
" Kalau tidak di perhatiin kayak gini nanti pintunya lepas " kata Abi, di senyumi Ivan.
Ivan lari ke dalam lagi.
" Itu mobil Abi sendiri ?" tanya Ivan pada Reza.
" Iya, resto ini juga miliknya " kata Reza.
" Sukses berarti ?" tanya Ivan.
" Sukses, walaupun Ais istrinya tidak bisa masak tapi otaknya lumayan " kata Reza, Ivan mengangguk.
Abi meneruskan perjalananya berdua hanya ada ke heningan.
" perjalanan melelahkan " kata Ais saat sampai rumah.
" Mana oleh - olehnya om ?" tanya Vino yang langsung menyambut Abi.
" Tanya sama tante ya ?" jawab Abi. Ais menaruh belanjaan di dapur, langsung menuju kamar anaknya.
" Bi, besok antar aku ke mall ya ?" kata Norma bergelayut manja di tangan Abi.
" Besok biar aku antar Nor, sekalian aku mau belanja kebutuhan anak - anak !" teriak Ais.
Norma memanyunkan mulutnya, niatnya malah gagal.
" Ya sudah, tidak jadi " kata Norma.
" Ya sudah, padahal aku mau beli barang brended bersama kak Abi " kata Ais, membuat mata Norma mrmbulat sempurna.
" Baiklah, aku ikut !" kata Norma.
Ais menuju meja makan, saat Abi akan memeluk, Ais menepisnya,
" Hiiii. . Tangan kak Abi najis habis di pegang b ab i " kata Ais, masoh dengan menepisnya sambil melirik Norma, dan Abi masih menggoda Ais dan berusaha meraih pinggang ramping Ais.
" Kalau mau pegang Ais mandi dulu kak, jangan harap pegang Ais, masuk kamarpun tidak akan Ais izinkan " bentak Ais.
" Tadikan kak Abi sudah mandi di hotel " kata Abi. " Ya kan belum ke pegang Najis !" kata Ais.
Ais kalau di layanin, akan semakin runyam, ahirnya Abi mengalah.
" Kalau begini caranya, kalau ada cewek sepuluh yang pegang Abi, bisa mati ke dinginan !" kata Abi yang baru turun menuju meja makan.
" Huek, huek !" Ais muntah lagi.
__ADS_1
" Dek kamu kenapa sih kita periksa ya ?" tanya Abi, tapi hanya di gelengi Ais. Perhatian Abi pada Ais, membuat orang silau mata terutama Norma.
" Tidak usah perhatian kak, nanti kamu menyesal " kata Ais, yang selesai membersihkan wajahnya lalu pergi.
Paginya Norma, dan Ais, pergi ke pasar, mall yang di harap Norma, ternyata pasar, dan tanpa Abi, membuat Norma manyun sepanjang perjalanan. Sesampainya di pasar Ais belanja banyak dan suruh membawa Norma.
" Apa kamu mau, aku hajar di tengah pasar, saya tuduh tukang copet, kalau tidak mau aku suruh " ancam Ais pada Norma, di depan dua preman kekar membuat Norma minder.
" Gini amat punya saudara preman !" Gumam Norma. Seorang wanita menghampiri Norma dan Ais dan melempar telor mengenai kepala Norma, karena Ais menghindar.
" Jangan mbak, teman dia premanSemua" kata seorang pedagang, yang melarang wanita berhijab melempar telor ke Ais. Ais malah semakin mendekat sambil menangkapi telor itu dengan sigap.
" Cukup, telor tidak salah, kalau ada masalah bilang saja !?" kata Ais.
" Aku benci kamu !" teriak wanita berhijab sambil meraih jilbab Ais tapi Ais tepis.
" Apa alasanya mbak ?" tanya Ais.
" Hai perkenalkan, dia adalah pelakor yang menutupi ke busukanya dengan cara berhijab " teriak wanita berhijab.
" Tidak menyangka, Ais, yang kita kira setia pada suaminya ternyata dia pelakor, ".
" kasihan ya suaminya, pria sholeh, harus di hianati " bisik para pedagang yang sudah kenal Ais.
" Kenalkan Aku Ratna istri sah dari dokter Suseno aji, dan kau Aisyah kan ?" tanya Ratna.
" Ha ha ha. . !" tawa Ais.
