
" Kenalin kak, ini Gea, teman waktu olimpiade atlit renang perwakilan dari Medan, dan ini Vais, mendapat predikat, bahasa asing terbanyak perwakilan sari Makasar " kata Ais, Abi menyalaminya dengan ramah.
" Abi " jawab Abi singkat.
" Itu anakmu semua Ais ?" tanya Gea, Ais menggangguk.
" Yang perempuan yang pria keponakan " kata Ais.
" Wah hebat, sudah keluar tiga, masih ada yang di dalam perut !" kata Vais.
" Ha ha ha, ini lah kehebatan suamiku !" kata Ais.
" Ha ha ha, !" tawa semua.
Mereka di ruang VVIP jadi enak ada tempat bermain anak.
" Aku seperti tidak asing dengan suamimu !" kata Vais.
" Maksudnya ?" tanya Ais.
Vais lalu mengotak atik ponselnya dan benar, menyodorkan sebuah foto pada Abi dan Ais.
Mata Ais dan Abi membulat sempurna.
" Muhamad abi manyu, kiroatil handal, MTQ perwakilan Indonesia pada masanya, peraih kejuaraan internasional, " kata Vais.
" Ssssst " kata Ais.
" Kami adalah pasangan dua golongan, golongan hitam dan putih !" kata Ais.
" Ha ha ha. . !" tawa semua.
" Kocak !" kata Vais.
" Jadi kau, seperti setan !" tinjuk Gea pada Ais.
" Ha ha ha !"
" Aku juga di jodohkan dengan wanita di daerahmu, dan masih melakukan ta ' aruf, utri kiayi besar " Vais mulai cerita.
" Siapa , siapa tahu kita kenal ?" tanya Abi.
" Fatimah " jawab Vais.
" Adiknya gus Ahmad ?" tanya Abi, dan Vais menggangguk.
" Dirimu kenal ?" tanya Vais. Abi mengangguk.
" Kakanya temanku, satu lettingan di pesantren dulu, jadi aku sering main ke sana " cerita Abi.
" Ya, aku di kenalkan oleh keluarga, tapi makin ke sini kita semakin nyaman, walaupun hanya hubungan lewat telepon, tapi aku menunda waktu, karena aku belum dinas tetap jadi sekitar setahun lagi insya akan menjemputnya, dan menghalalkanya " kata Vais.
" Semoga jodoh !" kata Abi.
" Amiiin mas !" jawab Vais.
" Nanti mampir kalau ke sana !" kata Abi.
" Insya allah " kata Vais
" Kalau kamu Gea ?" tanya Ais.
" Aku gagal rumah tangga, aku sering tinggal dia di rumah, seperti tugasku saat ini ternyata dia main serong !" kata Gea.
__ADS_1
" Yang sabar !" kata Ais sambil mengelus pundakGea.
" Oh ya aku punya komunitas baru, gabung yok, siapa tahu bisa buka cabang di kota kalian !" kata Ais.
" Boleh !" kata Vais dan Gea.
Tiba - tiba ponsel Abi berbunyi,csetelah mengucap salam.
" Hallo, ada apa tuan ?" tanya Abi saat dapat telepon.
.....
" Kami tidak ada waktu, jika anda bisa besok sekitar jam sepuluh pagi, karena malamnya kita harus menyaksikan keberhasilan anak kita !" kata Abi.
Lalu telepon di tutup tanpa mengucap salam.
" Siapa kak !?" tanyaAis.
" Tuan Leon, dia ingin membahas kerja sama lagi !" kata Abi.
" Bukankah dia sendiri yang membatalkan sepihak !" kata Ais.
" Wah beruntung banget, bisa bekerja sama dengan Leonaedo pengusaha muda yang terkenal !" kata Vais. Ais menggeleng.
" Tidak, dia orangnya sombong, dan tidak konsisten, masalah pribadi di sangkut pautkan dengan pekerjaan !" kata Ais, membuat Ais dan Gea manggut - manggut.
Obrolan mereka harus berahir, kerena mereka sudah siap ke perlombaan lagi.
" Sayang sekali, teman kita sekarang pengusaha, jadi jarang ada waktu untuk kita !" kata Vais dan di benarkan Gea.
" Kalau kau jadi orang sana, pasti kita akan sering bertukar pikiran !" kata Ais.
Semua mengangguk.
Sesuai ke sepakatan keluarga Leon dan Abi bertemu.
Leon mengutarakan apa yang ajadi maksud dan tujuanya bertemu Abi.
Abi cuek, tidak menanggapinya.
