pelanggan, malah menantunya duduk santai sambil mengotak atik henponya " Jawab bu Neni dengan nada jangkel.
__ADS_1
" Kalau saya punya menantu kayak gitu, sudah saya pites" kata ibu satunya memprovpkasi.
" Tapi tunggu dulu, kita jangan suudzon dulu, nyatanya sekarang bu Dwi gemuk, cantik, terawat lagi, mana mungkin dia susah, apalagi dia selalu membanggakan menantunya. " kata bu yang satunya meredam.
" Iya juga sih "
" Iya juga sih "
" Iya juga sih" kata ibu - ibu bersahutan.
" Ya mungkin bu Dwi menutupi Ais, secara Ais kan istri Abi, kalau bicarakan ke jelekanya malulah sama Lula " jawab bu Neni tidak mau kalah.
" Tidak tau juga kalau gitu " jawab yang lain.
********
Ting
Bunyi gawai Abi, mengagetkanya yang masih di salah satu cafenya.
[ Bi di rumah tidak ] pesan dari mas Arman.
[ Mas sudah mau sampai rumah, mbakmu kangen sama anakmu ] Balas Arman membuat Abi kaget.
[ Mau kesini kok gak kabarin,? ] jawab Abi yang terkejut.
[ mbakmu kangen dengan anakmu, sekalian kejutan ] jawab Arman.
[ Okey Abi pulang sekalian jemput ibu ] Balas Abi sambil mengantongi gawainya.
Ahirnya Abipun keluar dari cafe sebelum keluar dari cafe dia berpamitan dengan karyawanya. membuat semua karyawan kagum sama bosnya yang selalu ramah pada bawahanya.
Setelah itu menjemput ibunya yang menunggu di warung kecil.
*******
Sedangkan di tempat lain
Ting..
__ADS_1
Bunyi gawai Ais, Ais yang masih sibuk memasak karena Arman mau datang harus membuka gawainya.
[ Mbak ajari kita bisnis dong mba, biar sukses, seperti mas Abi ? ] pesan dari Ato suami Risa, adiknya Abi.
[ Kalau ingin belajar bisnia kesini saja, kalau belajar lewat pesan tidak afdol ] jawab pesan Ais.
[ Ha ha ha kaya ibadah saja, tidak afdol ] tawa Ato dalam pesan.
[ Mas Arman juga kesini loh, tadi masih di jalan ] pesan Ais.
[ Ya sudah mbak nanti sore kata Risa kita berangkat kesana, dan mbak Rina juga mau ikut ] balas Ato.
[ Okey di tunggu ] Ais menutup percakapan.
Setelah memasak seleaai, Ais langsung mengurus anaknya yang baru pulang sekolah. setelah beres dia segera mandi dan berdandan ala kadarnya, supaya berkesan natural.
" Sayang aku kangen " Abi tiba - tiba memeluk Ais dari belakang dan mencium tekuk leher Ais, membuat Ais terkejut dan geli.
" Kak jangan seperti itu, Ais kaget tau, untung jantung Ais masih nyantol di tempatnya " oceh Ais, ibu Dwi yang melihat hanya senyum melihat tingkah anak laki - lakinya.
" Jangan bikin jiwa jomblo meronta " Jawab Arman yang baru datang, menyonggung bu Dwi.
" Sudah biasa man " jawab bu Dwi.
" Ibu juga kan pernah muda mas . .!" jawab Abi membuat semua tertawa.
" Ha ha ha ha . . . . !"
" Tapi ibu tidak sebucin kamu Bi " kata Arman lagi.
" Sudah sudah, cepat kamu mandi Man, terus makan, sudaj di siapin sama Ais tuh, nanti keburu dingin " laya bu Dwi menengahi perdebatan anak laki - lakinya.
" Anak kamu tidak di bawa Na ?" tanya ibu pada mbak Reina.
" Tidak buk, Riko kuliah, dan doni di pesantren bu jadi di rumah sendiri sepi bu, makanya saya ajak mas Arman kesini, kangen juga sama anak - anak " jawab Reina pada bu Dwi.
" Rina sama Risa juga mau kesini loh " Kata Ais yang sambil menyuap Intan dan Yura si bungsu.
" Apa dia kirim pesan Ais ? tanya bu Dwi.
__ADS_1
" Iya tadi mereka kirim pesan " jawab Ais.