" Ternyata istri Seno, perkenalkan aku Aisyah, al fakih, hanya mantan pacar Seno aji, istri Abi manyu !" kata Ais lantang, tanpa merasa bersalah.
" Ya kau mantan yang akan merebutnya kembali !" kata Ratna.
" Walaupun di dunia ini, hanya ada satu pria yaitu Seno, mungkin aku memilih bunuh diri " kata Ais.
" Tidak usah munafik, lihat ini chat kamu dengan mas Seno, dan di dalam ponselnya banyak sekali fotomu !" kata Ratna.
" Hello, mbak, ponselku, sering di bawa suamiku, semenjak suamimu, mengakui kalau aku ini mantanya " kata Ais.
" Tidak usah berkelok !" bentak Ratna.
Ais menggeleng.
" Dia selalu membandingkan aku denganmu, dan aku paling tidak kuat, saat berhubungan, dia,sering sebut namamu " tangis Ratna pecah.
" Mbak, jika aku mau sama Seno alangkah bodohnya aku, wanita yang mau sama suami orang, itu, lebih mulia menjadi janda " kata Ais sambil melirik Norma.
__ADS_1
" Aku mohon tinggalkan dia !" kata Ratna memelas.
" Maaf mbak aku tidak bisa, karena untuk sementara dia dokter anak saya, tapi tidak ada hubungan lebih, karena aku sangat mencintai suami saya dan aku akan jaga harta dan martabat suami saya, dan tidak pernah goyah, dengan hadirnya orang ke tiga !" kata Ais.
" Jangan permalukan dirimu, hanya karena sang penghianat " kata Ais berlalu pergi,.
Norma yang dari tadi mengelap, pecahan telor yang ada di wajahnya, bercampur, keringat dingin karena takut Ais, meggungkap siapa dirinya sebenarnya. ais langsung lari ke parkiran, dan masuk mobil, dan tidak menghiraukan Norma.
Dia pulang dia mencari Abi, dan mendapatinya di taman belakang, dengan amarah Ais lalu melayangkan tamparan.
Plakkk. . !
Buk Dwi dan mbok Darmi, tidak menyangka Ais menampar Abi di depan ibunya.
" Setega, itu kamu merendahkan istrimu pada pria lain ?" tanya Ais meneteskaan air mata.
" Maksudmu apa dek ?" tanya Abi.
" Aku percaya, kau buka ponselku, dan Ais yakin kak Abi bisa menjaga privasi, tapi apa nyatanya, sama saja membuka peluang, untuk memberi harapan sang mantan " kata Ais.
" Ais sangat kecewa sama kak Abi !" kata Ais. Ais langsung ke kamar.
" Dek apa yang kamu maksud, nanti kalau sudah tenang ceritakan pada kak Abi ya ?" kata Abi lembut, menenangkan Ais.
Buk Dwi dan mbok Darmi tertawa melihat Norma datang seperti gembel, wajahnya yang selalu di poles, harus terhapus karena pecahan telor yang di lempar Ratna tadi. Dan matanya hitam karena luntur dari make upnya.
" Abi keluar, karena panasaran, dan tersenyum melihat Norma. Abi ke dapur, dan memasak apa yang di sukai Ais, bakso tumis dengan kecambah itu biasanya ke sukaan Ais. Setelah selesai lalu membawanya ke kamar.
" Dek dari pagi kau belum makan loh, kak Abi sudah masakin makanan, kesukaan kamu !" kata Abi.
Ais paling susah nolak kalau masakan Abi.
Setelah selesai makan Abi menanyakan apa yang terjadi.
" Aku di permalukan di pasar oleh istri Seno, dan dia menunjukan chat mesra suaminya padaku aku bilang saja kalau ponselku sering di bawa kak Abi " kata Ais.
" Tapi kak Abi tidak pernah bales pesan siapapun dek " kata Abi.
" Terus siapa kak, ?tidak ada yang pegang ponsel Ais, selain kak Abi, Ais sendiri jarang pegang ponsel kalau tidak pergi !" teriak Ais.
" Dek aku rindu Ais yang dulu, bercanda, lembut, menyelesaikan masalah dengan cara dingin, tidak penuh emosi seperti saat ini " Kata Abi lembut.
" Ais pantang di sakiti kak ! " jawab Ais.
" Dek " panggil Abi sambil meraih tangan Ais.
__ADS_1