" Baiklah, tidak perlu mintak maaf, di depan orang banyak, tidak usah anda tambah dua kali lipat, sesuai ke sepakatan kemarin saja " kata Abi setelah, Leon memohon.
" Tidak bisa, aku yang bersalah, aku akan menambah pembagian hasil kerja sama kita " kata Leon.
" Ya sudah terserah anda, seharusnya tidak usah ajak berunding, dari pada mementingkan ego anda tuan !" jawab Abi.
Leon menahan emosi, karena waktu tidak memungkinkan,
Abi menuju tempat di mana anaknya tersenyum bangga pada ke dua orang tuanya.
Abi bangga pada anaknya yang sekarang mendapat mendali emas, dan akan mewakili Indonesia di olimpiade selanjutnya.
Abi memposting foto Zha dan di unggahnya ke group resto membuat geger.
Dengan caupsen [" ANAK HASIL DEBAT "]
" Woi buka group resto Abi Ais, adik kita Zha membawa nama baik " teriak Lilis pegawai resto.
" Wau hebat, membawa satu mendali mas, !" teriak karyawan lain.
" Kalian punya group resto Abi Ais, aku kok gak di ajak gabung ?" tanya Farhan.
" Anda, tidak bilang mas, kirain mas alergi sama kita - kita !" kata Lilis dengan centil.
__ADS_1
" Nanti kalau di masukin langsung di keluarin hamil mas !" canda Lilis.
" Ha ha ha, otak mesyum Lilis kambuh !" kata karyawan lain.
" Ya sudah mas, saya masukan ya, tapi harus kuat, dan kalau hamil jangan mintak tanggung jawab ya ?" kata Lilis, dengan gaya centil.
Farhan mendapatkan foto itu dan membagikanya di group alumni pondoknya dulu.
[" Selamat untuk adik Zhafira, putri Abi manyu "] di barengi sebuah foto dimana Zha memakai baju karate, di tingkatan paling atas, dengan gaya khas, dengan berkalungkan mendali emas, dan piala di pegang ke samping.
Lalu di sambung dengan balasan Ahmad.[ " Selamat putri Abi dan Ais, semoga bermanfaat " ] pesan Ahmad.
[" Wah itu anak Abi ya ?"] pesan yang lain.
[," Selamat bro kau hebat !"] kata yang lain.
[" Apa maksudnya anak hasil debat Bi ?"] tanya P.
[" Anak serong kali 😂😂😂 !" ] kata X.
[" Anak hasil debat adalah, aku lulusan alfiah, dia SMA IPS membuat kita sering debat " ] jelas Abi.
[" Tapi kau hebat Bi "] kata X.
[" Kau kok tidak pernah post foto istrimu ?" ] kata A.
[" Istrinya jelek kali ha ha ha !"] canda B.
dan di balas Abi dengan 👍
[" Oh ya Bi, desas desus, aku dengar osteimu preman ?"] kata A.
[" Ya. !" ] kata Abi.
[" Kau duli orang paling tampan, kenapa pilih preman ?"] kata B.
Ahmad mengirim foto Ais saat berjaya dulu.
[" Aisyah al faqih, apa maksudnya gus ?"] tanya A.
[" Itu istri Abi "] kata Ahmad.
[" Tidak mungkin, dia wanita berwibawa, tidak mungkin mau menikah dengan Abi yang notabenya penghasilan tidak menentu seperti kita, kalau dia mau menikah, pasti sama pengusaha, dan satu lagi dua hilang bagai di telan bumi !"] kata B.
Lalu Abi memasang emotikon senyum dan menaruhnya di dalam kantong, setelah mengirim pesan pada Ahmad untik menghapus foto masuk ke group alumni pondok.
Pesan tidak ada hentinya, kalau tidak di tutup oleh Abi.
Swtelah berunding dengan Arief, perundingan yang lumayan ulet.
" Jangan di buang om, Arif " kata Arif.
" Kau tidak di buang, kau yang akan menghandle seluruh resto di sini, nanti apa yang belum tahu, tanya sama bibimu !" kata Abi.
" Arif pulang dulu ya om !" kata Arif.
Abi mengangguk " Kalau kamu sudah pintar, om akan kirim lagi, orang untuk menemani kamu, dan kau akan jadi gurunya !" kataAbi.
Arif mengangguk lemas.
" Dek kamu mau kapan lagi, kalau tidak belajar dari sekang ?" tanyaAis.
" Tapi bik ?" kata Arif.
__ADS_1
" Belajarlah mandiri, bibi, kasih kamu lowongan, belajar bisnis, buktikan pria pemalas bisa sukses